Pendidikan Dokter dalam Organisasi

Aku tidak menyangka eksistensi seorang mahasiswa pendidikan dokter dalam suatu organisasi ternyata menyedihkan. Aku minta maaf jika aku salah. Namun itulah yang bisa aku tangkap pada rapat konsolidasi II WSJC (West Sumatera Jurnalistic Course) Broca FK Unand. Dari 20an mahasiswa yang tergabung dalam organisasi pers mahasiswa keokteran ini, hanya 9 orang yang hadir dalam rapat. 7 diantaranya adalah koordinator masing-masing seksi. Dan dua lainnya adalah anggota seksi acara dan seksi perlengkapan, yaitu aku dan Rozi. Yang aku pertanyakan. Kemana belasan mahasiswa ‘pendidikan dokter’ lain yang memiliki tugas dan tanggungjawab dalam kepanitiaan ini? Kenapa hanya koordinatornya saja yang datang? Kemana mahasiswa baru 2007 yang juga telah dipercayakan dalam kepanitiaan ini? Kenapa mereka tidak menampakkan hidung? Kenapa hanya aku dan Rozi yang merupakan mahasiswa 2007 yang notabene bukan ‘pendidikan dokter’? Seharusnya, mereka yang berstatus calon dokter itu yang lebih merasa memiliki daripada aku dan Rozi. Apa mereka terlalu sibuk mengerjakan tugas-tugas berat mereka? Apakah hanya aku dan Rozi saja sebagai perwakilan ‘07 yang diundang dalam rapat ini? Kalau begitu aku dan Rozi harusnya merasa terhormat. Dan kupikir, harusnya mahasiswa ‘pendidikan dokter’ protes karena hanya aku dan Rozi yang diundang.

Kalau kepanitiannya bergerak merangkak seperti ini, kapan sampainya. Mungkinkah kubiarkan saja mereka merangkak, aku berlari. Atau aku yang mengajak mereka berlari seperti siput yang berpacu dengan serigala?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s