Ahli Kesehatan Bicara Gizi Remaja

Azrimaidaliza, S.KM, M.KM & Fivi Melva Diana, S.KM
(Staf Pengajar Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas)

Bagaimana pertumbuhan remaja usia sekolah SMP dan SMA, Bu?
Remaja adalah perempuan berusia 10-18 tahun dan laki-laki berusia 12-20 tahun. Pada usia tersebut, pertumbuhan remaja sangat cepat seiring dengan dialaminya pubertas. Remaja membutuhkan asupan gizi yang cukup karena aktivitas fisik remaja yang tinggi, seperti ekstrakulikuler yang banyak, kurikulum sekolah yang padat, apalagi ditambah dengan mengikuti berbagai macam les. Otomatis, remaja  lebih banyak membutuhkan asupan kalori. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia, remaja membutuhkan sekitar 2050 sampai 2500 kkal dan protein 50 sampai 60 gram sesuaidengan pertambahan umurnya.

Apa pendapat ibu dengan remaja yang melakukan diet?
Jika melihat banyaknya aktivitas remaja, diet sangat tidak bagus untuk pertumbuhan remaja. Karena asupan gizi yang masuk tidak seimbang dengan asupan gizi yang keluar. Lagipula banyak remaja yang salah mengartikan diet.

Salah mengartikan diet, bagaimana maksudnya, Bu?
Kebanyakan remaja mengartikan diet dengan menyingkirkan kalori, yaitu tidak makan sumber karbohidrat dan lemak. Ini tentu salah karena kalori sangat dibutuhkan oleh tubuh, terutama untuk sel-sel otak. Ada pula remaja yang melakukan diet ekstrim, yaitu langsung tidak makan atau mengurangi porsi makan secara drastis.Yang biasanya makan dua piring langsung menjadi setengah piring. Efeknya, remaja yang melakukan diet ini langsung lemas, bisa kepada gejala anemi gizi. Kesalahan diet lain, ada remaja yang berdiet dengan tidak makan nasi tapi memperbanyak makan camilan. Tidak makan pagi, siang, sore tapi banyak makan biskuit dan coklat. Diet yang seperti ini malah menjadi tidak berarti. Malah lebih gawat karena bisa menyebabkan overweight atau obesitas.

Lalu, diet yang benar itu seperti apa?
Jika memang mau melakukan diet juga, terutama yang status gizi lebih atau obers, yang harus dilakukan adalah mengurangi kadar kalori, bukan menyingkirkannya. Kadar kalori, terutama karbohidrat dan lemak, harus dibatasi. Bahan makanan yang tidak boleh dilupakan adalah protein. Untuk membatasi porsi atau kadar bahan makanan tersebut harus dilakukan step by step alias bertahap untuk adaptasi tubuh. Diet yang imbang juga harus disertai dengan rutin berolahraga. Lakukan olahraga selama 30-60 menit minimal 3 kali seminggu. Juga jangan lupa konsultasi dengan ahli gizi.

Bagaimana dengan remaja yang tidak diet tapi malas makan?
Malas makan kadang disebabkan faktor psikologis. Bagi remaja yang malas makan , sebaiknya banyak memakan makanan yang mengandung Zink (Zn) seperti ikan, gandum, sereal, atau produk susu. Remaja yang malas sarapan cenderung berlebih porsi makannya pada saat makan siang. Nah, ini bisa menyebabkan obesitas lagi. Sebaiknya remaja tetap sarapan karena tubuh membutuhkan minimal 400 kalori di pagi hari yang bisa diasup dari roti atau nasi.

Apa yang harus dilakukan remaja untuk mendapatkan tubuh yang ideal dan sehat itu?
Makanlah makanan yang seimbang dan variatif, dan banyak mengonsumsi serat seperti sayur dan buah-buahan. Asupan makanan harus sesuai dengan angka kebutuhan dan kecukupan gizinya dengan mempertimbangkan aktivitas. Ingat, setiap individu berbeda-beda angka kecukupan dan kebutuhan gizinya. Kurangi ngemil dan rajin berolahraga. Olahraga yang dilakukan bisa olahraga ringan, seperti jogging dan aerobik.

Apa efek pada remaja yang diet atau malas makan?
Remaka yang berdiet dengan mengurangi jumlah konsumsi makana dari yang seharunya dan tidak variatif akan berdampak pada status gizi dan kesehatan remaja, seperti pertumbuhan remaja terganggu, gangguan pencernaan dan reproduksi. Remaja juga bisa menderita anorexia nervosa dan bulimia nervosa yang bila terjadi dalam jangka waktu lama dan tidak segera diatasi  bisa bermuara pada kematian. Remaja dengan pola diet yang salah akan menyebabkan terjadinya penumpukan lemak di pembuluh darah yang bisa memicu timbulnya penyakit degeneratif seperti diabetes, kanker, hipertensi, serta penyakit jantung. Lemak yang menumpuk juga bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang bisa menyebabkan stroke. Sedangkan remaja yang malas makan bisa terkena penyakit gastritis atau tukak lambung.

(NILNA RAHMI ISNA)

terbit di Tabloid P’Mails edisi 176

2 thoughts on “Ahli Kesehatan Bicara Gizi Remaja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s