Tangkal Bencana Radikal Bebas dengan Antioksidan

sumber-antioksidanSecara alami, tubuh memproduksi antioksidan untuk menetralisir dan mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel normal, protein dan lemak. Antioksidan melengkapi kekurangan elektron radikal bebas dan mengambat terjadinya reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas.
Antioksidan terbagi pada dua macam yaitu antioksidan endogen dan antioksidan eksogen. Antioksidan endogen didapat dari dalam tubuh yang telah secara alami membasmi radikal bebas. Antioksidan endogen ini menetralisir radikal bebas yang berlebihan itu sehingga tidak merusak tubuh.
Sedangkan antioksidan yang didapat dari luar tubuh untuk membantu melawan kelebihan radikal bebas disebut antioksidan eksogen. Antioksidan eksogen ini mencakup beta karoten, vitamin C, vitamin E, Zinc (Zn), dan Selenium (Se).
•    Betakaroten bisa didapat dari wotel, bayam, brokoli, kentang, labu, mangga, semangka, dan tomat. Betakaroten menambah jumlah sel yang melawan penyakit, sel pembunuh, dan sel T penolong, serta bermanfaat dalam memperlambat proses penuaan. Betakaroten juga akan merangsang sel imun dan makrofag agar dapat menghasilkan zat yang mematikan sel-sel tumor. Berdasarkan National Health Interview Survey (1992), rata-rata asupan beta karoten bagi laki-laki 2,9 mg/hari, sedangkan untuk wanita rata-rata 2,5 mg/hari. Untuk menurunkan risiko penyakit kronis, diperlukan 3-6 mg/hari.
•    Vitamin C bersumber dari buah-buahan dan sayur-sayuran, di antaranya jeruk, jambu batu, pepaya, brokoli, bayam, dan daun singkong. Konsumsi vitamin C diperlukan untuk meningkatkan pengeluaran sel darah putih dan antibodi yang melawan penyakit. Selain itu, ia berfungsi meningkatkan kadar interferon yang melindungi permukaan sel agar tidak dimasuki virus. Vitamin C dibutuhkan sebesar 75 mg/hari untuk perempuan, dan 90 mg/hari untuk laki-laki. Kebutuhan ini ditambah 35 mg/hari bagi perokok. Lain lagi untuk penderita diabetes (kencing manis). Mereka, yang tidak merokok, perlu mengonsumsi vitamin C sebanyak 200 mg/hari. Sementara penderita kencing manis yang merokok disarankan mengonsumsi vitamin C sebanyak 250 mg/hari.
•    Vitamin E banyak terkandung dalam minyak nabati terutama minyak kecambah, minyak bunga matahari, margarin, gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, telur, susu, apel, pisang, asparagus, bayam, kacang polong, dan sayuran hijau lainnya. Susu kedelai, tahu, dan tempe merupakan sumber vitamin E yang baik. Vitamin ini merangsang pengeluaran sel pembunuh yang mencari dan memusnahkan kuman serta sel kanker. Sumber makanan vitamin E banyak mengandung sitosterol, flavonoid, dan lesitin yang dianggap dapat membentu menurunkan kadar kolesterol darah. Kebutuhan vitamin E paling tidak 15 mg/hari. Namun untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler diperlukan asupan 30 mg/hari.
•    Zink (Zn) kaya dalam kepiting, hati sapi, daging sapi, sereal, lobster, ayam, kadang, susu, dan telur. Zink merupakan mineral yang akan menambah pengeluaran sel darah putih yang melawan penyakit dengan kuat. Zink juga meningkatkan sel-sel pembunuh kanker dan membantu sel darah putih memproduksi antibodi. Zink sebagai antioksidan berperan dalam struktur dan fungsi enzim di dalam tubuh. Enzim superoksida dismutase yang merupakan antioksidan endogen dapat melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Akan halnya zink, kebutuhan pada pria adalah 11 mg/hari, dan pada wanita 8 mg/hari..
•    Selenium (Se) bisa didapatkan dalam udang, tuna, lobster, telur, ayam, bawang putih, biji gandum, jagung, beras merah, nasi putih, dan sereal. Selenium menambah sel pembunuh dan mengaktifkan sel-sel yang melawan kanker.
Sayangnya sistem perlindungan dari dalam maupun dari luar tubuh sering tidak memadai karena terlalu banyaknya radikal bebas yang terbentuk seperti polusi udara, asap rokok, sinar ultra violet yang diproduksi sinar matahari, pestisida dan pencemaran lain di dalam makanan kita, bahkan karena olah raga yang berlebihan. Tampaknya kemana pun kita bergerak, berbagai senyawa dan keadaan tertentu, senantiasa membayangi kita dengan berbagai radikal bebas akibat ulah kita sendiri.  (Berbagai sumber/Nilna Rahmi Isna/*)

terbit di Tabloid P’Mails edisi 180, 22-28 Maret 2009

One thought on “Tangkal Bencana Radikal Bebas dengan Antioksidan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s