Vitamin A sebagai Antioksidan

vitamin-aVitamin A terkenal sebagai antioksidan hebat yang mampu berperang melawan kanker yang disebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh.Vitamin ini tersedia pada sumber makanan hewani dalam bentuk retinol dan pada sumber makanan nabati dalam bentuk beta-karoten. Sebagai antioksidan, beta-karoten lebih memainkan peran. Ia merupakan agen yang sangat efektif dalam menstimulasi sistem kekebalan untuk melindungi tubuh. Beta-karoten adalah penetralisir yang sangat fisien terhadap oksigen berselubung radikal bebas.
William L. Fischer dalam How to Fight Cancer and Win, seperti yang dilansir dari http://www.geocities.com, mengatakan beta-karoten baik sebagai pencegah maupun pengobat kanker yang aktif. Beta-karoten telah menunjukkan efektivitasnya dalam menghancurkan lapisan lendir pelindung sel kanker. Itu sebabnya mengapa betakaroten juga sebagai mekanisme pertahanan tubuh alamiah. Beta-karoten pada vitamin A banyak terdapat pada wortel. Fischer mengatakan bagi mereka yang secara teratur memakan wortel, diramalkan mengalami penurunan jumlah sel kanker-kanker tertentu yaitu sampai 80% pada kanker paru-paru dan bronkus dan sampai 55 % pada kanker usus besar.
Disamping sebagai antioksidan, vitamin A memiliki fungsi penting untuk pemelihataan sel korna dan epitel penglihatan.Sumber utama vitamin A memang berasal dari nabati yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan. Sayur-sayuran yaitu yang berwarna kuning dan hijau, seperti bayam, labu kuning, wortel, dan ubi. Sedangkan buah-buahan yang berwarna merah dan kuning, seperti pisang, mangga, dan pepaya. Dari sumber hewani, vitamin A terdapat pada susu, daging ayam, telur, dan hati.
Kekurangan vitamin A menimbulkan dampak yang serius terhadap mata. Ia dapat menyebabkan rabun senja dan katarak. Kekurangan vitamin ini juga dapat mencegah pertumbuhan tulang, atau menyebabkan perubahan bentuk tulang, membentuk celah dan kerusakan pada gigi dan terhentinya pertumbuhan sel-sel pembentuk gigi. Anemia merupakan akibat lain dari kekurangan vitamin A karena biasanya kekurangan vitamin A diikuti dengan kekurangan protein dan mineral seng. Sebagai tambahan, vitamin A yang kurang dalam tubuh mempengaruhi sistem tulang dan syaraf, dan dapat mengakibatkan kelumpuhan
Kelebihan vitamin A juga tidak baik karena akan mengakibatkan terjadinya penimbunan vitamin A dalam organ tubuh yang akan menyebabkan turunnya nafsu makan, kerontokan rambut, gatal pada kulit, mudah marah, lelah, susah tidur, dan sakit pada tulang dan kepala. Gejala kelebihan vitamin ini biasanya jarang terjadi, hanya terjadi jika sesorang kelebihan menggunakan suplemen. (berbagai sumber/Nilna Rahmi Isna/Kesmas Unand)

diterbitkan di P’Mails edisi 169

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s