Kalender Muhammadiyah Salah Mewarnai Tanggal

Hari Minggu yang lalu, saya diminta bapak (kakak ayah), yang juga pengurus Mushalla, untuk membuat surat undangan. Surat itu berisikan bahwa pengurus Mushalla mengundang warga sekitar untuk bersama-sama mengikuti ceramah agama pada hari Minggu malam, 8 Februari 2009, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad S.A.W.. Saya mengangguk menandakan “iya” dan langsung mengetik surat yang dimaksud bapak.
Memang, hari-hari sebelumnya saya telah menandakan tanggal 7 Februari 2009 sebagai tanggal merah. Kalender Muhammadiyah mewarnai angka 7 itu berwarna merah dan menuliskan keterangan di bawahnya sebagai Maulid Nabi Muhammad S.A.W.. Kalender yang juga menyertakan tanggal tahun Hijriah di bawah tanggal tahun masehi itu menunjukkan angka 12. Saya ‘heeh’ saja, toh Maulid Nabi Muhammad jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun Hijriah.
Undangan tersebut telah selesai diketik, diprint, dan ditandatangani oleh pengurus yang bersangkutan.
Tapi, siang tadi, sewaktu pulang dari pasar bersama ibu, ibu saya nyeletuk, “Nilna, kok udah Maulid Nabi aja ya? Bukannya tahun baru Hijriah baru akhir Desember kemarin? Baru masuk bulan dua. Kan masih bulan Shafar?”
Saya bengong. Mikir. Iya juga. 1 Muharam 1429 H jatuh tanggal 29 Desember 2008. Dihitung ke belakang, baru 30an hari yang lalu. Semestinya untuk mencapai bulan Rabiul Awal setidaknya harus melewati 50an hari. Saya hanya memikirkan ini di dalam hati.
Pada ibu, saya jawab, “Tapi Nilna liat di kalender Muhammadiyah emang tanggal 7 warnanya merah, Peringatan Maulid Nabi. Ntar deh dicheck lagi.”
Ibu masih heran dengan kalender yang saya lihat dan perhitungannya sendiri. Di rumah saya, ada empat kalender. Tiga kalender dari calon legislative dan 1 kalender dari Padang Ekspres. Di rumah bapak juga ada beberapa kalender. Kebanyakan kalender caleg. Tapi, yang menjadi panutan adalah kalender Muhammadiyah.
Sebelum pulang ke rumah, saya mampir dulu ke rumah Bapak yang jaraknya hanya beberapa rumah dari rumah saya. Saya check kalender. Ternyata benar. Benar Salah. Maksudnya, benar kalau kalender Muhammadiyah salah mewarnai tanggal.
Kalender Muhammadiyah itu jelas-jelas mengatakan bahwa Ijtima’ 1 Rabiul Awal jatuh pada 29 Februari 2009. Berarti Maulid Nabi Muhammad baru jatuh pada Maret 2009. Memang, di bawah angka 7 Februari tertera angka 12 dalam tulisan Arab. Akan tetapi tanggal 12 yang dimaksud adalah 12 Shafar. Sementara 12 Rabiul Awal baru jatuh pada 9 Maret 2009. Anehnya, tanggal 9 Maret pada kalender Muhammadiyah, juga diwarnai merah. Di bawahnya ditulis 9 Maret sebagai Maulid Nabi Muhammad. Berarti, pada tahun ini, di kalender Muhammadiyah, ada dua kali Maulid Nabi Muhammad. Ah, ada-ada saja.
Saya sampaikan ini pada bapak. Bapak baru juga nyadar setelah saya beritahu. “Bagaimana ini? Masa’ salah menulis tanggal?,” keluh Bapak. Saya cengengesan. Tak hanya Bapak, pengurus lain, warga sekitar, dan juga Ustadz yang akan mengisi ceramah, serta saya dan ibu juga ikut terkecoh dengan kealpaan kalender Muhammadiyah. Mungkin, masih banyak lagi orang yang tersesat karena ini.
“Surat undangannya diketik lagi ya,Pak,” ujarku pada Bapak.
“Sudah diperbanyak, Nilna,” jawab Bapak lemas.

2 thoughts on “Kalender Muhammadiyah Salah Mewarnai Tanggal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s