4hours Confusion

4jam GALAU. ;D

Yah, setidaknya ini jadi pelajaran bagi saya agar “TIDAK KEMANA-MANA KALAU LAGI SAKIT” Heerrgh!!! Yah, meskipun biasanya juga sering “kemana-mana” kalau lagi sakit, cuek aja. Tapi kali ini kerasa banget “fear factor“nya.

Jadi cerita sebelumnya, seharian kemarin sampai tadi siang ditemani Pijut & Inyut di rumah. Mereka datang demi melihat “apa yang terjadi padaku, sakit apakah, sampai-sampai itu workshop penting nggak datang?”. Awalnya mereka berdua cuma kunjungan (alias bezuk kali yah). Tapi kelamaan reunian, kelamaan ngobrol mulai dari ngaconya zaman SMA sampai cari jodoh. Eeaa… Ngobrol dengan ditemani tumpukan buku :

  1. 1. Agar Bidadari Cemburu Padamu, Salim A. Fillah
  2. 2. Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A. Fillah
  3. 3. Dalam Dekapan Ukhuwah, Salim A. Fillah
  4. 4. Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan, Salim A. Fillah
  5. 5. Agar Jatuh Cinta Tak Jadi Bencana, Jauhar Al-Zanki
  6. 6. Dialog dengan Cinta, Ruslan Ismail Mage
  7. 7. Sungguh, Aku Mencintaimu karena Allah, Pipiet Senja, dkk
  8. 8. Ya Allah, Izinkan Ia Menjadi Pendampingku, Ummu ‘Aisya, et.al
  9. 9. ga-gi-gu GiGi, Lia Indra Andriana

ps1 : Setelah dideret begini baru sadar, ini buku serial “menikah” udah banyak banget yaak di pustakaku. :hehe. Oyah, itu no.9 kayaknya gag sejenis deh sama yang lainnya, tapi kenapa ada di tumpukan ini? #mikir =_=aa #lupakan.

ps2 : bahas cinta, jodoh, lelaki, dan wanita bersama Ibu dihadapan Al-Quran terjemahan, duduk berhadap-hadapan, dan mengkaji beberapa surah pilihan dalam buku-buku yang dibaca random, ^^serasa halaqah^^.

ps3 : buku-buku diatas “add to cart” alias wajib beli, wajib punya, dan wajib baca.

Okay, sekilas tentang hari kemarin. Kembali ke masalah 4hours confusion, Pijut n Inyut akhirnya nginap dan pulang sekitar jam 12an siang tadi yang dilepas dengan tetesan air mata. Ini beneran, bukan lebay. Karena sesungguhnya saya butuh banyak “orang” untuk berbagi penderitaan yang sudah tidak sanggup dipendam sendirian ini.

Berjarak 4menit saja, saya ditelpon Dekanat, diminta segera ke kampus. Ya, sebenarnya saya sudah pernah di-sms sebelumnya untuk ke kampus, tapi waktu itu benar-benar tidak sanggup keluar rumah. “Nilna, masih sakit? Bisa diburu ke kampus sekarang nggak dek, ada yang mesti ditandatangani,” ujar telpon di ujung sana. Nggak enak dan merasa tubuh sudah baikan, saya menyanggupi untuk ke kampus. Memang, ini sudah masuk November, ada beberapa perihal yang harus saya tanda tangani.

Jam 1 berangkat ke kampus. Begitu sampai di kampus, orang yang pertama dilihat adalah Pak Dekan tercinta. Bapak lagi ngobrol sama Bu dr. Arina di depan ruang rapat (dua orang yang sebenarnya saya kagumi). Begitu saya muncul, Bapak yang lagi ngobrol sama Ibu, langsung mengalihkan pandangan ke saya dengan pertanyaan, “Kok nggak muncul-muncul?” tanya Bapak. Tapi wajah beliau cerah, tidak marah, Alhamdulillah. “Saya sakit, Pak,” ujarku senyum tapi lesu. Antara bahagia dan sedih saat Bapak harus berhenti ngobrol dulu demi melihat saya. T.T

Pak Dekan adalah penguji skripsi saya. Beliau interest dengan judul skripsi yang saya ajukan. Sedih saja rasanya saat saya malah menyia-nyiakan waktu dengan sakit yang tidak jelas ini. Hergh!

Selesai tanda tangan dan bikin janji bertemu dengan Pak Dekan, saya memutuskan tidak kemana-mana, termasuk tidak mengunjungi Gedung PSIKM yang berjarak sekitar 100 meter ke belakang. Hanya saja sempat bertemu dengan KaProdi di Dekanat dan beberapa adek kelas yang kebetulan lewat. Buat adek-adekku, cheer Up!!! #Aih, proker kalian banyak sekali dan dilakukan semua. HEBAT!

Tapi sebelum pulang, ada seesuuaatuu yang harus saya beli (Syah4huruf banget lah ya). Berpikir bahwa kemungkinan saya akan terpenjara oleh diri sendiri lagi, mumpung lagi di luar, kenapa tidak ke pasar, dan membeli sesuatu itu. Tahukah sesuatu itu apa, Hello Kitty. Hehe, unyuu unyuu.

Dan disitulah #nearmiss itu kejadian. Bego banget saya nyebrang gag liat-liat dan gag dengar-dengar. Mobil pemadam kebakaran lewat, saya menggeje, nyaris tertabrak, untung nggak jadi, untung masih nyaris. Alhamdulillah. Ini jantung serasa mau copot. Kepikiran, kenapa saya malah nggak awas pendengaran. (melirik headset, tersangkanya headset,handphone,dan suara operator yang cerewet.Hergh!

But, trip must go on! Saya tetap mau cari Hello Kitty. Yap, sebelum benar-benarhomerest (istilah baru, karena saya nggak murni bedrest). Saya sempat keliling Padang hunting Hello Kitty. Tapi ya, berhubung Padang kota Sedang, jadi ya stock Hello Kitty-a nggak sebanyak Jakarta, Surabaya, Makassar, dan kota-kota besar lainnya. Sebelumnya sempat minta tolong beberapa orang, tapi nggak enak banget minta tolong orang buat sesuatu ini. Hehe. Tapi, makasi ya buat yang udah mau bantuin, Hug Chitra (located in Makassar), Hug Ambar (located in Surabaya).

Dalam perjalanan, saya berubah pikiran, berhubung ini Hello Kitty udah 4hari saya cariin gag dapet-dapet. Sebenarnya bukan tidak ada produknya, cuma nggak sreg aja sama beberapa yang ada. Akhirnya, angkot yang udah distop dengan cengengesan saya ralat, “Hehe, nggak jadi Pak. Di depan aja turunnya.” Hheheh.. #parah.

Eh, ternyata hujan. Awalnya gerimis, trus hujan, trus hujan lebat. Huaaaa…. Untung bawa payung (anak kesmas, sedia payung sebelum hujan. #Ayye!!!) Meskipun saat matut diri saya banyak salahnya, baju tipis dan bukan sepatu plastik. Harusnya saya sadar, siang sampai sore Padang sering hujan. Minimal pakai sepatu plastik lah… Ya sudah, udah kejadian.

Akhirnya sesuatu (yang bukan Hello Kitty) itu saya dapatkan

sesuatu yang bertuliskan

“Sudahkah Anda ke Padang?”

dengan kemasan apik bertuliskan “Kapan ke PADANG Lagi?

Yipiiee… setelah hunting Hello Kitty kemana-mana en nggak nemu yang pas, akhirnya saya memutuskan untuk membeli sesuatu khas Padang yang pastinya nggak ada dimana-mana. Horray. (Tapi belakangan diketahui klo tokonya buka cabang di Jakarta n Bukittinggi. Wkewke. Gapapa. Gag ngaruh juga. :p )

Okay, saatnya pulang. Sebelum pulang, saya harus menyinggahi beberapa toko lagi. Hujan masih belum reda. Saat melewati pasar inilah, pikiran kemana-mana. Berpayung sendirian di tengah warna warni payung yang bertebaran, di tengah ramainya pasar kala hujan. Berasa sepi. Mendadak galau. Kebayang orang-orang yang disayang. #ealaah, Andaikan ada dia, ada mereka, ada orang-orang yang selalu memenuhi ruang hati dan gerak ini. Ya, mereka, siapa lagi. Mereka yang akan datang di Bulan Februari 2012 nanti -mungkin 2013 juga, entah, #abaikan-🙂.

Sungguh menantikan mereka datang menyaksikan kota Padang tempat berdiamnya“Uni” mereka ini. Sederhana, sedang, biasa, tapi menyisakan kenangan yang akan luar biasa. Pasti! Insya Allah. (Bisa-bisanya saya nangis sambil jalan di tengah pasar, hergh!)

Saking mellownya, sampai-sampai saya linglung lagi. Bisa-bisanya saya lupa dimana Toko Victory berada, sampai-sampai bolak-balik 2 kali nyari tokonya. Padahal saya sering kesana. Nggak mungkin pindah. Dan nggak mungkin saya bisa lupa, benar-benar heran sama diri sendiri yang bolak-balik cari toko ini. Apa mungkin 30hari ini saya amnesia pelan-pelan? Haeh, gag mungkin. #pemikiranlebay

Akhirnya, 2 kali bolak-balik, saya nemu. Ternyata banyak mobil yang parkir dan orang-orang berpayung di sekitar sana yang membuat saya pangling. Heheh. #aneh. Selesai urusan di Victory.

Lanjut ke Sari Anggrek, salah satu dari sedikit Toko Buku Besar yang ada di Padang. Masuk, nitip tas+payung, dan lihat-lihat buku baru, serta mengambil beberapa kertas+amplop untuk masuk ke keranjang, ke kasir, bungkus. Sampai di tempat penitipan, oalah, saya bingung. Kartu Titipannya kok nggak ada ya? HILAAAAAANG… Ya Rabb, saya bikin repot satu uni, dua bapak. dan dua uda demi mencari kartu yang hilang. Alhasil, karena wajah saya emang nggak bisa dibohongi pucat n lesu, Bapak (kayaknya termasuk petinggi toko itu deh, lihat dari pakaiannya yang rapi) membolehkan saya pulang dengan catatan : jangan sampai ilang lagi! Huft, iya deh Pak… Linglung banget sayaaa…

Keluar dari toko, saya megang kertas-kertas, baju tipis, sepatu gag banget, hujan lebat, payung standar, HAJAR!!! Saya haus. Yah, meskipun dingin, tapi pikiran, jiwa, dan hati ini panas. Saya benar-benar dibuat pusing dengan kegejean yang ditimbulkan oleh “pihak-pihak” yang sampai sekarang lari dan tidak mau bertanggungjawab ini. Ya Rabb, lindungi saya, maafkan saya, dan ampuni mereka.😥

Saya masuk ke warung kaki lima. Dagangannya Sate, sebelahnya ada es rumput laut. Kontras sekali. Di warung sate penuh banget, di warung Es Rumput Laut nggak ada orang sama sekali. Saat masuk pun, abang yang jualan pun mikir saya mau numpang neduh. “Bukan Bang, saya mau beli es rumput laut.” Abangnya ngangguk. Saya duduk. Sudah duduk, abangnya nanya lagi, “pakai es nggak?”. Saya jawab ‘iya’ sambil mikir ini kan warung Es Rumput Laut kah, ya iyalah pake Es. ;D (nggak salah abangnya juga sih, cuma saya abnormal minum es dingin-dingin di hari hujan lebat angin kencang dan pastinya dingin ini). Whatever lah, saya haus.

Pukul 5 sore, saya sampai di rumah, basah dari atas sampai ke bawah, dan lelah. 4jam yang melelahkan, 4jam dalam kegalauan, 4hours confusion. Saya ikrar pada diri sendiri, nggak akan kemana-mana lagi kalau lagi sakitjiwa kayak gini. Pusing di jalan, ketahuan pucat-lesu oleh bapak-ibu di dekanat, nyaris ketabrak, nyusahin sopir angkot, muter-muter nyari toko yang sebenernya sering kesana, kehilangan kartu titipan, dan bikin bingung abang penjual es rumput laut. Sampai rumah nyusahin ayah-ibu yang nyampe-nyampe saya langsung tepar. Ibu sampe bikinin teh hangat. :’) Terima kasih Ummiy…

(well, kali ini tulisannya bener-bener G.A.L.A.Y -galau alay-, juga mellow banget, tidak apa-apa ya, nimbrung di blog seperti ini sekali-kali. Selama ini twitter yang paling sering jadi korban. Sekarang nggak apalah show on details. Sakit apakah saya? Sampai sekarang belum berani ke dokter, yang pasti ini kepala suka sakit serasa ada air dingin yang mengalir dari ubun-ubun, entah ini apa. Tapi ditilik dari segi Emotional saya lebih sepakat dengan hasil searching yang menyatakan “Psikosomatis”. Hanya berdoa untuk “mereka” agar semakin baik dan berdoa untuk saya sendiri agar semakin baik pula. Dan “kami” akan benar-benar BAHAGIA. Aamiin Ya Rabb… Cheer Up😀 tetap setia tetap ceria!)

3 thoughts on “4hours Confusion

  1. ceritanya bagus, ada bakat mjd pnlis novel, kembangkan terus kebiasaannya menulis, krn ckecil apapun yg ditulis akan mjd imvestasi masa dpannya.

  2. Bagus Banget tulisannya, semoga bakat terpendam ini bisa berkembang dan menjadi kekuatan Teh Nilna untuk terus menulis…. dan siapa tau bisa menjadi penulis hebat. Ya kan … heheh … Jalan-jalan ke blog aku dan daftar juga boleh… Gratis.. memasyaraatkan herbal thibunnabawi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s