Akhirnya ke sanggar juga.

Catatan Tanggal 4 Mei 2008
Dapat kebijaksanaan dari ayah agar PULANG SEBELUM PUKUL LIMA membuat gerak saya agak terbatas juga. Meskipun ayah menekankan pada “pukul lima” tapi itu sama saja dengan ayah kecewa padakuku yang dirasa tak bisa membagi waktu. Bahkan ayah sempat memintaku menghentikan semua kegiatan jika masih mau tinggal rumah. Benar-benar permintaan maut. Syukurlah, meledaknya ayah cuma sampai malam itu saja. Namun tetap saja membuat saya deg-degan jika akan ke Padang Ekspres seperti kemarin atau ke sanggar seperti yang saya rasakan tadi pagi.
Mendekati pukul sepuluh pagi, saya masih berleha-leha di rumah, mencari-cari waktu untuk bertanya, “Yah, boleh saya ke sanggar hari ini?”. Tapi setiap bertemu ayah, nyali saya semakin ciut. Sehingga tak satu pun kalimat tanya yang keluar.
Akan tetapi, di sela-sela berleha-leha itu, ibu menelpon saya. “Nilna, pergilah ke Bagindo Aziz Chan. Seminarnya bagus. Ada Aan juga disini.” (Aan=Adik sepupu saya, kebetulan saat itu menjadi panitia acara). Suara ibu yang keras terdengar hingga keluar telpon, terdengar jelas oleh ayah yang tampak menyimak pembicaraanku. Telpon ditutup. Ah, akhirnya aku bisa juga keluar rumah. Aku melirik ayah. “Yah, Nilna ke Bagindo Aziz Chan ya. Ikut seminar bareng ibu.” Aku mengangkat suara. Ayah yang sudah tahu mengangguk singkat. “Pergilah,” katanya kemudian. Aku teriak girang dalam hati. Segera kupersiapkan diri menuju gedung Bagindo Aziz Chan.

Di bagindo.
Aku ketemu Aan yang rapi jail dengan kemeja putih dan dasi.
Ketemu Iim yang selalu menggandeng nasyidnya. Iim cukup dekat dengan Aan. Ia juga mengenal ibuku. Iim juga membantuku mengopykan slide seminar ke flashdisk.
Aku juga ketemu Bang Deni. Ia mengaku mampir ke Bagindo untuk lihat-lihat pameran buku. Kebetulan bertemu saya, ia nyamperin saya dulu. Lucunya, Bang Deni lagi makai tas anak Hamka yang ketinggalan waktu festival nasyid di Pakandangan kemarin. Si Anak Hamka Yang Punya Tas melihat dengan jelas tasnya dipake Bang Deni. Untung Bang Deni tahu diri dan menjelaskan duduk persoalannya kenapa itu tas sampai di tangannya sekalian minta maaf karena make-make sembarangan.
Ketemu Pak Mul , guru saya waktu di BPKMCR. Tapi sepertinya, Pak Mul lupa dengan saya.
Ketemu Ibu guru (Maaf, saya lupa nama ibu gurunya). Ibu itu guru Agama saya waktu SMA kelas 2.
Ketemu Rahmi Naska yang celingak-celinguk sendirian di Bagindo Aziz Chan.

Pulang dari Bagindo.
Saya diajak ibu ke pasar raya untuk beli sepatu. Kata ibu ada sepatu yang sudah “ditandainya” sejak kemarin-kemarin. Namun, setelah saya tahu bentuk dan rupa sepatu itu (Ya, saya sudah membayangkan juga bentuk dan rupa sepatu itu), saya benar-benar menolak tawaran ibu. “Tidak Bu. Saya tahu sepatu itu punya daya tahan teruji. Tapi tidak. Tidak untuk modelnya dan tidak untuk saya yang masih kuliah. Nanti saja setelah kerja, baru saya mau memakai model begitu,” ujarku. Untung saja, ibu tak terlalu memaksa, “Kalau nggak mau ya sudah. Ya nggak dibeliin sepatu,” jawab ibu. Piuuh…, untunglah ibu tidak marah.

Nah, kepada ibu lah saya selalu nyinyir minta izin pergi ke sanggar. Sejak semalam saya sudah tanya-tanya ibu. “Bu, boleh saya ke sanggar besok?.” Tapi jawaban ibu, “Tanya ayah.”
Kebetulan ibu mengajak ikut seminar di Bagindo Aziz Chan, saya jadi mendapat celah. Setelah ke toko sepatu, kami ke bopet Garuda. Ibu memesan soto dan saya memesan mie goreng. Ketika makan itu saya kembali bertanya pada ibu. “Bu, Nilna ke sanggar ya.”
Jawaban ibu sungguh menggirangkan hatiku. “Ya, tapi cepat pulang ya…!,” pintanya.

Aku tepuk-tepuk tangan. “Ok, Nilna pulang jam setengah lima, “ ujarku
“Pokoknya, jam empat harus segera pulang,” kata ibu.
Aku senyum-senyum girang, “Iya iya,” jawabku.

Selesai makan, kami berpisah di pasar. Ibu ke arah utara dan saya sebaliknya.
Ah, akhirnya aku ke sanggar juga.

One thought on “Akhirnya ke sanggar juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s