Laptop ke TIGA

with Lafi Munira di Bapelkes Kendari, Sulawesi Tenggara. Tentu dengan sang laptop andalan juga :)

with Lafi Munira di Bapelkes Kendari, Sulawesi Tenggara. Tentu dengan sang laptop andalan juga🙂

Bapak : kamu belum lulus S1, laptopnya sudah 3. Orang udah lulus S3 laptopnya cuma 1
Saya : *hening*

Ya Allah, semoga yg ke3 ini berkah… Karena atas usaha n penghasilan sendiri… Meski nyicil n belum lulus S1..😀

Ya, akhirnya saya beli laptop lagi, netbook tepatnya. Ini memang kali ketiganya semasa kuliah saya dalam rentang 5 tahun ini, saya membeli laptop. Bukan, ini bukan tentang foya-foya. Ini kebutuhan belaka. Semenjak mengenal barang elektronik yang satu ini, saya benar-benar tidak bisa lepas, berhari-hari di depan laptop.

Mari sedikit bercerita.

Akhir tahun 2007, menginjak bulan ke-3 kuliah, orangtua memutuskan untuk membelikan saya komputer. Ya, komputer sejak dahulu memang sudah saya idam-idamkan, mengingat semasa SMA saya sangat getol dengan aktivitas jurnalistik. Semasa sekolah, saya bisa berlama-lama di labor komputer ataupun di redaksi Padang Ekspres (harian lokal yang membina siswa menjadi dewan redaksi tabloid sekolah bernama Padang Ekspres Media Intelektual Siswa disingkat P’Mails,-red).  Niat saat itu adalah komputer. Namun sesampai di toko nya, harga laptop justru beda tipis dengan komputer. Singkat saja bagi ayah untuk merubah haluan. Sehingga barang yang dibawa pulang hari itu adalah laptop. LAPTOP AXIO (saya lupa tipenya), yah laptop Axio paling standar n paling murah lah.

Akhir tahun 2008, kami ditimpa kemalangan. Rumah kami dibobol maling. Laptop saya dan handphone ayah raib. Itu adalah kemalingan terburuk di komplek kami. Dalam satu malam, 3 rumah dibobol. Rumah kami bisa dibilang “tabaok rendong”, karena justru yang menjadi target utama adalah rumah tepat di sebelah rumah kami yang rumahnya benar-benar diobrak abrik : uang, handphone, dan perhiasan raib.

Hanya berselang 3 bulan pasca kemalingan, ayah dan ibu berusaha meminjam kesana kemari agar haya supaya saya kembali memiliki media yang dapat menunjang kuliah dan aktivitas saya. Saya memang tidak terlalu dilibatkan dalam rencana ini, ayah tiba-tiba saja berkata bahwa besok akan ada laptop baru untuk kamu. Terima kasih ayah, saya tidak tahu dan kehabisan kata-kata sudah atas usaha kedua orangtua terkait pemenuhan kebutuhan material saya.😥 Akhirnya laptop baru dengan harga yang dibeli saat dolar naik itu hadir di rumah. ACER ASPIRE 2930, untuk laptop seri ini saya termasuk sangat beruntung dengan tambahan finger print. Saat itu laptop ber-fingerprint adalah laptop keren. Saya tidak dilibatkan ayah dalam pemilihan laptop ini. Sekali lagi rencana ayah tiba-tiba, ayah mengikutsertakan temannya untuk memilihkan dan membelikan saya sebuah laptop baru.

Akhir tahun 2012, laptop acer yang notabene saya gunakan seharian, nyaris 24 jam, berulah sudah.  Awalnya baterai, lalu beberapa software yang entah kenapa protes sehingga berulang-ulang harus diinstal, kemudian diketahui kerusakan motherboard, lalu BIOS, dan terakhir charger yang sudah megap-megap. Jika baterai sudah tak sanggup diandalkan, apalagi kali ini chargernya yang bermasalah, tak ada pilihan lebih “menang” selain beli yang baru.

Ayah dan Ibu sudah wanti-wanti sejak awal hanya membelikan laptop 1 kali untuk saya (kehilangan menjadi pengecualian sehingga jadinya 2 kali). Saya pun tidak mampu juga memberatkan kedua orangtua saya lagi di saat seharusnya saya yang sudah menanggung beban keluarga. Namun daya dan upaya yang saya lalui masih dalam proses menaiki tangga, belum sampai di puncak. Bukan, bukan berarti saya abai, melainkan tangga yang saya pilih membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding teman-teman sebaya saya pada umumya untuk sampai ke puncak yang ditakdirkan.

Ya, ini demi sarjana. Skripsi menjad sebuah kemutlakan, harus saya selesaikan, dan laptop yang stabil adalah kebutuhan prima, saat ini.

Beberapa minggu yang lalu, saya menemui Bapak (adik ipar ayah, yang waktu masa kecil saya lebih banyak saya lalui bersama beliau dibanding kedua orangtua yang kebetulan bekerja di luar kota Padang). Saya menyampaikan niat untuk kredit laptop, kebetulan ada rezeky hasil kerja proyek yan saya lakukan 2 bulan ini. Namun rezeky tersebut juga telah dibagi-bagi untuk beberapa kebutuhan yang juga mendesak. Sisanya adalah yang saya pegang sekarang, yang pas-pasan untuk dijadikan DP. Bapak memberikan pertimbangan lain, bagaimanapun kredit akan sangat mahal jatuhnya saat ditotal. Bapak memberi pilihan lain, saya dianjurkan meminjam ke koperasi atas nama Bapak. Jadinya, Bapak yang meminjam ke koperasi dan saya yang menyicil ke Bapak. Bunga koperasi tentu lebih rendah daripada bunga kredit laptop. Alhasil hadirlah netbook ini di rumah : ASUS 1015bx

Semoga berkah. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s