Prije temanku sakit

Prijeku sakit. Aku melihatnya memakai slang tabung oksigen di unit kesehatan darurat ESQ Unand 25 November 2007. Prije adalah peserta ESQ sementara aku ATS (Alumni Training Spiritual). Aku (jelas) kaget walaupun sebenarnya aku tak perlu kaget.

Sejak hari pertama, 24 November 2007, Prije keluar masuk ruang kesehatan-ruang ESQ. Di satu sisi, Prije tidak sanggup menahan sesak di rongga pernafasannya, di sisi lain ia tidak mau meninggalkan materi ESQ. Begitu juga tadi pagi sebelum aku melihatnya memasang slang oksigen, aku sempat memapah Prije menuju ruang kesehatan lalu meninggalkannya disana. Kemudian terjadi gempa. Peserta ESQ hampir panik jika tidak ditenangkan oleh trainer. Saat situasi normal kembali, aku melihat Prije bergegas dari ruang kesehatan masuk menuju tempat duduk di ruang ESQ. Setelah gempa, perjalanan ‘leadership principle’ yang menceritakan kisah nabi yang menggugah jiwa dimulai. Itu berarti Prije sempat mengikuti sesi ini. Ketika sesi ‘Leadership Principle’ selesai aku menuju ruang ATS yang juga merupakan ruang kesehatan sementara. Saat itu aku melihat Prije bersandar di atas kasur kesehatan dengan slang di hidungnya dan selimut menutupi tubuhnya.

Aku mendekatinya. Aku cemas. “Prije, ada apa?,” lirihku. Prije meraih tanganku dikatakannya, “Na, kalau Prije dibawa ke rumah sakit, Nilna ikut ya! Hibur Prije ya, Nilna.” Aku mengangguk dengan permintaannya. Hatiku miris. Aku tidak diizinkan oleh Prije jauh-jauh darinya sampai papanya datang. Aku mengikuti keinginannya. Walaupun konsekuensinya, aku tidak bisa lagi mengikuti acara ESQ secara penuh.

Papa Prije datang. Sesaat terjadi kebimbangan. Prije mau dibawa kemana? Mau pulang, ke rumah sakit, atau tetap disini hingga pikirannya tenang. Dokter telah memeriksa Prije. Tidak terdapat gejala asma. Tapi prije telah tergantung dengan slang oksigen. Prije tidak mau pulang ke rumah, takut gempa. Di rumah sakit ia tak mau, takut disuntik dan diinfus. Sedangkan di UNAND tidak kondusif, Prije tertekan dengan suara-suara trainer yang terdengar mencekam. Karena Prije telah tergantung dengan slang oksigen, Prije diputuskan untuk dibawa ke rumah sakit M. Djamil.

Prije, aku, serta dua orang petugas kesehatan menuju rumah sakit M. Djamil menggunakan ambulan. Itu kali pertamanya aku naik ambulan. Aku pikir di ambulan aku bisa duduk di tenang. Ternyata tidak, aku terpelanting ke kanan dan ke kiri. Mobil itu melaju teramat kencang, menerobos benda-benda bermotor lainnya. Aku lapar sekali. Aku meraih snack yang sudah aku bawa sejak di ruang ATS tadi. Tapi untuk membuka kotaknya saja teramat susah. Dengan bersusah payah dan sekuat tenaga, aku makan snack sebagai makanan siangku dalam kondisi terombang-ambing dalam ambulan. Begitu juga saat Prije memintaku menghubungi teman-teman. Rasanya setiap menekan satu huruf setiap itu pula aku dilambungkan sehingga kepalaku hampir menyentuh langit-langit ambulan. Ah, ternyata ambulan begitu kejam. Aku jadi teringat dengan prediksi Rio tentang prospek kerja PSIKM. Saat itu juga aku pastikan, ‘Sarjana Kesehatan Masyarakat bukan untuk menjadi sopir ambulan’.  Awas kamu, Rio!

Kami sampai di rumah sakit. Dari ambulan, Prije langsung dibawa dengan ‘tempat tidur dorong’ (aku emang nggak tau apa nama buat tempat tidur yang didorong itu. Maaf jika aku salah menyebutnya ‘tempat tidur dorong’) Tugasku nge-sms anak-anak PSIKM dan anak-anak DC telah selesai. Prije diberi oksigen lagi, kali ini oksigen dari rumah sakit. Sesaat kemudian papa prije datang, lalu petugas kesehatan Unand pamit kembali ke Unand, kemudian mama prije datang. Barulah setelah itu, teman-teman berdatangan. Orang pertama yang datang adalah Agus disusul Rio. Setelah itu, Efri, Febdi dan Rizki. Kemudian Ami dan gaek. Terus Afni dan Ina. Lalu wulan, laura, dan Ridha.

Sekitar pukul 17.00, Dokter mengatakan Prije sudah boleh pulang. Prije pulang, kami pun pulang. ‘Kami’ yang dimaksud disini adalah Aku, Ina, Rizki, dan Efri. Selain ‘kami’ sudah pulang duluan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s