100 Tahun Buya Hamka

Jika Buya Hamka masih hidup, maka 17 Februari kemarin, beliau sudah merayakan ulang tahun yang ke-100. Sayang, ulama besar ini sudah lama meninggalkan kita.  Beliau wafat 24 Juli 1981 di Jakarta. Namun, meski beliau telah tiada, kenangan akan dirinya tetap hidup dalam benak banyak orang.
Mungkin banyak diantara kita yang nggak tahu nama Buya Hamka panjaaang banget. Yakni, Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Nah, saking panjangnya, jadi disingkat Hamka deh. Beliau lahir di Kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, 17 Februari 1908. Sejak kecil Buya Hamka sudah menunjukkan minat sangat besar pada ilmu pengetahuan. Uniknya, beliau nggak belajar di sekolah lho sebagaimana kita seakrang. Beliau cuma sekolah sampai kelas 2 SD. Selanjutnya beliau menuntut ilmu di surau-surau. Kok di surau sih? Iya, karena di sana banyak terdapat ulama-ulama besar yang siap mengajarkan ilmu, seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo. Selain itu, beliau juga gemar membaca berbagai buku karya pemikir dalam dan luar negeri. Hal ini membuat pengetahuan Buya Hamka sangat luas. Beliau jadi fasih menguasai ilmu agama, sastra, sejarah, filsafat, dan lain-lain. Tak cukup hanya itu, beliau juga belajar jadi seorang orator. Caranya? Beliau aktif ikut diskusi dengan tokoh-tokoh seperti HOS Cokroaminoto, Raden Mas Surjoparonoto, Haji Fakrudin, dan Ar Sutan Mansur.

Nggak Pernah Capek
Buya Hamka termasuk jenis manusia yang selalu aktif, dan nggak mudah capek. Itu terbukti dari banyaknya kegiatan yang beliau jalani. Hari-hari beliau sangat padat oleh berbagai kegiatan keilmuan, politik dan sosial. Bayangin aja, selain menimba ilmu pada ulama-ulama besar, beliau juga membagi ilmu tersebut pada orang lain.
Formalnya, beliau mulai menjadi guru sejak umur 19 tahun, sepulangnya dari Mekah. Namun, kegiatan beliau membagi ilmu pada banyak orang sudah dimulai dua tahun sebelumnya. Pada umur 17 tahun beliau sudah menulis buku berjudul Khatibul Ummah sebanyak 3 jilid.
Kecintaan beliau membagi ilmu baik secara formal (di sekolah) maupun informal (lewat tulisan) terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Di sela-sela kesibukan sebagai dosen dan kemudian rektor di Perguruan Tinggi Islam, beliau menyempatkan menulis buku. Hingga menjelang wafatnya, sudah 118 buah buku yang beliau hasilkan. Mulai dari novel sastra seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk hingga tafsir Al Qur’an, Tafsir Al Azhar sebanyak 30 juz.

Setia Pada Prinsip
Selain melakukan aktivitas keilmuan, Buya Hamka juga aktif di kegiatan organisasi keagamaan dan politik. Tercatat beliau pernah menjadi Ketua Majlis Pimpinan Muhammadiyah Sumatera Barat, penasihat pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua Majelis Ulama Indonesia,  Ketua Barisan Pertahanan Nasional, dan menjadi anggota Konstituante tahun 1955. Keaktifan beliau di berbagai organisasi membuat beliau sering berseberangan dengan penguasa. Misalnya, saat menjabat sebagai Ketua MUI beliau pernah mendapat tantangan keras  karena mengeluarkan fatwa haramnya umat muslim merayakan natal. Beliau diminta untuk mencabut kembali fatwa tersebut. Tau nggak apa tanggapan Buya Hamka? Beliau meletakkan jabatannya.
Buya Hamka memang dikenal kuat memegang prinsip, namun ia juga dikenal lembut, santun bertutur kata, dan arif dalam memandang persoalan. Mereka yang dekat dengan Buya Hamka mengenang beliau sebagai orang yang sangat halus perasaannya. Beliau selalu meneteskan air mata setiap kali teringat dengan Allah SWT, Sang Pencipta.
Ulama besar ini meninggal dunia pada  “hari baik bulan baik” Jum’at, 21 Ramadhan, atau 24 Juli 1981. Keutamaan beliau terlihat dari tumpah ruahnya masyarakat yang mengantar jenazah beliau ke peristirahatan terakhir, Tanah Kusir.
Ribuan orang berduka. Sebab, tak lagi mereka akan mendengar khutbah hari raya sang ulama besar di Masjid Al Azhar sejak saat itu.(berbagai sumber/Nilna Rahmi Isna)

diterbitkan oleh Tabloid Pmails edisi 126, 24 Februari – 1 Maret 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s