Semuanya Memang Masalah Kecil

Semuanya memang masalah kecil. Tapi jika masalah itu datang beruntun, apa masih bisa disebut masalah kecil? Malam ini saya mati-matian mengerjakan tugas Epidemiologi dari pak Edison. Saya memang menawarkan diri untuk mengetik tugas-tugas tersebut ke word dan power point. Tapi ternyata saya tidak hanya mengetik tapi juga mengolah hampir semua data. Menguntungkan memang,, karena dengan begini saya akan membaca dan bisa memahami apa yang akan dipresentasikan nanti, tapi berhubung ini adalah tugas kelompok, rasanya menyebalkan sekali.

Saya kembali mengerjakan tugas ini sepulang kuliah dan kemudian melanjutkannya setelah berbuka. Sayang sekali, kesialan kembali terjadi. Listrik di lingkungan komplek saya ‘spanning rendah’ dan kemudian mati total. Saya sempat mengerjakan tugas ini dibawah temaram lilin dan dengan sisa-sisa baterai laptop yang masih ada. Setengah jam kemudian, lisrik hidup. Saya bersyukur. Saya kembali mengerjakan tugas tersebut. Kali ini tinggal ngasi custom animation. Ok, word dan powerpoint selesai dengan sempurna dan memuaskan. Saya meraih print. Dan masalah datang lagi. Tinta print di rumah habis sementara jam menunjukkan pukul 23.00. 

Kemana saya akan mencari tinta print? Printer-nya ngadat, coba dimatiin nggak mau, di cancel print juga nggak bisa. Gimana dong? Tanya sama ayah? Enggak deh, ntar dimarahin lagi.

Jam 23.05, saya cuma berharap semoga ada rental komputer yang buka besok pagi. Karena kelompok saya akan presentasi jam 8 pagi. Itu artinya, saya harus datang pagi-pagi buta, satu jam sebelum perkuliahan dimulai. 

Doakan saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s