Susahnya Jadi Anak Tunggal

Susahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeettttttttttttttttttttt.

Gimana gag susah, seluruh keinginan orangtua untuk anaknya terpusat pada satu orang sajah. Saya, contohnya. Di akademik, saya harus oke. Di organisasi, saya juga harus oke. Sebagai anak yang tergabung dalam keluarga besar, saya harus pandai menjaga hubungan dan menjalin silaturahmi. Saya harus pandai berenang dan menyetir. Saya harus punya daya seni tinggi. Saya harus up to date dan ahli dalam menghadapi permasalahan-permasalahan teknologi. Saya harus pandai menggambar. Saya harus bisa memasak masakan yang lezat. Saya harus pandai mendisain kamar, rumah, arsitek gitu lah. Saya harus pandai menjadi pembicara di mana saja, termasuk jadi penceramah di mesjid. Saya harus mengerti filsafat, sosiologi, antropologi, dan psikologi manusia. Saya harus paham agama. Saya juga harus pandai memperbaiki laptop yang hang atau printer yang rusak. Saya juga harus bisa memanjat.
Intinya, saya harus bisa apa saja. Karena saya ini seorang. Karena saya ini si sulung dan si bungsu. Karena saya ini perempuan dan laki-laki. Karena saya satu-satunya.
Saya harus ini dan saya harus itu. Terutama sekali, saya harus pandai membagi waktu.
Sebagai anak yang baik dan tidak ingin mengecewakan orang tuanya. Saya merasa sangat bersalah ketika tidak bisa memenuhi salah satu saja keinginan orang tua. Maka, saya mati-matian memenuhi keinginan orang tua yang berjubel banyaknya ituh.
Huuf, terasa sangat melelahkan. Tapi saya harus. HARUS!
“Jika kamu yakin kamu bisa. Maka, kamu pasti bisa!”

13 thoughts on “Susahnya Jadi Anak Tunggal

  1. sis

    gw juga anak tunggal ko, gw laki-laki pula, tanggung jawab gw besar banget! membiayai keluarga gw ama membiayai anak istri gw kelak

    tapi gw enjoy aja, toh ini takdir gw

    just enjoy your world

    gw tw kalo tuhan itu adil dan gw juga tw ini jalan hidup gw

    biarkan hidup mengalir seperti air, tapi jangan sampai terbawa aliran air yang tidak jernih

    sok dewasa gini ya gw😛 hehe

  2. owwh…jd nilna anak tunggal ya…
    asik donk…ga ada adek yg ngejitak2 qt..
    atau pnya niat pgn ngebacok seorg adek, kalo pnya. .nh saia kshn adek saia…
    wakakakakak

  3. TIdak hanya jadi anak tunggal yang susah… Anak pertama juga susah !! Hehe…

    ———-
    nilna say : setelah ngobrol singkat sama Yudi (junior d kampus yang jg anak tunggal,-red) dan baca comment2 yang udah ada, kayaknya jika semua yang diingat2 sulit doang, semuanya bakal jadi sulit. Kalau yang diingat enaknya, semuanya juga bakal enak. So, ubah mindset!

  4. sebagai sesama anak tunggal,,
    saya mau protes,,,tidak ada itu namanya anak tunggal itu susah,,,
    malah lebih banyak enaknya
    kakak sich,,bikin yg susah2ny aza
    bikin juga donk,,”enaknya jadi anak tunggal”
    gmn?

    ———-
    nilna say : Hyaah…, ada yang protes rupanya. Anak tunggal emang lebih banyak enaknya daripada nggak enaknya. Tapi, kalau yang enaknya aja yang ditulisin, kan nggak enak. Hhehe. Konon kabarnya, kabar nggak enak lebih enak, kabar enak lebih nggak enak. Lho?

  5. sis .. saya juga anak tunggal .
    mau curhat dikit boleh hehe
    (+) : apa yg kita mau cepat / lambat pasti terkabul yakin , hehe . perhatian ortu lebih

    (-) : gak ada teman bercanda . kesepian @_@

  6. Aku juga anak tunggal,kdang aku ngerasa kesepiaan,pi yah disyukurin aja toh hdup dah ada jalanya masing-masingg..pi aku brsyukur orang tuaku gag pernah nuntut aku tuk bisa inih dan ituh.santai aja ah enjoy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s