Mari Bebaskan Tubuh dari Asap Rokok

DSCN5125Memperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia, banyak acara atau kegiatan yang digelar. Salah satunya, seminar dan Kampanye Gerakan Anti Tembakau yang diadakan oleh HIMA Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat KM FK UNAND. Kegiatan itu di adakan Sabtu (30/5) di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Denas Symond, MCN, sebagai pembicara dalam seminar itu memberi judul makalahnya dengan Remaja Dan Permasalahannya :Bahaya Merokok Pada Remaja Dan Lingkungan.  Dalam makalahnya, Denas mengurai panjang lebar tentang remaja hingga perilaku merokok.  Kemudian makalah tersebut ditutup dengan remaja dan perilaku hidup sehat.
Dengan demikian remaja dapat diharapkan menjadi remaja yang handal dan sehat. ”Remaja  harus  mengetahui  dirinya  memiliki  kekhawatiran  dan  harapan, dengan kata lain remaja harus mengerti dirinya sendiri. Faktor yang   berkembang   pada   setiap   remaja   antara lain fisik, intelektual, emosional, spiritual,” begitu tulisnya.
Sementara itu pembicara lainnya, dr. Melinda Wilma, menjelaskan tentang dampak rokok bagi fisiologi tubuh. Disebutnya, nikotin rokok berdampak pada sistem saraf, hormon dan ginjal. Juga zat yang menyebabkan kanker dan iritasi. Selain itu rokok juga berdampak pada paru-paru dan jantung, serta otak yang menyebabkan penyakit semisal stroke.
Menyangkut persoalan tembakau yang umumnya diracik dalam bentuk batangan bernama rokok ini serta apa yang harus dilakukan untuk mencegah bahaya merokok, Denas, yang juga Dosen PSIKM FK UNAND, mengatakan, bahwa yang paling utama adalah kebijakan pemerintah seperti perda rokok. Juga perlu dibentuk kelompok-kelompok penekan untuk mengurangi bahaya merokok ini. Bisa lewat kegiatan-kegiatan mahasiswa seperti dibentuknya duta anti tembakau, seminar, atau cara-cara lain. Jika memang pemerintah tidak berdaya. Pemerintah telah menggalakkan jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat). Nah, duta anti rokok atau siapapun yang peduli terhadap bahaya rokok bisa masuk lewat jamkesmas ini.
Kemudian, Shahidatul Adlin, Siswa SMPN 15 Padang, kelas IX.I, berpendapat, “Menurut saya, kota Padang harus membuat tempat-tempat merokok khusus dan melarang rokok di tempat-tempat umum.” Ini berhubungan dengan apa yang dijelaskan dalam seminar tadi, dampak rokok lebih banyak pada perokok pasif karena jumlah perokok pasif ternyata lebih banyak daripada perokok aktif. “Mengenai rokok sebagai sumber devisa, saya mengharapkan pemerintah bisa mengalihkannya pada yang lain,” lanjut Duta Anti Tembakau 2009 yang dipilih pada seminar anti rokok ini.
Sangat disayangkan sekali, ternyata masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang Hari Tanpa Tembakau, termasuk supir angkot. Ini terbukti dari kampanye yang dilakukan berkaitan dengan seminar tadi. Seperti If, sopir angkot jurusan Lurus-Pasar Raya Yang tidak tahu bahwa 31 Mei merupakan hari anti tembakau. “Saya tidak merokok. Kalau ada penumpang yang merokok, itu kan hak mereka. Tidak bisa pula dilarang merokok.  Bahaya merokok yang saya tahu adalah pitih kalua,” ujarnya sambil tertawa.
Begitu pula dengan Andi, rekan seprofesi If, yang juga  tidak tahu dengan hari anti tembakau. “Bila ada penumpang yang merokok pada peringatan hari anti tembakau, saya tidak bisa melarangnya. Saya tahu bahaya merokok tapi sekedar tahu saja. Saya kan tidak merokok!” kata sopir angkot jurusan Siteba-Jati-Pasar Raya ini.
Tidak jauh beda dengan If dan Andi, Djoko, sopir Angkot Jurusan Tabing-Pasar Raya, pun tidak tahu 31 Mei merupakan hari anti tembakau. “Saya kadang-kadang merokok, kadang-kadang tidak. Bahaya merokok antara lain gangguan kehamilan, stroke, kanker paru, dan lain-lain. Ada di bungkus rokok itu kan? Kalau ada penumpang yang merokok di angkot, ya dibiarkan saja. Lah tabiaso” katanya.
Barangkali peringatan Hari Tanpa Tembakau kalah populer dengan iklan rokok atau kecanduan masyarakat terhadap rokok. Namun, apapun itu, setiap orang pasti tahu dengan dampak dari tembakau (rokok). Mari, kita bebaskan tubuh kita dari asap rokok, paling tidak satu hari ini, dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau.
(Nilna R  Isna)

Sumber : Padang Ekspress, 31 Mei 2009

2 thoughts on “Mari Bebaskan Tubuh dari Asap Rokok

  1. aku cewe mekipun ngga merokok tapi tetap ja seperti merokok krna orang- orang yang tak tau sopan santun kapan dan dimana aja bebas mengepul-ngepulkan asap rokoknya di hadapnku,mau marah kadang dia itu orang tua atu sudah dewasa takutnya malah marah dan tersinggung (sry komennya telat)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s