Gedus dan Perang Sampah di SMPN 29 Padang

GEDUS (Gerakan Dua Ratus) dan Perang Sampah merupakan gerakan yang patut ditiru dari SMPN 29 Padang. Sekolah yang memiliki sebuah mushalla di lingkungan sekolahnya ini, mengajak seluruh siswanya untuk berinfak sedari dini melalui gerakan yang disebut Gedus atau gerakan dua ratus. Artinya, setiap hari masing-masing siswa diwajibkan mengeluarkan uang sebesar dua ratus rupiah untuk disedekahkan. Sedekah ini nantinya akan digunakan untuk pembangunan mushalla dan kegiatan islami lainnya, seperti muhadharah dan belajar Al-Quran.
Selain Gedus, ada lagi yang disebut dengan gerakan perang sampah. Gerakan ini mendidik siswa-siswi untuk peduli lingkungan. Caranya dengan mengumpulkan sampah setiap hari. Disamping itu, juga diadakan gotong royong bersama pada waktu-waktu tertentu. Jadwal piket juga diberlakukan untuk menciptakan kelas sebagai tempat belajar yang nyaman. Agar suasana belajar lebih kondusif lagi, SPMN 29 melakukan budidaya tumbuhan dengan menanam tanaman pelindung agar keasrian sekolah dapat terjaga. Nantinya setiap bulan, OSIS yang diketuai oleh Riko Putra, akan mengadakan lomba K6 antar kelas. Semua kegiatan berbudaya lingkungan ini dilaksanakan secara disiplin dengan kesadaran.  “Melalui gerakan ini, Insya Allah tujuan untuk mewujudkan sekolah sehat bisa tercapai,” harap Yan Hendrik S.Pd, Wakil Kurikulum SMPN 29 Padang.
Setiap hari, siswa-siswi SMPN 29 Padang dididik untuk berbudaya sopan dan rapi yang tercermin dari cara berpakaian, berbicara, dan bersikap. Dari segi kebudayaan minang, sekolah melestarikannya melalui ekskul randai yang dibimbing oleh guru kesenian. Tradisi minangkabau lainnya yang dilestarikan adalah silek  yang mana setiap anggotanya berlatih setiap minggu. Selain latihan silat, juga ada latihan taekondo, paskibraka, paduan suara, pramuka, sepakbola, basket, dan volley. Kegiatan-kegiatan ini merupakan ekstrakulikuler yang masuk ke dalam program mingguan OSIS SMPN 29 Padang yang disusun oleh Amril, S.Pd selaku pembina OSIS SMPN 29 Padang.
Untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa-siswi di sekolah ini, sekolah memprogramkan kegiatan wirid jumatan . Wirid ini dilaksanakan setiap Jumat pagi di lapangan upacara bendera. Menariknya, yang menjadi penceramah berasal dari siswa-siswi itu sendiri. “Untuk acara wirid Jumatan, setiap lokal digilirkan dengan menunjuk salah satu teman sekelasnya untuk menjadi pembawa muhadharah (pidato),” tutur Drs. Yuliusman, koordinator imtaq SMPN 29 Padang.
Tak hanya wirid jumat, setiap pagi, siswa-siswi SMPN 29 melantunkan asmaul husna sebelum memulai aktivitas belajar mengajar. Siang harinya, pihak sekolah menerapkan sholat dzuhur berjamaah setiap hari di sekolah. Sementara itu, dalam setiap minggu, OSIS di bawah komando koordinator imtaq melaksanakan kegiatan belajar Al-Quran dalam bentuk TPA dan TPSA. TPA ditujukan kepada siswa-siswi yang belum mahir membaca Al-Quran. TPSA diperuntukkan kepada pelajar yang sudah lancar membaca Al-Quran. Keduanya, TPA dan TPSA, dilaksanakan dua kali seminggu, yaitu rabu dan kamis.
Pendidikan ekstra akademik ini diterapkan oleh Kepala Sekolah, Drs. Jupen M.Pd dengan maksud agar semua pelajar tahu dengan sopan santun, berbudi pekerti luhur dengan iman dan taqwa, mencintai lingkungan, dan membudayakan adat minang. (Nilna Rahmi Isna)

diterbitkan untuk tabloid P’Mails edisi 152

One thought on “Gedus dan Perang Sampah di SMPN 29 Padang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s