Siasati Anak Tak Takut Dokter

skintest3Wah, badan Chika panas. Sepertinya Chika demam. Tapi, bagaimana cara mengajak Chika ke dokter ya? Chika kan takut sekali pergi ke dokter? Mama Chika pusing tujuh keliling. Anak keduanya, Chika, yang masih kelas 2 SD demam panas. Suhu tubuhnya naik saat diperiksa lewat termometer. Mama Chika menyuruh Chika agar tidak sekolah saja hari ini. Gantinya, Chika harus pergi ke dokter. Akan tetapi, Chika menggeleng-geleng tidak mau.
Lalu, Mama Chika membujuk dan mengatakan bahwa Chika tidak akan disuntik. Chika tetap tidak mau. Setelah berpikir ke sana ke mari mencari trik, Mama Chika memutuskan untuk berbohong saja. “Ya, sudah kita tidak jadi ke dokter. Kita ke swalayan depan saja, ya,” ujar Mama Chika pada anaknya. Chika akhirnya mau. Akan tetapi, sepulang dari swalayan, Mama Chika malah membelokkan motornya ke tempat praktek dokter. Chika berontak, menangis meraung-raung. Mama Chika merasa menang dan Chika tetap bisa diperiksa dokter. Celakanya, Chika harus disuntik pula. Sejak saat itu, Chika benar-benar tidak mau diajak ke dokter dengan alasan apa pun.
Nah, sebenarnya ada tindakan lain yang bisa dilakukan Mama Chika untuk mengajak Chika ke dokter atau berobat tanpa membohonginya. Berikut ini tips-tips agar anak tidak takut dan mau dibawa ke dokter :
1.    Kenalkan anak dengan permainan dokter kecil. Anak yang diperkenalkan pada profesi dokter akan merasa dekat dengan dokter dan bahkan ingin menjadi dokter. Tanamkan kepada anak bahwa dokter adalah profesi yang mulia sehingga anak tidak menganggap dokter sebagai “tukang suntik yang jahat.” Selain itu, kenalkan juga anak pada alat permainan yang berhubungan dengan peralatan dokter, seperti stetoskop mini, suntik mainan, dan lain-lain. Ajak ibu atau ayah sebagai pasien dan anak sebagai dokter. Kalau perlu lengkapi juga dengan uang-uangan untuk membayar dokternya. Dengan begitu anak tidak takut lagi pada dokter dan alat-alatnya.
2.    Melalui cerita atau dongeng. Ceritakan pada anak tentang seorang anak yang tidak pernah sakit karena sering periksa ke dokter dan rajin minum obat. Anak tersebut dipuji-puji oleh guru karena tidak pernah libur sekolah, tidak seperti teman-temannya yang lain yang pernah libur karena sakit. Anak yang rajin pergi ke dokter itu juga jadi anak yang pintar karena belajarnya tak pernah terganggu oleh sakit. Tokoh dalam cerita atau dongeng tersebut bisa diganti dengan tokoh kesukaan anak-anak, bahkan artis favoritnya.
3.    Ketika anak terpaksa disuntik. Katakan bahwa sakitnya tidak lama. Sakitnya seperti digigit semut. “Masa’ anak mama takut sama semut?,” misalnya. Ungkapkan bahwa menyuntik itu untuk memasukkan obat ke dalam tubuh agar sehat. Jangan berbohong dengan mengatakan bahwa disuntik itu tidak sakit. Ketika anak disuntik, pastikan orangtua memeluk atau berada dekat dengan anaknya.
4.    Sebelum dilakukan pemeriksaan, ajak anak bermain-main di tempat praktek dokter yang bisa membuatnya senang. Misalnya, mengukur tinggi, menimbang berat badan, melihat gambar-gambar lucu yang biasanya ada di tempat praktek dokter anak, dan lain-lain.
5.    Setelah selesai diperiksa dan jika diizinkan dokter, bebaskan anak memegang alat-alat dokter yang tidak berbahaya seperti stetoskop dan jelaskan apa gunanya.
Jangan pernah berbohong pada anak. Karena justru kebohongan yang dilakukan akan membuat anak semakin takut dan trauma, baik terhadap dokter, puskesmas, rumah sakit, obat-obatan atau alat-alat kedokteran. Bila anak telah lulus dan tidak takut lagi pada dokter, berikan semacam penghargaan, seperti pujian, hadiahi dengan barang-barang yang disukainya, atau mengajak jalan-jalan.
(Nilna Rahmi Isna/ PSIKM Unand/*)

terbit di Padang Eskpres Minggu, 15 Maret 2009

One thought on “Siasati Anak Tak Takut Dokter

  1. Kenalkanlah pada anak-anak sedini mungkin dan beri penjelasannya sehingga tidak akan takut dikemudian hari.
    Dan janganlah menakuti-nakuti anak-anak karena dia akan mengingat selalu, ada kemungkinan, dia menjadi trauma.
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s