Nilna. Positif dan Negatif

Semalam, sebuah sms hadir di HP empat orang : Nessa, teman SMA sekaligus sahabat menulis ; Kak Ambun, senior di SMA yang merupakan siswa Exchange Student (AFS) ke Amerika ; Kakla, sepupu, dan Febdi, teman di kampus, Kesehatan Masyarakat UNAND.

Isi smsnya : Teman, menurut kalian Nilna itu gimana ? Positif dan negatifnya?

Berikut sms-sms balasan yang saya terima :

Positif

Nessa said:

  • Dinamis
  • Berani
  • Jujur
  • Apa adanya
  • Khas
  • Setia kawan
  • Lucu
  • Dan masih banyak lagi

Kak Ambun said:

  • Konsekuen
  • Tau apa yang Nilna mau
  • Hardworker
  • Fokus

Kakla said:

  • Berani mendekati nekat
  • Mudah bersosialisasi
  • Otaknya kencang
  • kritis

Febdi said:

  • Baik
  • Murah hati
  • Suka menolong teman

Negatif

Nesa said:

  • Kadang suka maksa…penyakit anak tunggal kali, g tw jg, hehehe

Kak Ambun said:

  • Kadang suka sewot sendiri tanpa tahu masalahnya apa, he.

Kakla said:

  • Novel tanpa huruf R, huahaha.

Febdi said:

  • Kurang dekat ma teman-teman ce yang lain. Jangan hanya dekat ma teman-teman dekat. Kenali juga yang lain. Saran Febdi : Selalu sapa dan senyum.

Nah, dari tabel sudah bisa dilihat.

List positif lebih banyak dari negatif.

Hehe…

Terima kasih teman-teman dan kakak-kakak. Kalian membuat saya tambah narsis dan besar kepala. Astaghfirullahalazim, semoga ini hanya sesaat. Maksud saya sesaat untuk berbesar kepala. Untuk sifat-sifat positif, semoga dapat dipertahankan. Amien.

Secara keseluruhan, saya mengakui, baik sifat positif maupun sifat negatif yang disebutkan diatas.

Tapi untuk hal hardworker dan fokus, saya memang memiliki sifat itu. Tapi anehnya sifat itu tidak teraplikasikan dalam hal belajar wajib (baca: belajar waktu sekolah dan kuliah). Saya bukan pekerja keras dalam hal mengerjakan rumus-rumus parsial, integral, geometri, serta rumus-rumus yang berkutat dengan angka-angka matematika lainnya. Dan saya jarang fokus mengutak-atik rumus-rumus fisika atau mengaduk-aduk rumus-rumus kimia. Entah kenapa? Tapi kalau urusan konsekuen, fokus, dan bekerja keras dalam menulis atau dalam merencanakan dan melaksanakan suatu kegiatan, maka aku dengan lantang akan menjawab, ”Ya. Itu benar!”

Sampai-sampai aku berpikir sendiri, jika untuk menulis saya bisa fokus dan bekerja keras, maka sesungguhnya untuk belajar pun saya bisa melakukan hal yang sama. Hanya saja saya malas dalam hal yang menurut saya itu membosankan. Dan belajar di kelas, kadang-kadang termasuk hal yang membosankan.

Lihat, saya menggunakan kata ’kadang-kadang’ disini karena kenyataannya banyak juga pelajaran-pelajaran yang ternyata tidak begitu membosankan.

Mengenai kurang dekat dengan teman-teman dan hanya dekat pada teman dekat saja, ini cukup menjadi pertimbangan dan tambahan. Di kampus, saya memang sering bergaul hanya dengan Prije dan Ina. Tapi sebenarnya, saya juga bergaul dengan teman-teman yang lainnya. Namun mungkin frekuensinya kurang. Jadi, kelihatannya saya nggak dekat sama teman-teman yang lain. Baik, saya akan lebih mengenali dan sering ngumpul-ngumpul dengan teman-teman yang lain. Oke, saya akan selalu sapa dan senyum, seperti yang disarankan Febdi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s