Belum! or Belum?

Terasa belum satu karena kebhinekaan masih sering diunggulkan dibanding ketunggalikaan. Ada yang merasa menonjol dan sudah besar, ada yang butuh bimbingan, ada yang selalu update isu, ada juga yang tidak tahu menahu info terbaru, ada yang tak ingin urusannya dicampuri, ada yang ingin bercampur untuk saling berbagi, ada personal yang merasa paling pintar, ada juga personal yang masih ingin belajar. Ada ragam budaya yang keras, yang lembut, yang hati-hati, yang gegas, yang merasa harus tegas, yang menganggap harus lebih legowo.

Semuanya berpadu.

Tak mudah membangun rumah yang pekerjanya terpencar-pencar, yang berlain-lain karakter, yang beragam usia. Jadi yang kau jalani saat ini bukanlah sesuatu yang murah dan mudah. Ini sesuatu yang mahal didapatkan dan sulit dijalankan.

Akan tetapi, begitu kau berada di dalamnya, maka percayakan : apapun kondisinya, kau bisa menyelesaikannya. Sekali lagi, menyelesaikannya, bukan meninggalkannya.

Maka kau akan tahu betapa beruntungnya kau pernah membayar mahal dan menjalani sesulit itu.

Have your time.🙂

“Tentu, tak ada seorang pun yang akan mampu menghitung-hitung berapa untung yang didapat nanti dari organisasi ini, jikalau kita rela berjuang dan berkorban dalam mempertahankannya. Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segitiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk, pekerjaan kita belum selesai. Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.”

– Bung Karno –

Gambar diambil dari sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s