Waspadai Flu Babi!

69910_flu_babiDunia dan peneliti dikejutkan dengan wabah flu babi (Pig Flu) yang melanda Meksiko dan beberapa negara bagian di Amerika Latin, tentara dikerahkan ke sejumlah penjuru Kota Meksiko untuk membagi-bagikan masker yang jumlahnya sekitar enam juta buah. Ribuan orang diduga telah terjangkit virus ini dan ratusan diantaranya berujung kematian.
Flu babi adalah penyakit pernapasan yang menjangkiti babi. Disebabkan oleh influenza tipe A, wabah penyakit ini pada babi rutin terjadi dengan tingkat kasus tinggi namun jarang menjadi fatal. Penyakit ini cenderung mewabah di musim semi dan musim dingin tetapi siklusnya adalah sepanjang tahun. Ada banyak jenis flu babi dan seperti flu pada manusia penyakit ini secara konstan berubah.
Flu ini disebabkan oleh virus bernama Orthomyxoviridae.  Virus ini digolongkan dalam virus influenza A subtipe H1N1, , H1N2, H3N1, H3N2, dan H2N3. Saat ini, subtipe H1N1 lah yang merebak ditemukan pada populasi babi. Inilah mengapa virus akibat flu babi disebut juga virus H1N1.
Sesungguhnya, flu babi sudah ada terjadi pada manusia setiap tahun yang biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi. Akan tetapi, saat ini pola penularan flu babi sudah mengalami perubahan yang dapat membahayakan, seperti yang telah terjadi di Meksiko. Beberapa peneliti dari WHO mengatakan, strain virus H1N1 A ini telah mengalami mutasi dari yang semula hanya dari hewan ke manusia, sekarang sudah bisa menular dari manusia ke manusia. Pada tahun 1918, di Spanyol strain H1N1 bergabung dengan strain H5N1 (virus flu burung) sehingga menjadi vIrus yang mematikan. Saat itu tercatat telah menewaskan sedikitnya 50 juta orang hingga tahun 1919 dan ini adalah sejarah terburuk manusia sehingga flu ini sering dikenal dengan Spanish Flu.

Penularan Antar Manusia
Babi sebagai sumber flu babi memiliki keunikan. Hewan ini tidak hanya dapat terinfeksi oleh virus flu babi, tapi juga virus flu yang berasal dari unggas dan virus flu manusia. Saat virus flu dari spesies yang berbeda menginfeksi babi, virus-virus tersebut dapat saling berkombinasi (tukar menukar elemen genetic) sehingga muncul virus baru.
Virus H1N1 sejatinya hanya mengenai babi, tetapi karena adanya mutasi maka virus ini berubah sifat sehingga mampu menginfeksi manusia. Penularan dari babi ke manusia terjadi karena adanya kontak dengan babi yang terinfeksi atau kontak dengan benda-benda yang telah terkontaminasi. Sedangkan penularan dari manusia ke manusia hampir sama dengan cara penularan flu biasa, yaitu melalui batuk atau bersin. Manusia juga dapat terinfeksi karena menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus flu babi dari dari orang lain, kemudian memegang mulut atau hidungnya.
Virus yang berubah di tubuh babi lebih mungkin menular ke manusia. Pasalnya, manusia dan babi sama-sama mamalia yang cenderung memiliki kesamaan. Sebaliknya, flu unggas tidak bisa langsung ke manusia. Di tubuh babi, virus mengalami perubahan dengan dua pola. Pola pertama berupa adaptasi. Apabila hal ini terjadi, dampaknya tidak terlalu berbahaya karena tidak ada perubahan struktur virus.Pola kedua berupa penyusunan ulang virus. Berdasarkan pola ini, virus bisa berkembang menjadi gabungan flu babi, flu unggas, dan flu manusia. Jika pola ini terjadi, tidak tertutup kemungkinan flu babi bisa berkembang di Indonesia. Salah satu pendukungnya adalah banyaknya peternakan ayam dan babi yang berdekatan.  Berbeda dengan flu burung, keganasan flu babi cepat menyebar. Dari sekitar 1.500 kasus di seluruh dunia, baru 150 berakhir dengan kematian. Virus flu babi cepat penyebar, tetapi daya rusaknya rendah. Sebaliknya virus H5N1 lambat menyebar, namun daya rusaknya amat tinggi. Kurang dari sebulan, H1N1 tipe Meksiko sudah menjangkiti ribuan orang. Sementara dalam tiga tahun, kasus H5N1 hanya tercatat sekitar 300 kasus di seluruh dunia.

Gejala Flu Babi
Gejala flu babi hampir sama dengan flu biasa, yaitu demam, lesu, kurang semangat, dan batuk. Selain itu juga dapat dijumpai gejala meler dari hidung, radang tenggorokan, mual, muntah, dan diare. Pada tahap lanjut, dapat dijumpai sesak napas. Kematian biasanya terjadi akibat adanya kegagalan pernapasan.
Pada babi yang terkena virus H1N1, gejala biasanya berupa peningkatan suhu tubuh, depresi batuk, keluar cairan dari hidung atau mata, bersin, susah bernapas, mata merah, dan tidak mau makan. (berbagai sumber/Nilna Rahmi Isna)

terbit di Tabloid P’Mails edisi 187

One thought on “Waspadai Flu Babi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s