something real serious

“something real serious” kalimat ini memang di”unduh” dari blog seorang adik. Tanpa berkaitan dengan Title blog sang adik tersebut, saya memang ingin menulis tentang “something real serious” yang bisa jadi cukup tak nyaman untuk dibaca.

Jika ada yang bertanya, apa kelemahanmu? Jika dulu aku menjawab ragu. Maka kini kujawab dengan sendu. Aku lemah jika telah terjatuh, jika dijatuhkan cinta. Jika para lelaki menjadikan wanita sebagai kelemahannya, maka aku menjadikan cinta sebagai kelemahanku. Ini telah terbukti pasti, sebuah kepastian yang membuatku “benci” untuk jatuh cinta lagi.

“Adalah kesia-siaan jika kamu menginginkan dicintai semua orang, Nilna.” Ya ungkapan ini benar. “Tapi, apakah sia-sia jika akhirnya aku berduka karena tak berhasil mencintai cinta?” Sebagai orang yang jarang jatuh cinta, yang tak mudah mencintai, lalu selalu dinistai ketika jatuh, saya menjadi takut untuk dijatuhi lagi.

Something real serious. Sesuatu yang membuat saya sulit untuk fokus,  sulit untuk menjadi “hebat” seperti kala-kala yang biasa, sulit untuk bisa berdiri dengan tegak penuh kewajaran. Maka inilah saya yang tak waras dalam kewajaran, yang tak wajar dalam kewarasan, yang telah dirusak dengan biadab oleh “cinta” yang tidak penuh cinta.

Cinta, jika masih diizinkan berdoa, aku akan terus mengadukanmu padaNya. Tuhan, jika cinta selalu menjatuhiku agar aku terluka, maka buat aku jauh saja darinya, tak perlu mengenalnya jika belum waktunya, tak perlu menjumpainya jika tidak pada saatnya, tak perlu ia mengintaiku agar aku terhempas ke pelukannya.

Maka jaga aku, Ya Rabbi. Jaga hatiku agar “ia yang sesungguhnya” tidak menemukanku dalam keadaan layu.

Mekarkan aku seiring kebaikan “mereka yang telah menjatuhiku” untuk kembali menyapaku. Bukan, ini bukan tentang pengharapan palsu yang diinginkan nyata. Namun tentang “sikap biasa”. Jika mereka yang menjatuhiku, lalu kenapa mereka pula yang meninggalkanku? Ini tidak adil, sangat tidak adil. Jika jawabannya karena “mereka” merasa malu untuk tetap menyentuhku dalam sapaannya, sungguh aku tak akan menuntut mereka dalam tuntutan apapun. Sudah lelah, sudah lelah menuntut atas dasar hati yang terluka. Biarkan luka, aku yang merawatnya, tapi kumohon jangan membiarkannya terbuka.

Datanglah, tutuplah dengan baik-baik, dan buat aku tetap menjadi manusia yang hidup. Jangan menguburku dengan melupakan aku, sebagaimana aku tak pernah melupakanmu. Kamu dan kamu adalah bagian dari episode hidup yang “real” dan “serious”. Ini bukan tentang kekhilafan yang dapat dengan mudah dimaklumkan. Tidak! Kita pernah berpikir dalam pikiran yang salah bahwa kita akan bersama selamanya, lalu Tuhan menyangkalnya dengan tidak lancarnya perjalanan kita. Ini adalah catatan perjalanan yang sudah di save as, bukan lagi tulisan dalam sebuah draft yang dapat di undo-redo.

Ya Tuhanku, jaga hatiku agar “ia yang sesungguhnya” tidak menemukanku dalam keadaan layu. Dan izinkan, bukakan pintu hati “ia yang salah” untuk datang kepadaku, mengembalikanku agar bisa mekar terlebih dahulu sebelum pergi meninggalkanku dalam keadaan yang utuh.

One thought on “something real serious

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s