Pengendalian Bencana oleh Pemerintah dan Masyarakat

Tanggal 17 Desember 2007 terjadi gempa berkekuatan 8,5 Skala Richter pada pukul 11.00 WIB yang dirasakan oleh masyarakat di 19 kabupaten/kota. Khususnya di daerah sepanjang pantai yang meliputi 7 kabupaten/kota, yaitu Padang, Pariaman, Agam, Pesisir Selatan, Kepulauan Mentawai, dan Pasaman Barat. Bumi berguncang selama dua menit nonstop. Orang-orang yang dalam perjalanan tidak bisa berdiri. Dinding rumah warga rubuh. Terjadi kepanikan di rumah sakit dan pasar raya. Ada rumah yang kebakaran dan di jalan raya terjadi tabrakan. Ibu-ibu hamil, orang tua renta, dan anak-anak panik.
Lima menit setelah gempa, masyarakat di sepanjang pantai menyaksikan air laut surut dengan cepat hingga 50-100 meter. Orang-orang berteriak, “Tsunami… tsunami….” Lima menit berikutnya, terdengar sirine TEWS di Dinas Kesos PBB memancarkan bunyi tanda evakuasi. Masyarakat panik dan segera berhamburan mencari tempat yang lebih tinggi.
Itulah skenario simulasi gempa bumi dan tsunami yang diadakan serentak di 7 kabupaten/kota se-Sumbar. Terhadap simulasi ini, ada warga yang menghadapi dengan panik, ada juga yang menanggapinya dengan tertawa-tawa geli. Bagi warga yang serius, mereka ikut melibatkan peran aktif anak dan keluarganya. Bagi yang menganggap enteng, mereka hanya berjalan-jalan santai dan malas-malasan saat anggota Satlak kota Padang meminta mereka lari.
Sekitar 15 menit setelah itu, datanglah anggota TNI, polisi, dan Satlak melakukan evakuasi korban tsunami. Mereka mengangkut para korban menuju tempat evakuasi sementara. Di lokasi evakuasi tersebut, petugas memilah mana yang luka berat, ringan, dan meninggal. Mereka mendapat prioritas utama masuk ke ambulans menuju rumah sakit.
Salah satu titik evakuasi adalah Gunung Pangilun, tepatnya di lokasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Padang. Ribuan warga, terutama yang berada di kawasan sekitar pantai berlari berbondong-bondong menuju gunung tersebut. Alhasil, pada pukul 12.00 WIB, kawasan IPA Gunung Pangilun penuh sesak oleh warga yang melakukan evakuasi.
Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi, seperti yang dikutip dari Padang Ekspres, mengatakan bahwa dengan adanya simulasi tsunami ini masyarakat diharapkan terbiasa dan siap jika potensi tsunami benar-benar datang. “Kita ingin latihan evakuasi ini menjadi budaya masyarakat,” ucap beliau. Begitu juga dengan Wawako, Yusman Kasim, yang terharu dengan peran masyarakat dalam simulasi ini, meskipun ada juga beberapa warga yang menampik simulasi ini. “Kita harus sering mengingatkan kepada masyarakat tentang bencana. Kita dalam hal ini tidak mengharapkan datang, tapi jika datang kita sudah siap,” kata Wawako.
Untuk sistematisnya, pada menit ke-5 setelah gempa, Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) menerima informasi dari TEWS (Tsunami Early Warning System)-BMG untuk diseminasikan kepada masyarakat melalui jaringan komunikasi bencana Sumbar. Pada menit ke-10, Gubernur mengeksekusi penekanan tombol sirine TEWS tanda evakuasi yang langsung mengaktifkan serentak sirine TEWS di 7 kabupaten/kota. Usai menekan tombol sirine, Gubernur memonitor dan mengendalikan proses evakuasi dan perkembangan gempa tsunami dengan 7 bupati/walikota daerah pesisir pantai melalui radio komunikasi.
Pada menit ke-25, atas inisiatif seluruh masyarakat dan arahan petugas dan relawan, sebagian besar masyarakat telah menuju tempat-tempat evakuasi. Pada menit ke-100, gelombang melaut sudah mereda. Ancaman gempa dan tsunami tela berakhir.
Untuk penyampaian informasi saat bencana, juga dibantu oleh 30 radio FM Radio Data Sistem. Radio ini berada di tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan. Dikhususkan kepada ORARI dan RAPI disiagakan untuk mempercepat penyampaian informasi gempa. (Nilna Rahmi Isna)

diterbitkan di tabloid Pmails edisi 117 23 – 28 Desember 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s