Disangka Naik Gajah Ke Sekolah

Tiba-tiba mereka terkenang pada kota-kota di negara sana : Kansas, Missoury, Chicago, North Dakota, South Dakota, Colorado, Iowa, Minnesota, Los Angeles, dan Washington DC. Di kota-kota itu, banyak pengalaman luar biasa yang dialaminya dan banyak hal baru yang dipelajarinya. Hmm, belum cukup setahun kenangan indah itu terukir dalam kehidupan keduanya. Belum cukup setahun sejak ia kembali menginjakkan kaki di Indonesia setelah 11 bulan menjadi duta. Yup, keduanya menjadi duta bagi Indonesia sebagai siswa pertukaran pelajar AFS (American Field Source) dalam program YES (Youth Exchange Student) untuk periode 2006/2007 lalu. Keduanya itu bernama Abdurrahim dan Zilman Syarif.
Dua siswa yang kini duduk di kelas 3 IPA SMA PMT Hamka ini pun punya banyak cerita seru dari Abdurrahim yang terlunta-lunta di bandara hingga Zilman yang disangka naik gajah ke sekolah.
Terlunta-lunta di Bandara
“Saya di Kansas satu setengah bulan,” tutur Abdurrahim memulai kisah. “Dari Kansas saya terpaksa pindah hostfam (orangtua angkat bagi pelajar AFS YES)karena hostfam saya yang itu bercerai. Saya pun pindah ke Minnesota. Waktu ke Minnesota saya dituduh teroris di Bandara Hays Kansas.” Awal yang buruk rupanya. Untung saja Abdurrahim punya bekal pengetahuan dan wawasan yang banyak tentang hal ini karena tugasnya di Amerika Serikat selain untuk mempromosikan budaya Indonesia juga untuk mengubah persepsi orang Amerika tentang islam yang sesungguhnya. Ia pun diinterogasi oleh polisi disana selama 1 jam 30 menit. Akibatnya ia terlambat naik pesawat.
“Lalu setelah sampai di Denzer, saya harus naik pesawat lagi untuk ke Minnesota. Tapi disana saya salah terminal. Mungkin karena bandaranya terlalu gede ,” lanjut Iim, panggilan akrab Abdurrahim. “ Saya kebingungan, tanya sana-sini, setelah lama muter-muter, akhirnya saya ketinggalan pesawat. Hampir nangis waktu itu. Saya sendirian, baru satu setengah bulan di Amerika, bahasa juga belum tepat. Saya pikir sama kayak di Indonesia kalau ketinggalan pesawat mesti beli tiket pesawat yang baru. Tapi ternyata disana kalau kita ketinggalan pesawat, kita diberi tiket yang baru.” Putra asli solok ini bercerita dengan mimik miris namun ia sumringah.
Cerita serunya tak sampai disana, Iim sempat berpindah-pindah hostfam hingga empat kali dan pindah sekolah dua kali. Nasibnya dalam hal orangtua angkat memang tidak terlalu baik tapi itu yang menjadikannya lebih mandiri. “Pengalaman mengesankan bagi saya sewaktu ikut kompetisi olahraga atletik,” kenang Iim. Kenapa rupanya? Kalah? “Saya tidak hanya kalah, tapi peringkat terakhir,” jawab Iim disertai gelak tawa. Namun demikian, Abdurrahim sempat menorah prestasi. Ia memperoleh penghargaan sebagai Best Tenorist Choir Competition di Barnesville, Minnesota.
Adaptasi dengan Puddle
Nasib Zilman Syarif lebih baik. Ia ditempatkan di Long Angeles, kota besar di Amerika Serikat. “Ya… kaget, nggak percaya, gembira. Biasanya teman-teman AFS YES dapat di kota kecil, eh nggak taunya saya dapat di L.A,” ujar Zilman saat ditanyai perasaannya ditempatkan di kota besar. “Waktu itu saya benar-benar terkesan saat tahu bahwa untuk mendarat pun pesawat harus antri saking banyaknya pesawat yang akan turun disana,” lanjut pemuda asal Sungai Pua ini.
Minggu pertamanya di Los Angeles adalah hari-hari untuk adaptasi dengan dua ekor anjing. Lho kok ? “Jadi hostfam saya itu punya dua anjing puddle. Ya maklumlah kalau anjing melihat orang baru dia merespon. Kisaran satu minggu pertama, kalau bertemu Zilman, anjing-anjing itu langsung ‘waw waw waw’ . Menggonggong-gonggong gitu,” cerita Zilman sambil tertawa.
Zilman bersekolah di Dorsey High School. Kata Zilman, sekolah itu sangat besar, siswanya berjumlah 4.000 orang dan pertama ke sekolah harus membawa peta sekolah. Berhubung Zilman tinggal di kota besar dengan penduduknya yang multi etnik, ia tidak telalu diperhatikan sebagai ‘bule’ di negara itu. “Sedih juga.Kok nggak dianggap gini ya? Tapi itu yang memancing saya untuk agresif mencari teman,” ujar Zilman semangat. “Oh ya, yang paling susah itu ngapalin nama orang-orang kulit hitam. Soalnya rata-rata wajah mereka sama. Jadi susah membedakannya.” Zilman tertawa terbahak-bahak.
Di Dorsey High School, ia masuk dalam tim olimpiade cerdas cermat sekolah. Ketika semester dua, Zilman tampil sebagai pemeran utama di Elephant theater Hollywood. Ia juga terlibat aktif dalam penggalangan dana untuk korban AIDS serta menjadi panitia dalam lomba marathon di Los Angeles. Prestasi terbaiknya saat ia terpilih Siswa Terbaik di kelas bahasa Spanyol in Dorsey High School, Los Angeles, USA. Karena semua prestasi itu, ia mendapat penghargaan dari pemerintahan Los Angeles sebagai siswa YES yang banyak berprestasi. Selain itu, Zilman diundang oleh Konselat Jendral Indonesia di Los Angeles atas prestasinya tersebut.
Ke Sekolah naik gajah ya?
Ada cerita menyedihkan tapi membangkitkan rasa nasionalisme Zilman dan Abdurrahim. Ketika Zilman memberitahu dirinya sebagai seorang berkewarganegaraan Indonesia, teman-temannya antusias bertanya-tanya tentang Indonesia. “Mereka sangat awam dengan Indonesia. Mereka beranggapan Indonesia itu negara kuno dan terbelakang,” ucap Zilman menggebu. “Mereka bertanya, ‘Ke sekolah naik gajah ya? Tinggalnya diatas pohon ya? Ada nggak Mc. Donald di Indonesia ? Di Indonesia ada tivi nggak?. Kesel juga sih,” lanjutnya.
Begitu pun dengan Abdurrahim, “Sambutan mereka bagus. Dia bilang begini, ‘Kamu dari Indonesia ya? Waw, cool ! Bagus !’ tapi setelah itu dia nanya lagi, ‘Dimana Indonesia itu?’ .” Nah, disitulah keduanya berperan mempromosikan Indonesia. Bahwa negara Indonesia terdiri dari 18 ribu pulau, memiliki 500 bahasa dan 350 ras. Bahwa Indonesia dengan keanekaragamannya itu berada satu dalam satu negara, satu bangsa, dan satu bahasa nasional. “Setelah dijelaskan seperti itu baru mereka bilang ‘Waw!’ ,” kenang Zilman.
Berbalik dari pengalaman-pengalaman seru itulah Abdurrahim dan Zilman bertekad untuk mempromosikan Indonesia. Caranya? Mudah saja, cintai dan lestarikan budaya Indonesia.
(Nilna Rahmi Isna)

One thought on “Disangka Naik Gajah Ke Sekolah

  1. Hey mungkin bisa kasi imformasi bagaimana prosedur pindah sekolah dari indonesia ke amerika … Keponakan saya sekarang sedang sekolah di sekolah smtp swasta ( bukan sekolah international ) dan rencananya mereka akan mengikuti ibunya tinggal disana
    Terima kasih
    Mozza

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s