Pemusik Untuk Indonesia : Memberi Warna Kritis Pada Lagu

Kelompok musik ini cuma bertiga orang saja. M Havizd, Muhamad Ridwan (Mamad) dan Andika. Mereka, ketika acara diskusi yang digelar Komunitas Untuk Indonesia di arena Minangkabau Book Fair, di pelataran Parkir Gedung Bagindo Aziz Chan, Padang, menarik perhatian banyak orang. Mereka menggunakan gitar, harmonika dan biola. “Melihat dan mendengarkan cara mereka memainkan musik, asyik banget,” kata Fariza, seorang peserta.
Kelompok mereka, ketika main dalam kaitan program Komunitas Untuk Indonesia, bernama Kelompok Musik Untuk Indonesia. Sebab, lepas dari program tersebut, masing-masing punya kegiatan musik masing-masing. Seperti Mamad misalnya, melatih musik di salah satu sekolah musik di kota Padang. Havizd juga tergabung di kelompok musik lain, sebagaimana juga Andika.
Musik Untuk Indonesia, digagas memang untuk memadukan gagasan cinta Indonesia melalui kegiatan diskusi. Di sini, kelompok Musik Untuk Indonesia akan menjadi penyela atau musik jeda diskusi atau debat yang digelar oleh Komunitas Untuk Indonesia. Lagu-lagunya memang yang memiliki kekuatan atau kritik sosial. Dan saat ini, Musik Untuk Indonesia, juga tengah menyiapkan lagu ciptaan sendiri, yang nantinya akan disenandungkan di hadapan para remaja yang menjadi bagian acara Komunitas Untuk Indonesia.
“Kita punya komitmen. Dengan adanya ide untuk berpikir tentang Indonesia secara kritis dan membangun, musik bisa memberi warna cara penyampaian,” kata Mamad. Tentu, memberi warna kritis dengan lagu
Jika ingin menyaksikan kelompok musik ini bermain, caranya mudah. Dimana Komunitas Untuk Indonesia menggelar diskusi atau debat, di sana Musik Untuk Indonesia ada. (Nilna)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s