Ketika WASEKJEND Pulang ke Makassar

Berikutnya, saya akan menulis tentang cerita dan berita dalam rangkaian RAPIMNAS ISMKMI. Apa itu RAPIMNAS ISMKMI, klik disini. Dikisahkan dalam alur mundur yah.

Siang pada Jumat (9/3-12), C3 Pink mengalunkan Cuma Manusia nya Kerispatih. “Assalamualaykum, Anggi,” ujarku memulai percakapan ponsel. “Waalaikumsalam. Kak, Ilho pulang hari ini jam 8 malam,” jawab Anggi di seberang sana memburu. Heh, saya kaget. Mendadak sekali kepulangan wasekjendku itu.

Ilho atau Ilham Jaya, mahasiswa FKM UNHAS angkatan 2008 adalah wasekjendku di ISMKMI. Ia merupakan delegasi Rapimnas ISMKMI yang masih betah di Padang. Alasannya ingin jalan-jalan dulu di Padang meski sebenarnya ini masalah tiket pulang yang belum juga datang. Meski jadi kabar bahagia karena Ilho dimudahkan tiket pulangnya ke Makassar, tapi berita dadakan itu cukup membuat sedih.

Tepatnya, sudah 7 hari Ilho di Padang pasca berakhirnya acara RAPIMNAS pada tanggal 2 Maret. Namun saya tidak sempat menemaninya berjalan-jalan keliling Padang. Hari Minggu lalu memang sudah diagendakan mengunjungi Pantai Air Manis tempat legenda Batu Malin Kundang. Namun, kabar duka menjemput keluarga saya sehingga saya tidak bersama mereka dalam wisata kota Padang itu.

Hari berikutnya, saya masih diliputi duka. Masih belum bisa kemana-mana. Saya hanya menghubungi Ilho lewat sms tentang apa agendanya hari ini. Begitu hingga hari-hari berikutnya. Praktis sampai hari Jumat, saya memang sama sekali tidak keluar rumah. Hanya berkomunikasi dengan Ilho dan Anggi (Ilho menginap di kosan Anggi,-red) via sms.

Baru setelah telpon dari Anggi di Jumat siang yang membuat saya keluar rumah. Kebetulan ke kampus, saya menyanggupi undangan dari Taufik untuk rapat tim inisiator Regulasi KTR Kampus. Sembari rapat sembari menunggu Ilho. Ilho datang bersama Anggi dengan gaya khasnya. 4 hari tidak bertemu dengan orang Makassar yang sekarang di Padang ini bikin saya kangen juga. Bersama teman-teman HIMA, mereka ngobrol tentang berbagai hal mulai dari magangnya Ilho di Cevron, dinamika organisasi kampus, strategi ISMKMI, sampai hal-hal tidak penting yang dikompori Anggi… #JewerAnggi

Menjelang sore, saya yang memang tidak sempat membawa apa-apa, mengajak Ilho ke rumah. Sembari Ilho pamit dengan Ayah Ibu sekaligus mengambil dua baju untuk Ilho dan Ka Fadli serta buku untuk teman-teman UNHAS.

Menjelang Magrib, Ilho diantar oleh Anggi diiringi saya dan Taufik ke Bandara. Singgah sebentar ke Christine Hakim membeli (sekali lagi) titipan untuk ka Fadli dan teman-teman UNHAS. Sampai di Bandara 19.30 WIB. Ilho take off 20.20 WIB.

Dasar, kayaknya dia juga belum bisa meninggalkan Padang. Ilho yang seharusnya masuk dan check in sengaja di luar menunggu jam 20.00 WIB. Sekedar ngobrol-ngobrol dan photo-photo berlatar bulan purnama (kebetulan malam itu purnama, saya dan Anggi sempat salah mengira itu lampu jalan, saking sempurnanya sang purnama).

Jam 20.00 kurang beberapa menit, sudah ada panggilan untuk penumpang Lion Air tujuan Jakarta untuk memasuki ruang tunggu. Ilho memutuskan masuk.

Dan di saat inilah… ada perasaan sedih melepas kepulangan sang wasekjend ini. Karena ia wasekjend dan karena ia delegasi RAPIMNAS terakhir yang meninggalkan kampung saya ini, kota Padang. Andai waktu itu Anggi tidak merusak suasana, pasti saya benar-benar mengeluarkan air mata.

=) #bukanlebay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s