Lampion, Spagheti Pakai Nasi, dan Sepasang Pengantin Baru

#LastCall2

 

Kami sampai di Bandara Soekarno Hatta. 4 jam waktu transit di Bandara paling besar di Indonesia ini dimanfaatkan untuk apa lagi kalau bukan sarapan. Kami belum sarapan. Perut sudah kelaparan. Setelah menimang-timbang kira-kira di tempat mana yang paling murah, kami memutuskan ke Solaria. Dan taraa, Solaria bukan tempat yang murah.

 

Untung saya tidak termasuk yang “harus sarapan”. Cuma minum jus pokat, itu sudah cukup memberi energi. Selebihnya memaksakan diri charge energi, energi tubuh dan juga energi handphone. Kami ganti-gantian menggunakan satu-satunya colokan yang tersedia. Di Solaria, Rina mendapatkan harta barang temuan, sebuah charger Nokia, chargernya ketinggalan. Berhubung itu barang temuan, saya dan Alif merekomendasikan Rina menerima itu harta. Harta temuan itu akan sangat membantunya. Ah ya, di Solaria, Rofi makan spagethi pakai nasi. Menurut saya ini aneh, tapi tidak menurutnya. Ketika saya icip-icip, eh enak. Enak banget malah makan spagethi pakai nasi. Mungkin karena saya jarang makan spagheti.

 

Oh ya 10 Februari 2013 hari keberangkatan kami adalah hari raya imlek. Lampion-lampion merah bertebaran di sepanjang Bandara Soekarno Hatta. Kamera berhasil membuat kami lupa pada waktu transit yang  terbilang lama. Sekaligus membuat lupa kalau kami kelamaan foto-foto. Jeng jeng. “Dek, ayo masuk lagi, ntar telat lagi, gag ada foto-foto lagi di jalan sebelum sampai ke gate ya.” Artinya, di gate masih bisa foto-foto.😉 Di gate yang telah ditentukan, kami foto-foto diantara papan-papan larangan merokok.

 

Lalu, dengan lagak dan tampang backpacker kami masuk boarding room ala traveller. Sampailah kami di terminal pesawat Lion Air yang benar-benar merepresentatifkan terminal ini. Sangat padat dan sangat ramai. Suasana ramainya mengalahkan suasana ruang tunggu Bus ANS di Medan. Ehm.

 

Di boarding room ini, anak-anak pisuh-pisuh. Ada yang ke toilet (Alif), ada yang kesana kemari (Rina), ada yang dari tadi berantem gag jelas (Rofi-Frieska), dan ada saya yang terganggu dengan sepasang pengantin baru suaminya berjenggot istrinya bergamis yang dari tadi mesraan terus di kursi tempatnya duduk, sangat tepat untuk mengganggu pandangan saya.  -_-“

 

Suami istri sih boleh, tapi mesraan seperti itu di terminal gini kan, rada gimana gitu ya. –“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s