HUKUM KEKEKALAN TAWA

Sajak : Aan Mansyur

Sejak mula hadir di dunia
lalu mampir dari bibir ke bibir
tawa tak pernah bertambah
besar, tak pernah bertumbuh
subur, tak pernah berkurang
dan tak pernah berkembang.

… Jika di sepasang bibir ada
tawa yang sedang pecah
di sepasang bibir lain tiada
tawa yang merekah.

Begitulah tawa lahir
dan hidup menyandang takdir.

Seperti kini, di kejauhan sana
saat kau tertawa bahagia
bibirku yang tawar tanpa tawa
menjadi asin oleh airmata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s