Flu, Tak Perlu Obat

flu-main_full“Icha, Mama flu nih. Tolong beliin Mama obat flu ke warung ya!,” pinta Bu Aan yang menderita flu ringan kepada anaknya, Icha, sambil memberikan selembar uang seribu rupiah. Icha dengan patuh membelikan sang mama obat flu dengan merek yang sudah dihapalnya di warug terdekat. Fenomena seperti ini sering kita temukan di masyarakat. Dalam satu keluarga, apabila salah seorang terkena flu, yang lainnya dengan mudah membelikan obat flu ke warung dan flu akan berhenti esok atau lusanya. Padahal, flu ringan semacam itu tidak perlu diobati.
Mengapa tidak perlu obat?
Obat flu yang beredar di pasaran biasanya merupakan obat dari jenis antibiotik yang tidak bersifat mnyembuhkan tapi hanya mengurangi gejala. Semakin sering mengonsumsi, virus flu akan semakin resisten (kebal,-red) terhadap antibiotik. Kekebalan virus ini menyatakan konsumsi antibiotik tidak diperlukan lagi. Sayangnya, masyarakat kita cenderung menambah dosis obat karena dianggap satu tablet saja tidak cukup. Ini tentu sangat berbahaya karena bisa saja menimbulkan kematian akibat dosis yang terlalu tinggi. Selain itu, penggunaan antibiotik tidak tepat karena antibiotik diindikasikan untuk infeksi yang disebabkan kuman, bukan virus.
Flu atau influenza termasuk dalam kategori self limiting disease atau penyakit yang sembuh sendiri. Artinya, bila tidak terjadi komplikasi dengan penyakit lain, flu akan sembuh setelah 4-7 hari dengan atau tanpa antibiotik. Oleh karena itu, tindakan yang tepat untuk meringankan gejala flu hanyalah beristirahat yang cukup, banyak minum air putih, dan mengurangi kegiatan fisik. Untuk makanan, pilihlah makanan dengan energi dan protein tinggi, serta memperbanyak konsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin.
Meminum air putih sebanyak mungkin dianjurkan karena ketika flu tubuh akan kehilangan banyak cairan. Selain itu, juga bisa meminum jus atau sari buah yang akan mengurangi rasa kering di tenggorokan, mengencerkan dahak, dan membantu menurunkan demam.  Bagi penderita flu yang disertai nyeri tenggorokan disarankan serig-sering berkumur dengan air garam.
Agar Tidak Terkena Flu
Virus flu dapat dengan mudah menyebar melalui udara. Untuk itu, prlu dibiasakan mencuci tangan dengan sabun setelah selesai beraktivitas karena virus paling mudah lengket di tangan tanpa kita sadari. Kemudian, jaga selalu daya tahan tubuh dengan cukup istirahat, cukup tidur, makan makanan bergizi, olahraga teratur, minum air putih minimal 8 gelas sehari, serta cukupi kebutuhan vitamin C.
Flu yang diwaspadai
Meskipun flu bisa sembuh sendiri, bukan berarti gejala flu diabaikan. Flu baru diwaspadai apabila disertai dengan demam tinggi, sesak napas, gangguan pencernaan, diare, dan muntah-muntah. Flu dengan gejala seperti ini berarti telah terkomplikasi dengan penyakit lain seperti pneumonia atau encephalitis (infeksi otak,-red). Apabila terdapat satu atau lebih gejala flu berat yang disebut di atas, maka sebaiknya penderita segera di bawa ke puskesmas atau dokter terdekat untuk diperiksa lebih lanjut. (Nilna Rahmi Isna/Kesehatan Masyarakat Unand/*)

terbit di Harian Pagi Padang Ekspres Minggu, 15 Februari 2009

4 thoughts on “Flu, Tak Perlu Obat

  1. Pingback: Flu, Tak Perlu Obat « rizqirazzaq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s