3 Mimpi Pada H 3

Foto bersama Liberty, Roy, Andrew (delegasi FKM UNSRAT) saat Rapimnas ISMKMI di Padang.

H3, ini hari ketiga Rakornas ISMKMI di Manado. Sudah tiga kali pula saya didatangi mimpi-mimpi menakjubkan setiap malamnya. Selayaknya dalam minggu ini, saya memang berada di Manado untuk Rapat Koordinasi Nasional. Namun Tuhan berkehendak lain,  melalui ayah Ia menyampaikan bahwa sebaiknya saya tidak hadir. Ya, Ayah tidak memberikan saya izin untuk berangkat ke Manado. Baru kali ini ayah tidak mengizinkan saya berangkat untuk amanah-amanah saya.

Selama 3 tahun belakangan, ayah memang tidak menunjukkan wajah antusias berlebihan dalam setiap keberangkatan, lebih sering berwajah cemas, tapi kali ini lebih dari itu : ayah gusar akan berita-berita televisi (yang menurut saya semakin lama jurnalisme semakin lebay), ayah gusar tentang musim pancaroba dan gejala-gejala alam yang tak menentu, ayah gusar pada semakin kurangnya kelayakan transportasi sehingga banyak kecelakaan, ayah gusar pada kondisi perpolitikan baik modern maupun tradisional yang menyebabkan banyak kerusuhan, ayah gusar pada oknmum-oknum tak bertanggungjawab yang entah memiliki landasan entah tidak yang kemudian melakukan tindakan merugikan banyak orang yang mereka disebut terorisme, ayah gusar pada saya yang perempuan.

Hingga akhirnya ketika ada yang bertanya kenapa saya tidak hadir, jawaban singkatnya : Orangtua tidak memberikan saya izin. Ketika pertanyaan dilanjutkan kenapa tidak diberi izin, jawaban singkat yang memudahkan adalah : FIRASAT!

Well, 3 paragraf diatas tidak nyambung dengan judul.

H3, ini hari ketiga Rakornas ISMKMI di Manado. Sudah tiga kali pula saya didatangi mimpi-mimpi menakjubkan setiap malamnya.

#Mimpi 1, Senin malam

Saya tiba-tiba melihat Zly dan Lafi di kamar salah satu rumah keluarga saya di kampung, Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat. Entah kenapa pagi itu saya ingin pulang ke kampung halaman. Sesampai di kampung halaman, saya dapat kabar delegasi Rakornas sudah mulai berdatangan. Kantor kepala desa dijadikan sebagai tempat pertemuan. Zly dan Lafi saya temukan saat mereka sedang membongkar koper masing-masing, beranjak mandi, untuk memulai agenda pagi ini. Saya keluar rumah tersebut dan di rumah lainnya juga sudah banyak delegasi yang tampak lalu lalang.

Saya bertanya, “Bukankah Rakornas nya di Manado?”. Salah satu delegasi menjawab, entah siapa, saya lupa. Katanya, “Semua delegasi diberangkatkan dari Manado kesini, Uni. Sebentar lagi panitia dari UNSRAT juga akan berdatangan.”

Saya bingung dan pergi ke kantor kepala desa. Disana ruangan sudah disetting letter U untuk sidang. Beberapa almamater milik delegasi tergantung di punggung-punggung kursi.

#Mimpi 2, selasa malam

Seorang ilmuan datang kepada saya. Ia bilang, ia punya handphone yang bisa membuat saya ke Manado. Saya menghubungi salah satu teman di Manado, lalu saya melangkahkan kaki saya serupa sedang keluar dari jendela, setelah itu saya tiba di Manado. Akhirnya saya sampai di Manado. Saat itu Opening Ceremony, ada penampilan Gangnam Style. Saya telah disiapkan panitia untuk memberikan kejutan ke teman-teman delegasi. Bahwa saya bisa hadir ke Rakornas. Tapi memang hanya pada saat Opening Ceremony ini saja. Setelah saya memberikan sambutan dalam Opening Ceremony yang tampak seperti panggung pesta (di dalam mimpi saya, -red), saya harus kembali ke Padang menggunakan handphone tadi. Saya khawatir ayah mencari-cari saya. Kalau ketahuan ke Manado, saya bisa punya masalah besar.

Sampailah waktu untuk saya berinteraksi dengan seluruh delegasi. Ketika memegang mic dan akan mengucapkan salam. Saya kaget. Saya melihat ibu dan tante saya berada di dalam barisan penonton. Sambutan tetap dilanjutkan. Tapi setelah itu saya segera mendatangi ibu.

Saya bertanya, “Kenapa ibu dan tante ada disini?”. Ibu menjawab, “Ibu ingin melihat kegiatan yang selalu dilakukan oleh anak ibu. Seperti apa kegiatannya? Sesukses apa acaranya?” Saya melihat diri saya sedang mengenakan gaun berwarna hitam. Suasana jadi mencekam.

“Ayah tahu ibu berangkat ke sini?” saya bertanya. Ibu menggeleng. “Ibu pergi saat ayah tidur. Ibu cuma pengen liat apa acaramu. Ibu pergi sehari ini saja, habis ini pulang, sekalian mau menemani tante belanja di Balikpapan.”

Saya tak bilang pada ibu bahwa saya punya handphone yang membuat jarak menjadi detik. Saya diam saja saat ibu bilang berangkat dengan pesawat malam dan langsung ke Balikpapan siang, dan pulang hingga sore telah sampai di Padang. Saya tidak tahu bagaimana ayah akan “kehilangan kami” hari ini.

#Mimpi3, sekitar pukul 8 pagi, Rabu pagi

Saya buru-buru bangun, segera mandi, dan mengejar angkot. Rakornas ISMKMI dilaksanakan di salah satu hotel di Manado, tapi saya bisa menuju kesana dengan angkot. Saya bisa menghadiri Rakornas. Tapi saya tidak bisa sampai malam. Saya khawatir ayah marah. Jadi sore saya harus balik ke rumah dan mengikuti agenda Rakornas dengan handphone. Jadi ayah bisa berpikir bahwa tadi saya ke kampus saja. Saya pun naik angkot, lalu turun di depan hotel.

Di depan hotel, saya bingung. Benarkah rakornas dilaksanakan disini? Kenapa tidak terlihat spanduk atau apapun? Dan rasanya saya masih berada di Padang. Saya yakin Rakornas sedang berlangsung di dalam hotel ini. Tapi, sepertinya saya sedang bermimpi.

***

Ya, di mimpi ketiga ini, saya bisa sadar dalam tidur saya bahwa saya sedang bermimpi. Saya memaksa diri untuk bangun. Lalu kemudian terbangun, rasanya seperti baru saja keluar dari lemari yang sulit sekali dibuka pintunya.

One thought on “3 Mimpi Pada H 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s