Suaranya Menggetarkan Hati

Grup Nasyid Swaka Brothers Yunior, disingkat SBY, menjadi fenomena tersendiri bagi Pesantren Modern Terpadu (PMT) Hamka yang berlokasi di Pasar Usang Kabupaten Padang Pariaman. Bagaimana tidak, dengan suara mereka yang menggetarkan hati sedikit banyak telah meroketkan nama PMT Hamka di blantika nasyid se-Sumatera Barat, yang bukan berarti tak mungkin jika Swaka Brothers Yunior meroket lebih jauh menuju tingkat nasional atau bahkan internasional.
Keabsahan prestasi SBY dapat dibuktikan pada setiap festival yang diikuti oleh grup nasyid ini. Hampir di setiap festival, grup yang terdiri dari tiga belas santri yang masih mengenyam pendidikan di SMP PMT Hamka ini memboyong piala juara I. Bahkan dari semua festival yang telah mereka ikuti, Alhamdulillah Grup Nasyid Swaka Brothers Yunior belum pernah menuai kekalahan. Tak jarang SBY mendapatkan reward (penghargaan) khusus dari beberapa pihak, baik individu atau kelompok, yang terkesan dengan penampilan nasyid mereka. Pun SBY sering diundang sebagai bintang tamu dalam iven-iven kebudayaan seperti baralek dan khitanan. Terakhir, Swaka Brothers Yunior diundang sebagai pengisi acara dalam “Hamka Sang Inspirator” yang diadakan di Sungai Batang, Maninjau.
Swaka Brothers Yunior pertama kali terbentuk pada 17 Januari 2007, bertepatan dengan kompetisi nasyid pertama mereka yaitu Festival Nasyid Remiska III yang diadakan di Pauh Kambar Kabupaten Padang Pariaman. Saat itu, SBY langsung menyabet sebagai pemenang pertama. Wuih, hebat. Maka, sejak saat itu, ketiga belas personil grup nasyid ini terpacu semangatnya dan festival tersebut dijadikan sebagai batu loncatan untuk terus berprestasi melalui nasyid.
Sebenarnya, grup nasyid di PMT Hamka telah terbentuk pada tahun 2003 bernama Swaka Brother’s tanpa embel-embel Yunior di belakangnya. Namun, seiring perjalanan waktu, para personil Swaka Brothers mulai berurutan meninggalkan pesantren untuk naik ke jenjang pendidikan berikutnya. Sehingga dimunculkanlah kader dari grup nasyid ini. Adapun Swaka Brothers Yunior merupakan kader ke-3 setelah Swaka Brothers dan Swaka Brothers Senior.
Nama Swaka Brothers Yunior diartikan sebagai Suara Hamka Bersama. Swaka adalah kependekan dari Suara Hamka dan Brothers yang artinya bersaudara dimaknai dengan ‘bersama’. Sedangkan kata Yunior disertakan karena personil grup nasyid ini merupakan wajah-wajah baru di lingkungan PMT Hamka. Diceritakan Arde, “Pelatih kami (Muhammad Taufik Husein) meminta kami membuat nama untuk grup nasyid ini. Saat itu, ada personil grup nasyid lama (Swaka Brothers) menganjurkan agar namanya Swaka Brothers Yunior saja karena grup nasyid ini merupakan generasi penerus dari Swaka Brothers. Kami setuju sehingga tercetuslah nama Swaka Brothers Yunior itu.”
Kesuksesan Swaka Brothers Yunior juga tidak terlepas dari latihan rutin yang dilakukan tiga kali seminggu. Hari latihan yang dipilih adalah senin, jumat dan sabtu malam. Satu hari dalam seminggu dimanfaatkan untuk menggarap lagu dan hari lainnya digunakan untuk mengaransemen lagu. Jika ada perlombaan, maka hari-hari tersebut dimampatkan untuk memaksimalkan lagu yang akan dipertandingkan.
Ngomong-ngomong soal kesuksesan, sejauh ini para personil SBY merasa paling sukses saat meraih Juara II festival Nasyid di Taman Budaya. Kenapa? “Karena festival itu, festival bebas. Tanpa kategori. Siapapun boleh ikut, pengamen pun boleh. Waktu itu lawan kami grup nasyid nasional semua. Paling tidak sudah ternama di Sumatera Barat. Pokoknya yang ikut festival, orang-orang yang sudah berpengalaman di nasyid. Tapi, Alhamdulillah kami dapat juara II. Kami juga dapat reward dari panitia karena mereka terkesan dengan penampilan kami. Kami dikasih hadiah gitar beserta perangkat-perangkatnya. Oh ya, kami juga sempat menginap gratis selama 3 hari di Padang,” cerita para personil SBY sahut menyahut. Festival di Taman Budaya ini sekaligus menjadi festival paling mengesankan bagi para personilnya.
Terakhir, apa sih hakikat bernasyid bagi ketiga belas personil SBY? Pije Jevitson menjawab, “Berdakwah dengan lagu. Selain itu kami juga ingin mencari pengalaman lewat nasyid.” Resko Dwiputra Sumantri menambahkan, “kami juga ingin menciptakan budaya nasyid.”
Nah, demikianlah bincang-bincang Pmails dengan Swaka Brothers Yunior. Semoga grup nasyid ini terus mengembangkan prestasinya sehingga mampu mengharumkan nama Sumatera Barat di bidang nasyid. Ya nggak?. Oh ya, satu lagi, ternyata Swaka Brothers Yunior telah menyiapkan satu lagu yang diciptakan sendiri, lho. “Belum booming. Tunggu saja,” begitu katanya. (Nilna Rahmi Isna)

diterbitkan di tabloid Pmails edisi 127, 02 – 08 Maret 2008

3 thoughts on “Suaranya Menggetarkan Hati

  1. assalammualaikum.
    k’ Nilna R.isna saya tidak ada komentar saya
    hanya ingin minta tolong, tampilkan dech group nasyid
    SBY “swaka brother’s yunior”

    Please………,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s