Coaching KKN Terakhir

Ayee, saatnya bikin diary lagi. Udah lama sekali nggak bikin diary. Udah lama juga nggak menulis di blog. Hari ini, terhitung 17 Mei 2010, saya akan tulis diary dan isi blog lagi…. Horray!

Minggu pagi ini saya harus ke kampus untuk Coaching KKN, semacam pembekalan kepada mahasiswa sebelum terjun ke lapangan KKN (Kuliah Kerja Nyata). KKN di Universitas Andalas ini cukup istimewa karena seluruh program studi dan fakultas tanpa terkecuali wajib KKN, meskipun sudah ada magang dan PBL (Pengalaman Belajar Lapangan) di prodinya masing-masing. Keistimewaannya karena satu kelompok akan terdiri dari berbagai bidang ilmu. Pokoknya dalam satu kelompok tidak boleh ada yang berasal dari fakultas yang sama. Para mahasiswa KKN pun disebar di berbagai pelosok desa (kalau di Sumbar namanya Jorong) yang ada di provinsi ini. Bahkan, untuk tahun ini, konon kabarnya, para mahasiswa KKN hanya akan ditempatkan di daerah pasca bencana (mengingat Sumbar baru saja ditimpa bencana alam gempa bumi, 30 September 2009 lalu).

Materi yang disampaikan hari ini adalah materi terakhir untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran. Fokus materinya adalah Gizi Buruk. Oow, rasanya hampir setiap semester saya bertemu dengan mata kuliah yang membahas Gizi Buruk ini. Memang, Sumbar masih tinggi untuk angka Gizi Buruk. Pak Zulkarnain Agus, dokter dan dosen senior yang juga ahli gizi serta perintis Kesmas Unand, yang menjadi dosen untuk materi kali ini. Saya telah berkali-kali mendengar kuliah beliau dan setiap beliau mengajar di kelas kami, apapun mata kuliahnya yang namanya Gizi Buruk tak pernah ketinggalan untuk dibicarakan. Untuk hal ini, saya appreciate kepada Pak Zul, beliau selalu memancing sensitifitas mahasiswa dalam setiap kuliah yang diberikannya.

Sebenarnya, kuliah untuk pembekalan KKN ini hanya 1 jam. Namun, berhubung para dosen yang memberikan materi untuk coaching selalu T-O-P B-G-T, maka kuliah pun sering lebih dari sejam. (Tapi kita mah, ayo aja, secara yang ngajar juga paten). Nah, 15 menit sebelum kuliah benar-benar berakhir, tepatnya pada saat jam kuliah seharusnya berakhir, teman saya yang paling imut : Pijut, masuk diam-diam dan langsung mendarat di salah satu kursi. Hehe.

Sebenarnya, saya pun tak jauh beda dengan Pijut. Akhir-akhir ini saya emang jarang banget datang ke kampus pagi-pagi (baca : jam 08.00 WIB) karena selain jadwal kuliah yang kebanyakan menjelang siang juga karena saya kebiasaan baputa-puta di rumah. Ada aja yang dipegang selama di rumah yang bikin saya telat ke kampus. Kayak tadi pagi, dengan iseng saya bersihin dapur, malah sempat-sempatnya ngobrol dulu ma ayah dan ibu sambil becanda-canda. Pas ibu minta bikinin mie rebus buat sarapan, saya baru ingat, “O iya, pagi ini Nilna coaching. Jam 9.” Pas liat jam udah pukul 08.45 WIB. Hebatnya, saya nggak buru-buru tuh, masih mandi dengan santai, berpakaian dengan santai, malah sempat-sempatnya “nyuri” Handphone ibu buat check notification facebook. Hohohoohhoo. Dassar!  Alhasil saya nyampe di kampus 09.45 WIB. Woow..!!!

Kabarnya juga banyak yang telat hari ini. Hehe. Nah, Pijut telat karena emang dia salah jadwal. Dikirainnya masuk pukul 10.00 WIB. Maka, Pijut pun dimaafkan. Lha saya? Sama sekali tak bisa dimaafkan!!!  Baik, kawan. Saya tak akan mengulangi ini lagi. Saya tidak akan terlambat untuk coaching KKN lagi. Karena coaching KKN berakhir hari ini. Hahahhahahha. <ketawa gag jelas>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s