Pacaran Asal Sehat

Yang namanya pacaran selalu jadi pro kontra. Boleh atau nggak ya? Sebagian mengatakan boleh dan sebagian lain terang-terangan melarang. Tapi ada juga yang mengatakan boleh asalkan tahu batas-batasnya atau yang lebih dikenal dengan gaya berpacaran sehat. Nah lho, bagaimana ya gaya pacaran yang bisa kita sebut dengan pacaran sehat?
Ada 5 kategori yang menggambarkan gaya pacaran sehat. Sst…, kelimanya ini harus dilaksanakan sekaligus ya, bukan dipilih salah satu.
1. Sehat Fisik
Sehat fisik maksudnya tidak ada kekerasan dalam berpacaran. Biarpun secara fisik cowok lebih kuat, bukan berarti cowok bisa menindas seenaknya kaum cewek. Konkritnya, dalam berpacaran dilarang keras saling memukul, menampar, menendang, apalagi cakar-cakaran. (he…he…)
2. Sehat Emosional
Hubungan yang baik akan terjalin apabila timbul rasa nyaman, aman, dan tentram, saling pengertian, saling terbuka, juga saling perhatian. Kita nggak cuma dituntut untuk mengenali emosi diri sendiri tapi juga memahami emosi orang lain. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita bisa mengungkapkan dan mengendalikan emosi dengan baik. Dalam hal ini manajemen emosi harus kita tata rapi. Yang jelas, kita tidak boleh melakukan kekerasan nonfisik kepada pacar misalnya marah-marah nggak jelas.
3. Sehat Sosial
Pacaran itu nggak membelenggu alias tidak mengikat. Artinya, meskipun punya pacar, hubungan sosial kita dengan orang lain harus tetap dijaga. Kalau pagi-siang-malam bareng pacar terus, kapan waktunya sama keluarga, teman-teman, atau sama kucing kesayangan kita? Bisa-bisa kita nggak punya teman, keluarga jadi cuek, dan kucing ikut-ikutan ngambek. Tuh, bisa bahaya kan? Dan bukan nggak mungkin kita akan merasa terasing di lingkungan sendiri. Waduh, lebih gawat lagi!
4. Sehat seksual
Secara biologis, kita yang masih remaja ini mengalami perkembangan dan kematangan seks. Pacaran, tanpa disadari, juga mempengaruhi kehidupan seksual seseorang. Kedekatan secara fisik dapat memicu timbulnya kontak fisik. Kalau diteruskan, bisa-bisa kebablasan. Jadi, dalam berpacaran kita harus saling menjaga dan mengendalikan diri masing-masing dengan tidak melakukan hal-hal yang ”beresiko”.
5. Sehat Rohani
Dalam agama, pacaran yang dimaksud sehat adalah pacaran setelah menikah. Jika telah menikah, tidak ada lagi batasan-batasan dalam berhubungan antara dua jenis manusia yang berlainan. Bahkan seks pun diizinkan. Setelah menikah, kita bebas berpacaran kemana saja dan melakukan apa saja. Eiits, tapi tetap harus sehat fisik, sehat emosi, serta sehat sosial.

Nah, bagaimana dengan kamu? Siap untuk pacaran sehat? Apapun jawaban kamu, pacaran sehat harus jadi pilihan kalau nggak mau kena akibatnya. (dikutip dari jurnal sehat dengan penggubahan/Nilna Rahmi Isna)

3 thoughts on “Pacaran Asal Sehat

  1. nah,,!!!!
    mungkin kebanyakan orang uda ngerti n paham yang nomer 1-4..
    tapi bagaimana dengan yang nomer 5????
    apa semua orang sudah setuju dg nomer 5 ini???
    padahal kan disebutkan kalo mau pacaran sehat harus memenuhi kelimanya sekaligus..gak boleh setengah-setengah!!!
    so, pacaran yang sehat ya!!!

    (nb.thz 2 nilna..smg bs slalu menginspirasi org lain!)

  2. pacaran, ehmm jgn kelaman deh. mending nikah aja sekaligus. but sebelum nikah bayak syaum sunah dulu dan istikhoroh. klw kelamaan anyk godaanya pasti.

  3. emang ad ya…. pacaran yg sehat????
    mau dunk…
    tul bget kt isal tu…
    mending langsung nikah aj deh…
    kn asik pacaran stelah nikah…

    he….
    tp jgn buru2…
    kuliah+persiapan yg matang dulu…
    bg setuju bget dg Point No. 5….
    .
    tp tipsnya bagus bngetttt….
    kreatiph ya….
    .ok…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s