Tentang Pendidikan Masa Depan

public-health-21Beruntung sekali, hari ini saya bisa konsultasi dengan dua orang dosen sekaligus. Lebih tepatnya disebut curhat. Curhat ini ternyata bermanfaat sekali bagi saya terutama untuk menentukan pemilihan peminatan yang akan saya ambil di semester V nanti.
Kedua dosen itu adalah Bapak Aria Gusti, S.KM, M.Kes yang merupakan pembimbing akademik saya dan Bapak Defriman Djafri S.KM, M.KM yang kebetulan satu ruangan dengan Pak Aria. Menurut Pak Aria, saya cocok mengambil peminatan Kesehatan Lingkungan (Kesling) karena melihat tulisan-tulisan saya yang menjurus ke Kesling. Tapi, saya agak sangsi, mengingat apa yang akan saya lakukan di dunia kerja nanti. Rasanya, terlalu berat untuk seorang wanita. Lagipula, peminatan Kesling belum ada di PSIKM Unand.
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (PSIKM) Universitas Andalas baru memiliki 2 peminatan untuk jalur A (jalur mahasiswa lulusan SMA) dan 4 peminatan untuk jalur B (jalur mahasiswa lulusan D3 Kesehatan, Akper, atau Akbid). Untuk jalur A, seperti saya, peminatan yang ada adalah Epidemiologi dan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan.
Epidemiologi merupakan ibu dari public health (kesehatan masyarakat,-red), begitu yang disampaikan Pak Deff dan juga dari beberapa literatur yang saya baca. Epidemiologi adalah ilmu dengan tiga hal pokok, yaitu mengukur frekuensi , mengelompokkan penyebaran, dan menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi suatu masalah kesehatan. Sementara defenisi dari kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, dan efisiensi melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk meningkatkan sanitasi lingkungan, kontrol infeksi di masyarakat, pendidikan individu tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan, untuk diagnosa dini, pencegahan penyakit dan pengembangan aspek sosial, yang akan mendukung agar setiap orang di masyarakat mempunyai standar kehidupan yang adekuat untuk menjaga kesehatannya. Jelas, tujuan utamanya adalah mencegah dan epidemilogi menemukan cara mencegah masalah kesehatan itu dengan menemukan faktor-faktor penyebabnya. Tak salah, jika epidemi iologi disebut intinya kesehatan masyarakat.
Sedangkan ilmu Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) lebih kepada manajemen kesehatan. AKK juga merupakan tetua dari kesehatan masyarakat. Ilmu AKK hanya ada pada S1 ilmu Kesehatan Masyarakat. Berbeda dengan Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lingkungan, Gizi, dan beberapa ilmu lainnya yang juga bisa dipelajari di Akademi Kebidanan, Akademi Keperawatan, atau sekolah tinggi kesehatan.
Terhadap peminatan Kesling, Pak Aria mengajukan satu syarat kepada saya. “Apakah Nilna suka berlama-lama di labor?” Saya menjawab ‘tidak’. Kemudian, Pak Aria mengatakan bahwa seorang tamatan Kesling atau bisa disebut sanitarian akan berlama-lama dalam labor menghitung ini-itu di dunia kerjanya nanti. Dengan demikian, Kesling sudah tercoret.
Kemudian epidemilogi. Kedua teman akrab saya, Prima dan Karina, sebenarnya sama ragunya dengan saya. Akan tetapi, mereka lebih kuat ke epidemiologi, jika memang peminatan Kesling belum dibuka. Sementara saya, agak kurang sreg dengan epidemiolodi. Kurang greget saja. Rasanya, di public health ini, apapun jurusan, tidak akan jauh-jauh dari ilmu epidemiologi. Jadi, saya tidak perlu takut, tidak paham epidemiologi. Selain itu, buku-buku epidemiologi juga asyik dibaca sehingga saya bisa paham (mungkin) tanpa harus berada di kelas.
Pada dasarnya, saya berminat pada AKK. Cita-cita pertama saya saat mengisi formulir SPMB dan memilih Kesehatan Masyarakat sebagai pilihan pertama adalah Kepala Puskesmas atau Kepala Rumah Sakit. Istilah Pak Aria, ‘manajer’. Menurut Pak Aria dan Pak Deff, di AKK, seorang Public Health harus paham semua bidang ilmu kesehatan. Ini yang saya inginkan, saya ingin tahu semuanya. Tidak salah satu atau salah dua. Sekarang, Cita-cita menjadi manajer rumah sakit menjadi urutan pertama di urutan cita-cita saya, menggantikan dokter. Cita-cita kedua saya adalah dosen. Cita-cita ketiga penulis hebat. Dan masih ada tujuh cita-cita lagi yang saat ini menjadi target saya (untuk cita-cita ini, tunggu tulisan saya berikutnya).
Untuk studi S2, saya tertarik nama belakang saya dilabeli M.ARS (Magister Administrasi Rumah Sakit). Kabarnya seorang M.ARS lah yang akan menjadi pemimpin rumah sakit. Awalnya, saya ragu, jangan-jangan kalau S2 saya M.ARS, saya tidak bisa menjadi dosen. Ketika ngobrol-ngobrol dengan Bu Azrimaidaliza, dosen saya juga yang akrab dipanggil Bu Minda, beliau mengatakan yang diprioritaskan menjadi dosen adalah yang studinya linier. Tapi, kata Pak Aria, Pak Deff, dan Bu Minda juga, M.ARS dan AKK masih satu rumpun. Jadi, tak perlu khawatir, kesempatan jadi dosen tetap terbuka lebar.
Yah, walaupun penjurusan atau peminatan baru dimulai semester V, tapi saya harus “berbingung-bingung” ria sekarang. Daripada bingung nanti dan terjebak oleh waktu “istikharah” yang sempit, lebih baik bingung sekarang, bukan?
Alhamdulillah, saya kembali kuat untuk memilih jurusan AKK. Semoga apa yang saya pilih ini benar dan terbaik untuk diri saya dan memberi manfaat bagi orang lain. Mohon doanya.
Terima kasih Pak, Bu. Waktu untuk curhatnya sangat membantu.

7 thoughts on “Tentang Pendidikan Masa Depan

  1. Hmm…pilihan yang cukup sulit, teman. Apapun pilihannya, tetaplah fokus dan bersungguh-sungguh. Insya Allah akan sukses tuh…Hwhehehe…Semoga berhasil yak! Selamat berjuang!

    ———-
    nilna say : Makasi Opie…. Smoga qta sama2 berhasil. Selamat berjuang juga!

  2. iya nilna, sama si juga bingung….
    kok sama ya, si juga kepikiran mw ambl akk dan MArs…
    mdh2an kt berhasil ya na, gantikan dokter, jd dirut RS..
    he…he…amin…gmn sich caranya spy bs dkt gt dgn dosen???

    ———-
    nilna say : Amin. Gimana cara dekat sama dosen? Apa y? Kunci utamanya jujur dan tidak neko-neko, disamping mencari waktu yang tepat untuk konsultasi. Pada dasarnya, semua dosen care/peduli kepada semua mahasiswanya, lho.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s