Terjadi Lagi, Gempa

13 September 2007, pagi

Terjadi lagi. Saiia baru akan mau mandi, ketika sadar bahwa bumi kembali berguncang. Saiia langsung keluar sambil teriak, “Bu, gempa!!!” Kedua ortu saiia yang juga menyadari hal itu langsung berdiri dari tempat mereka tidur. Ayah ambil langkah cepat membuka pintu. Ibu menyusul di belakang ayah. Saiia yang keluar dari kamar mandi itu langsung menyadari bahwa saiia cuma pake celana short. Saiia kembali ke kamar mandi untuk ngambil handuk. Ibu yang tau apa yang erjadi pada saiia melemparkan kain sarung ke saiia. Saiia nggak peduli langsung memakai handuk dan sarung asal-asalan, yang penting menutupi.

Sampai di luar, orang-orang udah berada di luar rumah mereka. Gempa masih mengguncang. Goncangannya membuat orang berdiri langsung terduduk. Ini terjadi pada ayah yang tadinya berdiri langsung terduduk. Sementara saiia dan ibu udah duluan duduk begitu sampai di luar rumah. (Teknik menyatukan badan dengan tanah itu memang manjur. Setidaknya mengurangi perasaan cemas.)

Rumah-rumah di komplek saiia berguncang hebat, seperti kemarin, terdengar dentuman-dentuman. Mobil-mobil yang diparkir di garase beroyang ke depan dan belakang. Jalanan terlihat miring-miring mengikuti arah gempa. Orang-orang duduk berkelompok dalam lingkaran keluarga masing-masing. Gempa kali ini terasa lebih dahsyat, lebih kuat, lebih lama. Sepertinya dunia ini akan terbalik saja.

Ketika gempa itu mereda, saiia takjub melihat keadaan sekeliling. Tidak satupun bangunan di sekitar saiia yang rubuh padahal gempa yang mengguncang begitu hebat. Kata Ayah, seumur hidupnya (55 tahun), inilah gempa terkuat yang pernah dirasakannya. Memang tidak ada kerusakan yang begitu berarti di sekitar lingkungan saiia. Hanya retak-retak kecil. Tampaknya konstruksi rumah di komplek saiia terkunci dengan semestinya, tidak bangunan asal jadi asal cepat asal murah. Konstruksi ini didukung dengan keadaan tanah yang lumayan padat. Dan tentunya, atas kehendak-Nya tidak ada bangunan di sekitar kami yang rusak parah. Terima kasih ya Allah.

Ketika gempa benar-benar reda, seperti telah dikomando, seperti telah berulang kali melakukannya, mesin mobil-mobil langsung dihidupkan untuk mendengarkan radio dengan mencari stasiun PRO2 (stasiun RRI lokal), disana walikota Padang Fauzi Bahar telah standby untuk menenangkan warga dan menyebutkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi serta mencarikan alternatif penyelamatan diri untuk langkah berikutnya. Walikota berkali-kali memperingatkan warga agar tidak panik dan senantiasa menyebut nama-Nya. Orang yang paling dihormati di kota Padang itu juga menjawab telepon dari warga yang membutuhkan pertolongan. Orang-orang pemilik hape yang didukung dengan fasilitas radio juga memutar stasiun yang sama dengan diloudspeaker agar semua orang bias mendengarkan. Sementara ibu-ibu mengambil pakaian keluarga seadanya jika diperintahkan mengungsi. Bapak-bapak banyak yang mengambil langkah bijak dengan mematikan kontak listrik rumah masing-masing kemudian memeriksa pintu rumah apakah sudah terkunci rapi namun membiarkan pintu depan rumah terbuka dengan kunci menggantung di sebelah luarnya.

Ketika itu warga masih mendengarkan instruksi dari walikota bahwa warga di sekitar bibir pantai segera mengungsi ke daerah yang lebih tinggi, warga yang agak jauh dari pantai untuk bertahan di rumah masing-masing dengan sikap waspada, sementara warga yang daerahnya sudah ditentukan sebagai daerah pengungsian untuk bersiap-siap menyambut warga lainnya. Ketika itu stasiun-stasiun swasta sudah me-relay suara walikota dari stasiun Pro2. Begitu juga mesjid-mesjid yang mengarahkan radionya ke pengeras suara agar dapat didengar oleh seluruh penjuru. Walikota memperintahkan warga untuk siap di rumah masing-masing (bagi yang rumahnya agak jauh daripantai) dan menunggu sekitar 30 menit. Jika dalam rentang itu terjadi tsunami maka warga diperintahkan untuk naik ke tempat yang lebih tinggi, seperi bangunan bertingkat atau yang lainnya. Dalam rentang waktu itu, orang-orang di komplek yang memiliki rumah bertingkat yang masih kokoh membiarkan pintu mereka terbuka lebar sementara yang lainnya menyiapkan tali-tali.

Waktu telah berjalan 30 menit lebih. Walikota menenangkan warga dan menyatakan tsunami tidak terjadi berhubung tidak adanya perubahan pada air laut. Air laut tidak susut tapi pasang melebihi biasanya. Ketika itu memang daerah di sepanjang pantai dihantam gelombang pasang namun warga di sekitar pantai telah diperintahkan terlebih dahulu untuk mengungsi. Meskipun demikian, walikota tetap memperingatkan warga untuk waspada terhadap gempa susulan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s