Tagged with Pmail’s Diary

The Unpredictable Gift

The Unpredictable Gift, part 1 “Hadiah yang tak dapat diramalkan” Sejak dua minggu yang lalu, kami kelimpungan mencari ide. “Ayolah kak, kita harus bikin sesuatu buat ‘papa’ kita itu. Masa’ pas ulang tahun kita cuma kasi ucapan pie bidei,” hasut Amel Minggu itu. Aku, Opie, dan Kak Ria berpikir. Apa yang harus kita lakukan, sesuatu … Continue reading

Potong Kue Ultah di Minangkabau Book Fair

Selesai mengikuti Diskusi Nasionalisme : Untuk Indonesia Aku Ada, dilangsungkan upacara pemotongan kue ulang tahunku bersama anak-anak Pmails di lokasi Minangkabau Book Fair 2008. Seperti sudah menjadi tradisi tahunan, setiap ulang tahun saya selalu membawa kue ultah untuk dipotong bersama anak-anak P’Mails. Kalau tahun kemaren pemotongan kue dilaksanakan di Carano Room Padang Ekspres, sekarang di … Continue reading

Yang Lucu di Pelatihan

Eh tahu nggak, peserta pelatihan jurnalistik calon reporter Pmails tidak hanya dari pelajar lho tapi juga dari mahasiswa STMIK, UNAND, dan UNES serta manajer personalia PT. Suara Karya Motor yang berperan sebagai peserta peninjau. Eh tahu nggak, saat perkenalan, Bapak Suharno, manajer personalia PT. Suara Karya Motor, memberikan motivasi yang sempat membuat semangat peserta lainnya … Continue reading

Harusnya Kecewa

Tadi Nilna ke padek. Niatnya mau ngerjain halaman Oentoekmoe. Tapi ternyata halaman itu udah kelar oleh kak Maya. Dan ketika kak Maya menyampaikan hal itu, Nilna malah bilang ”Alhamdulillah” Astaghfirullah….. Semestinya Nilna nggak bilang kayak gitu. Kalau kak Maya menyelesaikan sendiri halaman Oentoekmoe, itu artinya Nilna nggak lulus tes dalam dua minggu ini. Kenapa tadi … Continue reading

Aku dan Om KW – 2, habis *

Ke Kayutanam Siang itu Nilna ke Padek. Langsung ketemu sama Bang On dan Om KW. Kata Bang On, Nilna dan Danil jadi utusan Pmails sebagai peserta Bengkel Sastra DKSB di Kayutanam. Sontak, Nilna jingkrak-jingkrak. Tidak menyangka dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya dapat kesempatan seperti itu. Pertanyaannya adalah kenapa Nilna yang dipilih? Rasa-rasanya Nilna tak berbakat … Continue reading

Aku dan Om KW – 1 *

Nilna takjub dengan kehebatan seorang Yusrizal KW. Beliau terlihat sederhana tapi bisa apa saja. Beliau multitalent. Dia seorang wartawan juga penulis. Seorang cerpenis, penyair, dan tepatnya sastrawan. Om KW seorang budayawan. Bermain teater oke, melukis pun oke, design bisa, bisnisnya top, menjadi pimpinan sudah tak diragukan lagi. Pengetahuan agama berlebih, komputer dan internet dikuasai, bahkan … Continue reading

Temu Kang Abik dan E.S Ito

15 November 2007 Padang Book Fair 3 di Bagindo Aziz Chan Kang Abik Pukul 10.30 WIB saya sampai di Padang Book Fair. Kang Abik atau Habiburrahman El Shirazy ada disana. Sedang menjelaskan proses kreatif menulis Novel Ayat-ayat Cinta. Saya tidak akan menjelaskan kembali bagaimana proses kreatif beliau dalam menulis, yang akan saya paparkan disini adalah … Continue reading

Pmails, Sejarah, hingga Trio Kwek-kwek

Tujuh Agustus kemaren, Pmails tepat berusia dua tahun. Dirayakan secara sederhana oleh seluruh kru P’mails, dari direktur hingga reporter di pantai padang. Ada tiup lilin, makan kue, en nyampaikan pesan kesan. Semua gembira dan bahagia. Kerja keras selama dua tahun ini mulai berbuah. Pmails kini mulai lekat di hati pelajar Sumatera Barat. Bagaimana perjalanan Pmails … Continue reading

Haru-Seru Ultah Pmails

Hari ini P’Mails 2 tahun. Tak ada nyala lilin, kecuali nyala hati yang berupaya tak padam. Semangat kalian sebagai pelajar, cahaya cerah P’Mails untuk pembelajaran. Terima kasih kalian telah berbuat terbaik untuk cinta kita pada dunia pendidikan. Kalian hebat dan berjasa. (Salam Pak Zaili, Pak Cici, Om KW, Bg On, dan kak Maya) Agak terisak … Continue reading

Tiga Job Satu Hari

Senin, 9 Juli 2007, sepertinya menjadi hari yang melelahkan. Saya sampai di redaksi. Sudah banyak yang datang. Rencananya saya, Danil, Fresti, Opie, Arif, dan Dedet mau ke Pekan Budaya jam 13.00. Mau ngelanjutin tugas yang tertunda kemaren. Tapi sekitar jam 12an, ada rombongan tamu yang datang ke Pmails. Katanya dari Lima Puluh Kota. Kak Maya, … Continue reading

Pecahkan Saja Gendang Telingamu

Pelajaran hari ini: Setelah anak-anak Pmails manyun karena “Missed Information” yang benar-benar tidak bertanggung jawab, sekarang anak-anak Pmails malah disuguhkan dengan suasana pub ajib-ajib. Okelah kalau ada lampu kerlap-kerlip. Ini yang ada cuma temaram lampu Neon dan angin sepoi-sepoi ditambah lagi deru mobil dan dentuman-dentuman benda yang saling berbenturan keras. Enam reporter Pmails yang ada … Continue reading

Kekecewaan kita dan Pantai

Minggu, 8 Juli 2007. Nilna, Opie, dan Danil semangat menyantroni Pmails. Rencananya kita mau ke Pekan Budaya. Katanya, acara dimulai jam 9. Kita pun janjian hari sebelumnya ngumpul dulu di Pmails jam 8. Jam 8 lewat sedikit, (karena saya ngaret), kita pun berangkat menuju TKP (Tempat Kejadian Peliputan). Sampe disana ketemu Iqbal, lalu Fresti, kemudian … Continue reading

Sindiran itu…

Saya masih belum bisa bercakap-cakap lepas dengan orang dalam Padang Ekspres, kecuali dengan orang dalam Pmails. Aneh saja rasanya. Mereka seperti meremehkan kita, pelajar-pelajar yang masih ingusan ini. Kadang, saat kita tergesa-gesa mengejarkan sebuah tulisan, seseorang dari orang-orang dewasa itu datang dengan tampang berang, merasa tergangggu oleh kita. Padahal kita juga pantas berang, tapi apalah … Continue reading

Pmails ato Reprternya?

Reporter Pmails udah banyak yang berkembang. Nggak hanya ngurusin Pmails aja. Tapi udah banyak yang mencoba berkibar ke koran tetangga. Nggak cuma itu, banyak juga para reporter yang udah menangin lomba ini itu. Emil misalnya, reporter senior yang paling imut itu udah kemana-mana jam terbangnya. Emil menjadi satu-satunya finalis dari Sumatra dalam lomba Menulis Esai … Continue reading