Selamat Ulang Tahun, P’Mails!

Tulisan ini didedikasikan kepada yang pernah singgah, menumpang, tinggal, dan hidup di P’Mails

7 Agustus 2005

Redaksi P'Mails angkatan 2005

Redaksi P'Mails angkatan 2005

“Yah, Padang Ekspres ada halaman pelajarnya. Nilna boleh ikut ya, Yah. Boleh ya?!”

Ayah mengangguk. “Merampas” Koran Padang Ekspres yang saya pegang. “Ya, boleh,” katanya tak kalah gembira.

7 Agustus 2006

Hari ini P’Mails ulang tahun. Tapi kata Om KW dan Bang On, perayannya hari Minggu depan. Perayaannya diisi dengan pelatihan jurnalistik dan renungan. “Ulang tahun itu merenung,” kata Om KW.

7 Agustus 2007

Hari ini P’Mails 2 tahun. Tak ada nyala lilin, kecuali nyala hati yang berupaya tak padam. Semangat kalian sebagai pelajar, cahaya cerah P’Mails untuk pembelajaran. Terima kasih kalian telah berbuat terbaik untuk cinta kita pada dunia pendidikan. Kalian hebat dan berjasa. (Salam Pak Zaili, Pak Cici, Om KW, Bg On, dan kak Maya)

Agak terisak saya membacanya, jawaban singkat bang On untuk Opie atas pertanyaannya, “Ada acara apa untuk ulang tahun Pmails?”.

Hari itu tanggal 7 Agustus 2007, hari jadinya Pmails yang kedua. Malam sebelumnya, saya sibuk sms Danil, Opie, dan Emil. Jawaban mereka semua mengecewakan : tidak tahu. Di hari H, sms yang berdatangan kepada saya.

Dari Icha : Nilna, ada acr apa d padek? Skrg kan ultah pmails. Ada acr gak? Blz cpt.

Saya balas: Tidak ada. Tidak tahu.

Sepertinya hari itu adem ayem saja. Tidak ada kue, tidak ada nyanyian, tidak ada nyala lilin, kecuali nyala hati seperti yang Bang On bilang.

Di kamar, saya menyanyikan Happy Birthday buat Pmails. Sendirian.

7 Agustus 2008

“Selamat ulang tahun, kawan! Hari ini, esok, dan kemarin adalah cita-cita”

Sudah 3 tahun P’Mails rupanya. Tapi, semakin keujung, P’Mails semakin …. Ah, terlalu sulit untuk diucapkan. Yang jelas, P’Mails akan selalu tetap berkarya, dimanapun, sampai kapanpun.

***

7 Agustus setiap tahun, mungkin menjadi hari yang paling ditunggu-tunggu. Tanpa terasa Tabloid P’Mails sudah beranjak usia. Sudah beranjak tahun pula saya berkecimpung disana. Banyak dukanya, lebih banyak lagi sukanya. Pengalaman, pengetahuan, teman, orangtua, belajar dari kesalahan, belajar lewat teguran, belajar memahami, belajar mengerti, bergaul dengan teman, bergaul dengan pimpinan, bergaul dengan relasi, berkomunikasi dengan pejabat, pintar menempati, berpandai-pandai dalam segala hal, belajar arif, dan segalanya. P’Mails memang sebuah lokasi dimana pengetahuan bisa disauk sedalam-dalamnya.

***

Hari itu, Minggu, awal Agustus 2005. Saya membaca koran Padang Ekspres. Agak takjub saat melihat sebuah halaman berlabelkan P’Mails. Di sana tertulis bahwa mereka mengajak pelajar SMP dan SMA untuk menjadi reporter sekolah suplemen mingguan itu. Singkat kata, 25 September 2005, saya resmi menjadi reporter P’Mails dari SMAN 2 Padang.

P’Mails adalah sekolah sekaligus rumah bagi saya. Saya tidak langsung hebat. Tak ada orang yang hebat begitu saja. Tulisan pertama saya yang diterbitkan P’Mails mbisa dibilang berkualitas ‘hancur’. Hancur sekali. Judulnya diubah oleh redaktur, kalimatnya ditukar tapi isi dan maksudnya sama. Saya sempat tak mengenali tulisan saya sendiri, sebelum setelah saya melihat ada nama saya bercetak tebal di bawahnya.

Nah, dari situlah saya belajar. Saya belajar dari kesalahan-kesalahan yang terjadi. Redaktur bukannya tak menghargai tulisan saya tapi ia mengemasnya menjadi lebih baik dan enak dibaca. Tulisan yang sudah diterbitkan (sesudah diedit) saya bandingkan dengan tulisan asli (sebelum diedit). Saya telisik di mana letak kesalahan-kesalahan itu. Dan kita belajar untuk tidak jatuh di lobang yang sama. Beginilah proses belajar di P’Mails.

Seseorang bertanya kepada saya, “Apa yang membuat kamu tertarik dengan menulis?” Jawabannya adalah menulis itu sendiri. Hidup penuh dengan aktivitas tulis menulis. Siapapun, dimanapun, kapanpun, dan bagaimanapun kamu, pasti tak kan terlepas dari menulis. Apapun dunia saya nanti, dunia mrnulis tak akan saya tinggalkan.

“Yang penting sekarang itu skill. Akademik hanya selayang, penguat.” Itu kata guru saya, suatu kali. Ketika itu, saya merasa sudah punya modal. Tentu saja hasil dari P’Mails. Lalu guru saya nyeletuk, “Nah, kalau Nilna. Sekali pun dia gagal SPMB, dia punya P’Mails.” He….

Salah satu harapan P’Mails itu adalah menjadikan anak didiknya sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang). DPO maksud saya di sini tentu dalam artian positif. Pekerjaan yang mencari kita, bukan kita yang mencari yang pekerjaan. Uang yang mengejar kita, bukan kita yang jumpalitan mengejar uang. Kita masuk ke dalam list orang-orang yang diperebutkan. Kita tinggal memilih.

Honor. Honor pertama saya di P’Mails Rp. 9.000. Letih rasanya cuma dapat Sembilan Ribu Rupiah. Sementara teman-teman saya minta traktir semua. Saya sempat tidak semangat. Lalu seseorang berkata pada saya, “Nilna, jika kamu menulis karena uang maka tulisanmu tak akan pernah dihargai orang.” Saya mikir, sudahlah duit tak dapat, tulisan tak ada yang minat. Rugi besar dong!

Setelah itu saya benar-benar tak memikirkan uang. Peduli iya. Kalau tak peduli dengan uang, kacau juga. Saya menulis karena saya ingin menulis, bukan untuk menjual tulisan. Hasilnya apa, saya bahkan mendapat lebih dari uang. Saya memperoleh ucapan terima kasih dari orang-orang hanya karena segelintir pendapat mereka muncul di P’Mails. Mereka memang merasa terkenal tapi lebih dari itu saya semakin dikenal orang. Ucapan terima kasih itu tak ternilai harganya. Bukan tak bernilai, tapi tak ternilai. Ia punya harga maha tinggi. Jika ada sesuatu yang tak bisa dibeli dengan uang maka itulah ucapan terima kasih. Kepuasan batinnya luar biasa.

Seorang murid SMA berkata kepada redaktur P’Mails. Kata siswa itu, “Profesi wartawan itu tidak menjanjikan.” Lalu, jawab redaktur saya, “Menjanjikan apa? Jika rumah mewah, mobil mewah, tentu tidak. Tapi pengalaman, wawasan, dan sikap kritis selalu menjanjikan setiap orang yang bergelut dalam dunia kepenulisan.”

Menjadi wartawan, kaya dan miskin ada di tangan. Kaya dan miskinnya bukan secara kasat tapi secara analogi. Ayah saya sempat berkata, “Nilna. Profesi wartawan itu mulia. Ia setingkat di bawah presiden tapi juga setingkat di atas gelandangan.” Kita bebas berjingkat dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas. Kita bergaul dengan siapa saja dan kita harus bisa menempatkan diri di mana saja. Sekali-kali, kita jadi wakil rakyat, sekali-kali kita merakyat. Itulah enaknya jadi wartawan. Inilah asyiknya menulis.

Orang yang hobi menulis tak harus jadi wartawan. Wartawan memang harus pandai menulis tapi bukan sebnaliknya. Malah, kata seorang mahasiswa sastra, ia akan lebih menghargai seorang penulis yang pekerjaannya bukan di bidang jkepenulisan. Karewna dengan begitu wawasan menulisnya jadi lebih luas. Dia memiliki dua kemampuan sekaligus. Kemampuan berbeda namun bisa saling mengusung satu sama lain. Jangan enggan menulis hanya karena tak mau jadi wartawan. Menulislah, apapun cita-citamu!

Guru saya yang lain selalu menekankan pada siswa-siswinya. “Kamu tidak boleh punya satu cita-cita. Harus dua atau tiga.”

Tak ada motivasi umum untuk menulis. Yang ada hanya perintah, “Menulislah sekarang juga!”

SELAMAT ULANG TAHUN, P’MAILS

10 thoughts on “Selamat Ulang Tahun, P’Mails!

  1. Tak terasa setahun berlalu. Tak terasa pula P’Mails sampai di ujung usianya yang Ketiga. Dengan cara sederhana, P’Mails merayakannya. Tidak ada kembang api, tidak ada pesta.
    Deeek….Sebuah perayaan ulang tahun tidak mesti dirayakan dengan sorak-sorai gembira. “Bertambah umur setahun berarti hilangnya kesempatan setahun dalam berbuat lebih baik.”

  2. @ ai : makasi, Kak Ai.
    @ ubadbmarko : yup!
    @ catra : makasi, Catra.
    @ kak pien : Ya Kak, perayaan ulang tahun tak mesti dirayakan dengan sorak-sorai gembira. Terima kasih ya, Kak. Kakak telah memberi kami ruang untuk dapat belajar lebih banyak lagi.

  3. Selamat ulang tahun, P’Mails…
    semoga kita diberikan lebih banyak waktu lagi untuk berbuat sesuatu yang lebih bermanfaat

  4. ugh, P’mails, udah tua juga ya kak. Hehehe, kangen deh masa2 di sma dulu. Pengen nangkring tiap haris di p’mails lagi. Tapi sekarang p’mails kan udah berubah, tambah keren, matap, yang penting tambah pintar. Jadi semuanya juga harus berubah. Terus berjuang ya kak

  5. happy BirthdaY p’mails
    aq mau dong ikut nangkring di p’mails
    ikut dong
    iya ya
    tolong dong kak
    aq gak tau gmn caranya
    tolong yaaaa

    ———-
    nilna say : boleh. coba deh check P’Mails minngu ini (dalam bulan januari), P’Mails bikin acara pengenalan jurnalistik. Silahkan mendaftar. Gratis. Pengenalan ini merupakan langkah awal untuk bergabung di P’Mails.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s