Pengen Konser Tunggal

Selesai coaching KKN, dari kampus saya tercinta, gedung PSIKM UNAND, sudah terdengar bunyi musik khas minangkabau. Kebetulan saya coaching di gedung yang berbeda dengan gedung PSIKM segera pengen ke kampus. Musik itu berasal dari lantai 3 tempat beberapa mahasiswa PSIKM latihan nari untuk menyambut kawan-kawan BEM FKM UNMUHA yang ingin studi banding ke HIMA PSIKM KM FK UNAND. Seneng deh ngeliat mereka pada latihan nari untuk acara tinggal seminggu lagi. Huaaa….

Tapi harus yakin. Mahasiswa PSIKM UNAND harus memberikan yang terbaik. Ada dua tari yang dilatih hari ini, tari panen dan tari rantak. Cakeplah pokoknya. Jujur saja, setiap saya melihat tari-tarian tradisional, selalu ada degup di dalam dada. Bangga luar biasa karena Indonesia selalu punya jenis-jenis tari yang indah tapi tegas.

Habis lihat latihan nari, saya beralih ke sekre. Mengambil dokumen Tobacco yang diperoleh sewaktu studi banding ke Jakarta dari TCSC IAKMI (Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia) yang sempat saya tinggalkan di sekre. Dokumen-dokumen yang berisi factsheet dan Paket Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok itu menjadi asset berharga bagi saya. Semenjak debat di LINK Facebook membahas rokok dengan dua kawan SMA saya (Rio dan Agus), saya jadi tertarik untuk mendalami Tobacco. Bahkan saya kepikiran untuk mengalihkan ketertarikan ini menjadi skripsi.  (Sok-sok ya saya? Padahal baru semester 6. Nilai masih banyak yang amburadul. Jangan-jangan bisa kuliah sampai 5 tahun. Sok gag betah di kampus!)

Hehe, bukannya apa-apa. Saya termasuk “kemana air mengalir”, tapi jangan salah saya selalu serius terhadap aliran air itu. Hoho. Dulu, ketika bermasalah pada mata kuliah Manajemen Mutu, saya berniat mendalami “Mutu” untuk jenjang lanjutan. Sekarang, semenjak debat Tobacco (juga didukung dengan pengalaman saat Workshop Tobacco Control Nasional di Bogor lalu), saya ingin sekurang-kurangnya pandai memperjuangkan agar supaya rokok diketahui sebagai “produk amazing yang membunuh bangsa ini”.

Dalam jangka pendek, saya mau konser tunggal ah. Tajuknya PD BERSAMA NILNA R. ISNA. Hahay…. Maksudnya begini, saya ingin seminar tunggal dengan saya sebagai pembicaranya untuk topik “Tobacco Control”. Konsep acaranya lebih kepada berdiskusi alias Public Discussion. Jadi tajuk acaranya Public Discussion bersama Nilna R. Isna dengan topik “Tobacco Control”. Hitung-hitung sharing ilmu buat teman-teman. (Semoga konsep ini diizinkan oleh ketua HIMA yang baru, Andrika Ariyoni. Dek, izinkan kakakmu ini berkembang. Hohohoho. Hahay….)

Harapannya, agar konsep acara ini pun bisa diteruskan kepada yang lain. Bulan ini PD bersama Nilna, bulan depan PD bersama (misalnya) Khairunissa atau Sevilla atau Prima atau Andrika atau Almizan atau Ahmad Fawzan atau dan lain-lain dengan topic yang berbeda-beda. (Sebanyak itu asset di PSIKM ha….) Nah, yang jadi peserta dan pemateri sesama mahasiswa aja. Dosen boleh ikut, tapi SKS 0. Hehe. Alias para dosen boleh ikut tapi nggak boleh ngasi komentar, jadi ini full pemikiran para mahasiswa saja. Ntar, kalau hasilnya udah ada, sebelum di booming-kan, baru deh bisa konsultasi dengan dosen. Mantap nggak tuh?

One thought on “Pengen Konser Tunggal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s