Dari Jauh Ikut Pelatihan Jurnalistik

Pelatihan Jurnalistik Calon Reporter Pmails, 5-6 April lalu, memberi kesan tersendiri bagi para peserta yang berasal dari luar kota Padang. Mereka yang terdiri dari Silvia Purnama Sari (Painan), Tirta Amerta Sari dan Nelvia Syafnita (Pariaman), dan Adhe Suhendra (Payakumbuh) rela datang jauh-jauh dari kota mereka hanya untuk mengikuti Pelatihan Jurnalistik ini. Waw !
Cerita lucu, menarik dan mengagumkan pun terungkap dari mulut mereka. Silvia Purnama Sari asal Painan baru mengetahui diadakannya pelatihan jurnalistik ini pada pagi hari H yaitu tanggal 5 April 2008. Silvia yang saat itu akan berangkat ke sekolahnya di SMAN 1 Painan, tiba-tiba diberi tahu oleh sang tetangga bahwa ada surat dari Padang Ekspres yang ditujukan untuknya. Silvia kaget sekaligus senang. Karena sebulan yang lalu Silvia telah pernah datang ke Padang Ekspres untuk mengajukan lamaran sebagai reporter Pmails. “Sil pikir itu surat balasan lamaran itu tapi rupanya undangan pelatihan jurnalistik,” cerita Silvia. Ia pun bergegas ke sekolah untuk mengajukan surat itu, sekolah menyetujui, dan Silvia bersama sang mama segera melaju dari Painan menuju STMIK Indonesia di Padang, tempat dimana pelatihan jurnalistik diadakan.
Lain Painan, lain pula Pariaman.Tirta Amerta Sari dari SMAN 1 Pariaman dan Nelvia Syafnita dari SMAN 2 Pariaman diberi tahu Bang On (redaktur pelaksana Pmails) lewat Bu Nelis (Pegawai Dinas Pendidikan Padang yang menggawangi Pmails Pariaman). “Nelvi tahunya dari Tirta. Jumat malam (04/04), Tirta datang ke rumah Nelvi. Katanya tadi Bu Nelis nelpon, kita berdua disuruh ke Padang,” ujar Nelvi diangguki Tirta. Tapi waktu itu, baik Nelvi maupun Tirta belum tahu pasti ada apa gerangan mereka diminta ke Padang. “Emang sih, waktu itu Ta sempat baca Pmails dan katanya akan diadakan pelatihan jurnalistik. Tapi karena masih ragu kita berdua memutuskan untuk telpon balik,” seru Tirta. Menariknya, acara telpon-telponan ini membuat mereka berdua kesal dan hampir putus asa. “Gimana nggak kesal kak, telpon Bu Nelis, eh sinyal putus-putus jadinya kalimat Bu Nelis nggak jelas. Terus pengen telpon Bang On, kami berdua sama-sama nggak ada pulsa. Sms Bang On nggak dibalas. Sms Kak Ria (reporter Pmails) juga nggak dibalas. Akhirnya kita berdua menelpon kak Ria di Wartel. Dari kak Ria lah kita tahu pelatihan jurnalistik ini,” cerita Nelvi panjang lebar. Malam itu juga, Nelvi ditemani Tirta minta izin ke orang tuanya agar dibolehkan ke Padang. Begitu juga dengan Tirta. Keduanya pun diizinkan dengan syarat hati-hati dan jaga diri.
Adhe Suhendra yang dari Payakumbuh lain lagi. Adhe mengetahui pelatihan ini setelah baca Pmails dan dikasi tahu adik kelas. “Kebetulan waktu itu, adik kelas bilang kalau puisi Adhe terbit di Pmails, terus Dhe beli Pmails. Setelah baca-baca ternyata di rubrik salam redaksi ada acara pelatihan ini,” cerita Adhe. Mengetahui ada pelatihan jurnalistik, Adhe tertarik. Cowok yang bersekolah di SMAN 3 Payakumbuh ini pun memberi tahu guru bahasa Indonesia di sekolahnya, Bapak Mukhlis Kani. Sang guru mendukung dan Adhe diizinkan sekolah untuk ikut pelatihan.
Berhubung pelatihan dilaksanakan dalam dua hari, keempatnya pun menginap di Padang. Silvia yang kebetulan punya rumah di Padang, menginap di rumahnya ditemani sang mama. Adhe Suhendra bermalam di kos kakak sepupunya di daerah Lubeg. Sedangkan Nelvi dan Tirta, sejak jumat malam telah ditawari Ria Febrina untuk menginap di rumah reporter Pmails angkatan 2005 itu.

Mengapa Mau ?
Pertanyaan berikutnya, mengapa mereka mau dan rela jauh-jauh datang dari daerah demi mengikuti pelatihan jurnalistik ini ? Silvia Purnama Sari menjawab, “Dari kecil Sil sudah tertarik menulis. Sekarang Sil senang sekali karena keinginan Sil menjadi jurnalis tercapai dan sekolah pun bangga pada Sil,” tuturnya yang bercita-cita menjadi dokter yang bisa menulis ini Silvia pun berani menerima tantangan bolak-balik Padang-Painan setiap minggunya untuk rapat redaksi.
Nelvi dan Tirta yang notabene reporter Pmails Pariaman sejak tahun 2006 juga menyanggupi hal yang sama. “Dari dulu Nelvi pengen banget ke Padang, ke Padang Ekspres, dan bertemu dengan reporter-reporter Pmails lainnya. Dan sekarang hal itu terwujud. Duh, senang sekali rasanya,” ujar Nelvi berbangga hati. “Iya, kita serasa dapat surprise. Apalagi tadi dilantik sama Pak Cici,” seru Tirta. “Bergabung di dunia jurnalistik itu menyenangkan, asyik, bisa memberikan inspirasi pada orang lain. Nah, itu kan tugas mulia,” tambah keduanya sahut menyahut.
Sedangkan Adhe Suhendra mengaku terpikat menjadi reporter Pmails karena ia ingin sekali mendalami ilmu tentang jurnalistik. “Sebagai siswa dari kelas Bahasa tentu harus bisa menguasai jurnalistik dan kesempatan bergabung di Pmails adalah kesempatan langka,” ujarnya.
Ternyata semangat yang menggebu-gebu tidak hanya datang dari kota Padang tapi juga dari luar kota Padang. Perjuangan mereka untuk ikut pelatihan jurnalistik 5-6 April lalu memang pantas diacungi jempol. Salut !
(Nilna Rahmi Isna)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s