Sajak Sebelum Tidur

Sebelum Penyakit Itu Datang

9 Maret 2008

22:45:00

Aku sendirian di rumah

Kamu apa kabar?

dan penyakit kesepian hinggap selalu

setiap malam sebelum dia tidur

memaksanya membongkar rak-rak

tempatnya menyembunyikan berlembar koran

yang kabarnya tlah usang

sebelum penyakit itu datang

Nasib Sang Nasib

12 Maret 2008

22:05:00

Dan sang nasib tak lebih mujur daripada daun

Yang kering terserak digugah angin malam

Pun daun masih terpedulikan bagi mereka

Yang mengeruk untuk nasi di pagi buta

Shubuh itu masih terlalu dini

Sang nasib sendiri menanti

terasa berat dan lama, lalu hujan menambah lambat pagi

tapi sang nasib setia berdiri menunggu mentari

bercahaya kembali

Menara

16 Maret 2008

23:08:00

Menara ini terlampau tinggi

berkilau hingga mataku silau

semburat sinarnya meracau

sampai ke kaki-kaki penduduk pulau

dan dari menara ini

malam terlalu jauh

Berdua Saja

16 Maret 2008

23:24:00

Hentikan langit-langit bercerita

Kami ingin bicara, berdua saja

Terserah malaikat merayap pergi

Biarlah, kami ingin ditinggal pagi

Dan di sudut taman kota yang sepi

Kami bersandar merenda mimpi

Hentikan langit-langit bercerita

Kami ingin bicara, berdua saja

Mimpi Kemarin

16 Maret 2008

23:53:00

Mimpi kemarin masih mengigau dari siang tadi

hingga malam ini

Hei, kamu belum tidur?

Belum

Kapan kau mau tidur?

Nanti

Tapi nanti telah menjadi pagi

Dan mimpi kemarin lusa terngiang lagi

dimuat di Singgalang, 18 Mei 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s