Beo Nias, Susah Dicari di Nias

“Assalamualaikum…, assalamualaikum….” Begitulah burung beo biasa menyapa tamu tuan rumahnya. Bila sedang bersiul, maka suara burung beo akan terdengar lebih nyaring dan keras. Apalagi jika ada burung lain yang sedang berkicau, burung beo dengan suara yang tak kalah kuatnya langsung menirukan suara kicauan burung tersebut. Orang-orang banyak yang terpukau dengan penampilannya yang unik dan menggemaskan. Sehingga banyak para pencinta burung memilihnya sebagai burung kesayangan.


Sayangnya, keberadaan burung beo di tanah air kita ini semakin lama semakin berkurang. Berdasarkan penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama Departemen Kehutanan, pada akhir 1996 sampai Agustus 1997, jumlah beo Nias di habitat tinggal tujuh ekor. Nah, bagaimana dengan tahun 2007 yang mungkin keberadaan burung beo tinggal satu ekor saja atau bahkan tidak ada. Kemungkinan lainnya, burung beo lebih banyak hidup di pasar burung untuk dikomersilkan daripada di taman lindung untuk dilestarikan.
Jenis burung beo yang terkenal dan hampir punah itu adalah burung beo Nias. Jenis ini memang berasal dari pulau Nias, Sumatera Utara, masuk ke dalam bangsa Passerifosmes dan sukuStrunidae. Burung beo bertubuh gemuk dengan panjang tubuh 40 sentimeter. Berwarna dominan hitam pada bulu di seluruh badan, kecuali bagian sayap yang berbulu putih. Bagian kepalanya berbulu pendek yang mana terdapat pial berwarna kuning yang dapat dilihat di sisi kepala. Uniknya, sepasang gelambir cuping telinga burung beo Nias menyatu di belakang kepala. Gelambir yang mengarah ke leher ini berwarna kuning mencolok. Kakinya juga berwarna kuning dengan empat jari. Tiga jari mengarah ke depan, satunya lagi menghadap belakang. Dengan iris mata coklat gelap dan paruh runcing oranye, burung cerdas ini semakin terlihat menawan.
Burung beo nias senang hidup hutan-hutan rimba yang berdekatan dengan perkampungan atau tempat terbuka. Mereka membuat sarang dengan cara melubangi pohon-pohon yang berbatang tinggi dan tegak. Burung pemakan serangga dan buah-buahan ini biasa membuat sarang saat akan bertelur Dahulu, burung ini dapat dengan mudah ditemukan di kawasan Pulau Nias, Pulau Babi, Pulau Tuangku, Pulau Simo dan Pulau Bangkaru. Tapi sekarang, jenis burung ini sudah sulit untuk dicari, bahkan di pulau Nias sekalipun. Selain karena kurangnya usaha masyarakat untuk melestarikan juga karena sistem reproduksi beo Nias betina yang hanya dapat menghasilkan dua sampai tiga butir sekali bertelur. Itupun tidak semuanya yang akan bertahan hingga menetas.
Burung beo nias merupakan jenis burung pintar asli Indonesia yang kian lama populasinya kian merosot. Namun pemerintah telah mencatatkan burung ini sebagai hewan langka yang harus dilindungi dengan dasar hukum Peraturan Perlindungan Binatang Liar Tahun 1931, SK Mentan Tanggal 26 Agustus 1970 No.421/Kpts/Um/8/1970, UU No. 5 Tahun 1990.(Berbagai Sumber/Nilna Rahmi Isna)

2 thoughts on “Beo Nias, Susah Dicari di Nias

  1. Ni bapak kosku baru beli 2 ekor. Padahal dia tau itu burung langka… Parahnya lagi, dia pegawai kehakiman… Wah, bener2 buta hukum dah.

  2. Saya ingin sekali memelihara burung beo drumah.Yg saya tanyakan,apakah boleh dpelihara drumah n apakah peliharanya juga harus menggunakan surat seperti kucing persia?thank’s

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s