Belajar tidak Sombong

Malam ini, remaja mesjid mengadakan acara evaluasi sekaligus pembubaran panitia 1 Muharam. Ide diadakannya acara ini sebenarnya dari Yona, yang semalam sms saya, ”Kak, kapan qta makan2, pembubaran panitianya g da?”. Sms Yona ini saya teruskan ke Bg Fin dan kata Bg Fin, “Pke pembubaran panitia pl tu? Panitia yg tbntuk kan cuma dkit.” Bang Fin benar juga, panitia yang terbentuk cuma ketua dan sekretaris.

Tapi, mengingat bunyi sms Yona, saya sadar sendiri. Sebenarnya, tak penting apa agendanya, yang penting adalah ngumpul-ngumpulnya. Maka, tercetus oleh saya ide untuk mengadakan evaluasi sekaligus pembubaran panitia kecil-kecilan.

Maka, sorenya, saya datang ke rumah Yona, menyampaikan misi saya semalam. Yona setuju. Lalu saya dan Yona ke rumah Mbak Rin dan dilanjutkan ke rumah Bang Fin.

Begitu semua orang sudah berkumpul di mesjid, saya langsung membuka acara. Bang Fan nyeletuk, ”Kok bukan ketua yang buka?” Saya jawab, ”Kan pakai moderator dulu. Jadi, Nilna moderatornya.” Tapi akhirnya, karena Bang Fan nyeletuk demikian, saya sendiri juga nyadar. ”Kenapa mesti pakai moderator segala? Kenapa bukan ketua saja yang buka acara?” Karena itu, saya minta proses ’buka acara’nya dibuka ulang oleh Bang Fin.

Setelah dibuka Bang Fin, saya (sekali lagi) mengambil alih ”vokal”. Sebenarnya bukan salah Bang Fin juga yang nggak tau mesti ngomong apa coz ’otak evaluasi’ itu kan dari saya. Makanya saat evaluasi, saya hampir membahas seluruh kegiatan, mulai dari awal sampai akhir, dari publikasi sampai keuangan, dari penampilan protokol sampai muhasabah. Juga saya menyampaikan uneg-uneg, harapan dan pujian yang sempat saya dengar dari para jemaah yang hadir pada saat acara.

Omongan soal evaluasi itu pun melenceng ke arah ’rencana remaja mesjid’ selanjutnya. Karena, merasa yang dibicarakan sudah di luar topik, maka saya dengan polosnya dan tanpa basa-basi langsung ngomong, ”Oh ya, udah lain lagi nih cerita kita. Bukan soal evaluasi lagi. Evaluasi udah selesai. Dengan ini panitia pelaksana 1 Muharam dibubarkan.” Astaghfirullahalazim, ampuni saya ya Allah. Harusnya bukan saya yang membubarkan panitia. Ketua pelaksananya dong! Kenapa saya yang melakukannya? Untung saja saat itu, Bang Fan langsung mengingatkan, ”Loh, kok bukan ketua yang membubarkan?” Dan dalam becandaannya Bang Fan nyeletuk (lagi) ”Wah Fin, nggak dihargai nih kamu sebagai ketua.” Dengar Bang Fan ngomong gitu, saya jadi malu sendiri dan benar-benar menyesali apa yang telah saya lakukan tadi (bc: membubarkan sendiri kepanitiaan tanpa minta persetujuan ketua).

Ps : Saya benar-benar minta maaf pada ketua atas hal ini. Ketua, maafkanlah saya yang sering khilaf ini.

Selesai evaluasi dan pembubaran panitia, Bang Fan dan Bang Fin traktir roti bakar Bandung di rumahnya. Yang ditraktir cuma Yona dan Nilna. Kenapa yang berdua itu saja? Karena hanya mereka berdualah yang beruntung (hwehehe). Tapi bukan traktir itu yang akan saya ceritakan. Saya hanya akan menceritakan sepenggal dialog dalam obrolan ’malam traktiran’ itu.

Yona : Dalam tahun kemarenlah (2007,-red), kegiatan remaja mesjid benar-benar vakum.

Bang Fan : Ya

Saya : Iya ya. Karena nggak ada Nilna tuh. Kan waktu itu Nilna sibuk SPMB

Yona (dalam ekspresi nyindir) : Iyolah kak!!!

Bang Fan (dalam ekspresi nyindir) : Yah…

Bang Fin (dalam ekspresi nyindir) : Eh, abang masuak lai yo! (gerakan pengen masuk ke rumah)

Mungkin anda yang membaca dan tidak tahu situasinya bingung dengan apa yang saya tulis. Tapi yang pasti mereka semua dengan kompak berekspresi seakan ’menyesal’ telah mengangkat topik pembicaraan demikian. (Halah….)

Saya yang jadi ”korban” ketika itu, senyum najong. Nyesel juga udah ngomong kayak gitu. Kesannya seakan Nilna-lah yang paling berjasa. Padahal, nggak terlalu. (Halah lagi…!!!^ ^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s