BERULANG TAHUN

35m1316m09mvUlang tahun, katanya, adalah hari di mana seorang lahir. Ada yang memaknai ulang tahun sebagai hari pertama membuka mata untuk dunia. Ada juga yang mengartikan ulang tahun sebagai hari untuk mengenang sudah berapa tahun hidup di bumi dan apa saja yang telah dilakukan selama itu. Sudah memberi manfaatkah atau jangan-jangan lebih banyak mudharat daripada manfaat.
Di negara kita, merupakan sesuatu yang istimewa untuk merayakan hari ulang tahun. Banyak di antara remaja yang merayakan hari jadinya dengan semacam pesta-pesta. Biasanya, ulang tahun dirayakan dengan pesta bersama teman dan keluarga. Berpesta memperingati bukti bertambahnya umur dan semakin dewasanya seseorang. Pesta itu dibuat dengan meriah, mengundang teman-teman, dan penuh sukacita. Tapi, ada pula yang merayakan ulang tahun dengan melakukan sesuatu yang beda, seperti mengunjungi panti asuhan atau makan bersama di sekolah anak-anak cacat.
Ada yang merayakan ulang tahun dengan “bersemedi” alias merenung. Namun, ada juga yang adem ayem saja di hari ulang tahunnya. Tanpa perayaan, tanpa makan-makan, tanpa lilin, hanya mengingat bahwa ini adalah hari ketika ia dilahirkan ke dunia. Tapi, bagaimana dengan pendapat teman-teman? Apakah ulang tahun patut dirayakan? Yuk, simak beberapa pendapat teman-teman kita tentang hari ulang tahun.
Divi Aulia dari SMA Adabiah Padang mengatakan ulang tahun perlu dirayakan karena menandakan pertambahan umur. Begitu juga dengan Widya Rahmadani yang menyatakan perlu karena moment-moment yang datang sekali setahun ini akan bisa dikenang pada tahun berikutnya. Pendapat lain diungkapkan Nadya Oetary yang akrab disapa Kibum. Siswi SMAN 3 Padang ini mengganggap bahwa hari ulang tahun itu “butuh” untuk dirayakan. “Hm, gimana ya? Ultah itu bukan perlu tapi butuh! Soalnya moment itu untuk memperingati hari lahir kita dan sekaligus hari baru bagi kita supaya lebih bisa menghargai hidup yang sudah diberi Allah S.W.T,” ujar Nadya.
Pendapat berbeda datang dari Cici Alevita yang akrab dipanggil Yuici. Menurut Yuici yang sekolah di SMAN 10 Padang ini, ulang tahun tidak perlu dirayakan karena yang paling penting adalah introspeksi diri tentang hal-hal apa yang sudah kita kerjakan selama ini. Sama halnya dengan M. Fadlilha Ghievary, siswa kelas X. Internasional SMAN 10 Padang, yang mengatakan tidak perlu merayakan ulang tahun karena hanya akan menghambur-hamburkan duit. Begitu juga dengan Sri Mutia, siswi SMAN 8 Padang ini mengatakan perayaan ulang tahun biasanya membutuhkan biaya yang cukup banyak. ”Jadi, daripada untuk ultah, mending untuk hal yang lain,” sebutnya. Dan seperti kata Vinda Monalisa, ”Mending duitnya ditabung buat masa depan.” Untuk menengahinya, Riska Ayuni, siswi SMAN 4 Padang, memberikan pilihan. Menurutnya, ulang tahun dirayakan atau tidaknya tergantung dari kondisi keuangan. “Kalau lagi bajir duit, nggak apa-apa merayakan ultah. Tapi, kalau “kanker” alias kantong kering, gimana cara ngerayainnya?” tandas Riska.
Maria Ulfa juga mendukung pendapat sebelumnya. Maria dari kelas X.4 SMAN 10 Padang ini berpendapat, “Ulang tahun nggak perlu karena selain menghabiskan uang, perayaan ulang tahun sama saja dengan merayakan pengurangan masa hidup kita. Semakin bertambah umur, waktu untuk hidup  juga semakin berkurang, kan?,” tegasnya dengan tanya. Sama halnya dengan Maria Ulfa, menurut Tika Rahayu di kelas XII Bahasa SMAN 3 Payakumbuh, ulang tahun tidak perlu dirayakan karena tidak penting dan membuat orang susah. “Jika ulang tahun itu dirayakan, akan bikin susah banyak orang. Terutama orang tua dan kita sendiri. Pesta itu cuma buang-buang waktu dan bikin capek saja. Lebih baik belajar, ya gak?,” ujarnya manis.
Wah, ternyata ulang tahun bisa jadi pro-kontra juga ya! Ada yang setuju dirayakan dan ada yang tidak setuju. Lalu, kalau memang dirayakan, pada umur berapa ulang tahun mesti dirayakan?
Menurut Deflia Mona Riza, ulang tahun itu mesti dirayakan pada umur 1 tahun dan 17 tahun. “Kalau umur 1 tahun menandakan kita sebagai balita dan 17 tahun menandakan kita sebagai remaja. Sweet seventeen gitu loh!,” ujar siswi SMAN 6 Padang ini. Misi Koto Chani, kelas XI SMAN 3 Payakumbuh, mengatakan ulang tahun sebaiknya dirayakan pada umur 13 tahun karena menurutnya pada umur tersebut seseorang akan lebih butuh perhatian dari orang sekitar, terutama orangtua, teman, dan juga guru.
Sementara itu, Maria Ulfa punya pendapat lain. Baginya umur yang pas untuk merayakan ulang tahun itu adalah umur 18 tahun dan 21 tahun. Lho? Soalnya kata Maria, pada umur 18 tahun seseorang sudah bisa merayakan ulang tahun beserta SIM dan KTP. “Kalau di umur 17 kan bisa ngantongin kedua barang itu, baru akan ngantongin,” ujarnya. Sementara di umur 21 karena pada umur itulah seseorang belajar dewasa. Ada juga teman kita yang mengatakan peringatan ulang tahun yang patut dirayakan adalah pada umur 20 tahun. Ia adalah Leli dari SMKN 5 Padang. Kenapa? ”Karena pada umur 20 tahun itu, kita bisa mengundang semua teman-teman mulai dari SD, SMP, SMA, kuliah, dan dari kalangan manapun sehingga kita bisa berbagi cerita dengan mereka,” cetus Leli.
Putra Ramadhona lain lagi. Siswa kelas X.4 SMA Don Bosco ini mewajibkan merayakan ulang tahun ketika kecil saja, sekitar umur 1 sampai 5 tahun. “Kalau udah remaja, kan malu merayakannya,” alasan cowok kelahiran 15 Maret 1993 ini. Selebihnya, teman-teman kita yang diwawancarai reporter P’Mails menjawab pada umur 17 tahun. Rata-rata teman-teman kita dari SMAN 1 Padang, seperti Lawra Dwi Pratiwi dan Prayogi Hardianto, serta Tika Rahayu dari SMAN 3 Payakumbuh mengatakan perayaan ulang tahun pada umur 17 tahun diharuskan karena pada umur tersebut terjadi masa peralihan dari remaja menuju pra dewasa.
Budaya di Indonesia, hari ulang tahun adalah sesuatu yang istimewa. Karena itu pula, di antara kita banyak yang tidak mau melewatkannya seperti hari-hari biasa sehingga dibuatlah acara pesta. Nah, apakah teman-teman pernah merayakan ulang tahun dengan berpesta?
Lawra Dwi Pratiwi menyebut pernah. Dara yang lahir di Padang pada 21 Desember 1993 ini merayakan ulang tahunnnya pada usia 7 tahun. Saat itu, ia mengadakan pesta di rumah dengan mengundang tetangga dan teman-teman. Kata Laura, ini bukan dia yang minta lho, tapi orangtuanya yang ingin merayakan ulang tahunnya. Prayogi Hardiyanto juga pernah merayakan pesta ulang tahun ketika masih SD, tepatnya berusia 10 tahun. Sama dengan Lawra, ulang tahun ke-10 itu dirayakan juga atas inisiatif orangtua. Bedanya, cowok yang hobi main gitar ini merayakan ulang tahunnya di sekolah bersama teman-teman sekelas. “Waktu itu nyanyi-nyanyi sama teman-teman, trus makan-makan, seru deh pokoknya!,” kenang Prayogi. Murniati, siswi SMTI Padang, pernah merayakan ulang tahunnya ketika berumur 10 tahun. Waktu itu ulang tahun Murni dirayakan di rumah pamannya, di Solok. Sedangkan Doni Hezron Marpaung merayakan ulang tahunnya di Ambacang. Saat itu, Doni merayakan ulang tahunnya ke-13. “Pestanya makan – makan dan berenang,” aku Doni yang hobi menggambar ini.
Nah, apakah peringatan ulang tahun hanya dengan berpesta?
“Selain pesta, kita juga bisa merayakan ulang tahun dengan memberi sumbangan ke panti asuhan,” tutur Lawra Dwi Pratiwi yang sekolah di SMAN 1 Padang.  Prayogi juga punya ide mulia lain di hari ulang tahun. “Menyumbang untuk anak yatim,” tuturnya kalem. Happy Astuti di SMAKPA punya cara yang lebih mulia, ”Membagi-bagikan buku pada orang yang tak mampu,” ujarnya. Atau seperti cara Widya Jufita dari SMAN 5 Padang yang menyarankan hari ulang tahun diisi dengan beramal dan bagi-bagi rezeki kepada yang kurang mampu.
Ulang tahun versi Maria Ulfa juga oke punya. Ia menganjurkan perayaan hari ulang tahun dengan ngumpul-ngumpul bareng keluarga sambil makan-makan sekaligus merenung. Syahda Yuliane, siswi SMAN 3 Payakumbuh, menganjurkan acara ulang tahun diisi dengan ngumpul-ngumpul bareng teman saja, jadi tidak perlu dengan berpesta. Senada dengan teman-teman lainnya, Siska Saputra dari SMAN 4 Padang mengatakan bahwa pada hari ulang tahun sebaiknya dimanfaatkan dengan merenung. ”Malah harusnya kita nangis di hari ulang tahun soalnya bertambah umur berarti berkurangnya jatah hidup kita di dunia,” ujar siswa kelas X.2 yang lahir 5 Desember 1992 ini.
M. Fadlilha Ghievary yang agak unik. Kelahiran Jakarta, 6 Agustus 1993 ini menyebutkan ada banyak cara merayakan ulang tahun tanpa pesta, misalnya makan-makan bareng orangtua dan ngitungin jumlah sms yang masuk. Lho? Hehe. Tapi boleh juga kan.
Nah, ada juga teman-teman kita yang menyikapi hari ulang tahun dengan tidak berpesta, tapi tetap mengeluarkan biaya alias duit. Ririn Kumela Sari, misalnya, siswi SMTI Padang ini mengganti pesta tersebut dengan mentraktir teman-temannya dan mengajak hangout bareng. Wah, kalau seperti itu, ngabisin duit juga jadinya ya?
Dari semua hasil wawancara P’Mails dengan beberapa pelajar di Sumatera Barat, ulang tahun adalah hari berarti yang patut diperingati. Akan tetapi, bagaimana cara memperingatinya yang harus diinap-inapkan. Ulang tahun boleh diperingati dengan merayakannya. Meminjam kalimat Tika Rahayu, “Boleh dengan pesta, asal wajar dan tidak melanggar norma-norma yang ada.” Atau seperti kalimat Misi Koto Chani, “Tanpa pesta pun boleh. Karena ulang tahun itu tidak hanya sekedar perayaan. Tapi, yang perlu kita pahami adalah maknanya, yaitu kita lebih memahami kehidupan kita di masa lalu dan memikirkan masa yang akan datang.” Ditambah lagi dengan kata bijak dari Nova Anggraini di SMAN 8 Padang. Katanya, “Berdoalah pada hari ulang tahun kepada Yang Maha Esa, semoga dengan bertambahnya umur, cara berfikir kita terhadap sesuatu semakin jelas dan semakin matang.” Mantap! (Nilna Rahmi Isna)

Laporan : Haibati Arizona, Dodi Prananda/SMAN 1 Padang, Oryza Yulvira Sandy/SMAN 5 Padang, HestI May Harse/SMAN 8 Padang, Fefri Zahilatul/SMAN 10 Padang, Halimah/SMTI Padang, Risha Ramadhani putri/SMA Adabiah Padang, Adhe Suhendra/SMAN 3 Payakumbuh.

One thought on “BERULANG TAHUN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s