KASAK-KUSUK DEMI HARI ANTI TEMBAKAU

Rizki jadi ketua panitia. Hari Jumat dikumpulkannya orang-orang untuk rapat perdana. “Ntar kita ngumpul jam 2 d PSIKM ya,” katanya pagi-pagi. Jam 4 rapat dimulai (molor…!). Gila aja, rapat perdana tanggal 23, acaranya tanggal 31. Aku katakan pada Rizky, “diundur aja acaranya.” Tapi yang lain protes, “harus di hari-H nya itu.” Malah kak Ririn sempat bilang, “kami pernah bikin acara cuma 5 hari sebelum hari-H. Sukses.” Gubbraak!

Hari sabtu panitia rapat lagi. Proposal dan sejumlah surat udah siap. (Cuma 1 hari lho rampungin proposalnya). Cuma masih minus ‘tanda tangan’ Ketua BEM FK, Ketua Prodi PSIKM, dan Pembantu Dekan 3 FK pada proposal. Rapat dilanjutkan pada masalah tempat. Ada 4 sekolah yang diusulkan : SMP 1, SMP 2, SMP 12, dan SMP 22. Diadakan pengkajian masing-masing sekolah include aula, jumlah siswa, sarana, dan lokasi. SMP 1 dan SMP 2 tak lolos kajian karena diindikasi tak punya aula. SMP 22 juga tak lolos karena masalah lokasi. Akhirnya terpilih SMP 12 dengan alasan kuat memiliki ruang yang cukup, lokasi cukup dikenal, dan sering melaksanakan kegiatan-kegiatan berbau kesehatan remaja.

Hari senin, selasa, rabu, kamis panitia sibuk urusan administrasi. Ola, sang sekretaris kewalahan minta tanda tangan 3 orang yang minus di atas. Ia sempat mengeluh ‘sakit gigi’ padaku. (Ah, ternyata minta tanda tangan bisa bikin sakit gigi. Whuehe…. Peace Ola!). Ola akhirnya dibantu Kak Dini. Beberapa panitia (tanpa mengindahkan bidangnya di Struktur Kepanitiaan) dibagi-bagi buat nganter surat ke sekolah-sekolah. Aku dan Bang Ad kebagian ke SMP 3, SMP 4, SMP Maria, SMP Frater, dan SMP Pertiwi 1. Tojink ke SMP 18 dan MTsN Model Padang. Icha dipercayakan ke SMP 9, 10, dan 11. Prije ke SMP 1. Sevil ke SMP 8. Rizky ke SMP Adabiah. Selebihnya digawangi kak Eka, kak Tessa, dll.

Beberapa panitia yang diindikasikan ‘nggak kerja’ akhirnya bergerak. Panitia Humas dan Danus melakukan pergerakan dengan nyari dana kemana-mana, mulai dari tempat bimbel, apotik, PD Parfum, Stasiun Radio, Stasiun TV, Surat Kabar, sampai Pegadaian. Panitia perlengkapan sibuk bikin spanduk serta cari pinjaman. Panitia Pubdok standby. Panitia Kesekretariatan dibikin pusing sama proposal dan surat-surat yang ‘semuanya’ keluar. Panitia acara dibikin rumit sama konsep acara yang ‘kebanyakan’.

Tapi kalau dihitung-hitung, masih banyakan panitia dari angkatan 06 yang bekerja. Jika tak ada kak Dini, kak Reni, kak Eka, kak Wulan, dan kakak-kakak lainnya, dan juga tanpa bantuan dari Pak Edi, mungkin acara ini tak akan berjalan lancar.

Di hari-H, saya pribadi cukup kaget. Sudah ada Rahmi ‘n Sons PD Parfum Paris yang mendirikan stand sekaligus ngasih sponsor buat Door Prize. Sudah ada plakat dan Pamflet dari Dinkes. Konsumsi juga oke. Acara keren. Sekolah undangan datang meski tidak semua sekolah diundang yang mengirim utusan.

Pokoknya acara berjalan dengan sukses.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s