Dingin Tanpa AC

Tanpa harus membeli AC, kita bisa merasakan hawa sejuk senantiasa hadir di rumah kita meskipun udara di luar panas menyengat. Hal ini bisa terjadi berkat teknologi dingin balok es yang baru-baru ini ditemukan para ilmuwan. Selain menghemat biaya dan energi, teknologi  dingin tanpa AC ini juga ramah lingkungan.
Teknologi ini cocok diterapkan di gedung-gedung besar. Gedung-gedung ini menggunakan sistem penyimpanan energi pelepas balok-balok es yang memompa udara sejuk ke seantero gedung. Hawa dingin tersebut berasal dari energi balok-balok es yang dilepaskan. Sistem tersebut ternyata juga membantu menghemat pengeluaran perusahaan dan mengurangi tekanan konsumsi listrik. Konon, total konsumsi listrik New York d musim panas nyaris melebihi listrik yang digunakan seluruh penduduk Negara Chile.
Keuntungan lainnya, teknologi yang menggunakan balok-balok es ini terbukti bebas dari polusi. Polusi yang dikurangi lewat sistem pelepasan energi balok-balok es ini setara dengan mengurangi polusi yang dihasilkan 223 mobil atau karbondioksida yang dihasilkan oleh 1,9 juta hektar tanaman.
Meskipun demikian, listrik tetap berperan dalam tekologi ini. Energi listrik dibutuhkan untuk membentuk es-es dengan cara membekukan air dalam tangki perak besar di malam hari ketika orang-orang minim menggunakan listrik. Pada malam hari, air membeku lagi dan begitu seterusnya sistem ini bekerja dalam siklus yang sama.
Sedangkan tempat penyimpanan es bisa dipakai sebagai alas sistem penyejuk atau dapat dikombinasikan dengan sistem tradisional demi menghemat kebutuhan energi di jam-jam sibuk.
Penyimpanan es di Credit Suisse misalnya, mampu menekan kebutuhan energi hingga 900 kilowat dan mengurangi kebutuhan listrik sampai 2,15 juta kilowatt hours per tahun. Angka ini sama dengan energi yang dibutuhkan untuk menerangi 200 rumah. Sementara di Westchester County, sistem serupa mampu mengurangi energi sampai 740 kilowatt dan menghemat 900.000 kilowatt hours per tahun. Saat ini setidaknya sudah ada 3000 tempat yang menerapkan sistem tersebut.(Associated Press/Nilna Rahmi Isna)

diterbitkan oleh tabloid Pmails edisi 101, 26 Agustus-1 September 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s