Pmails, Sejarah, hingga Trio Kwek-kwek

Tujuh Agustus kemaren, Pmails tepat berusia dua tahun. Dirayakan secara sederhana oleh seluruh kru P’mails, dari direktur hingga reporter di pantai padang. Ada tiup lilin, makan kue, en nyampaikan pesan kesan. Semua gembira dan bahagia. Kerja keras selama dua tahun ini mulai berbuah. Pmails kini mulai lekat di hati pelajar Sumatera Barat. Bagaimana perjalanan Pmails hingga bisa seperti sekarang? Yuk kita buka buku sejarahnya.
Pmails lahir sepuluh hari menjelang HUT RI ke 60. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2005. Kelahirannya dibidani oleh Om Yusrizal KW, Bang Alfitra, Kak Maya Lestari Gf dan beberapa reporter sekolah seperti Rahmadanil, Sulung Siti Hanum, Ria Febrina, Eko Kurniawan, Cesar Zehan Camille Permata Senja, Rindu Prima Wulandari, Rika Putri, Ady Juanda dan lain-lain. Edisi perdana Pmails mengangkat berita demo SMA Muhammadiyah dan SMA 3 Padang. Saat itu Pmails terbit empat halaman, masih ‘digendong’ induknya, Padang Ekspres. Alias belum berdiri sendiri, menjadi sebuah tabloid seperti saat ini. Ukuran halamannya pun sama dengan halaman koran Padang Ekspres. Meski halamannya besar, namun jumlah tulisannya hanya (rata-rata) lima atau enam. Tuh, kebayangkan panjangnya tulisan?
Ternyata, seleksi alam berlaku di Pmails. Baru berjalan beberapa edisi, para reporter mulai ‘berjatuhan’. Perlahan, mereka mundur dan menghilang. Akhirnya, hanya sedikit yang tersisa, seperti Rahmadanil, Ria Febrina, Eko Kurniawan dan Cesar Zehan Camille. Kak Maya pun kemudian mengundurkan diri karena punya baby. Ia digantikan oleh S. Metron, yang kita kenal sebagai Bang On.
Memasuki tahun 2006, si kecil Pmails bersiap untuk berubah. Pmails sudah mulai belajar jalan, nggak digendong induknya lagi. Artinya, Pmails udah berdiri sendiri sebagai sebuah bacaan remaja, nggak menyatu lagi dengan Padang Ekspres seperti yang sudah-sudah. Perubahan itu terjadi bulan Juli 2006. Pmails terbit 16 halaman. Saat itu kertasnya masih tebal. Seiring waktu berjalan, Pmails menggunakan kertas yang lebih tipis, ukurannya pun lebih kecil dari sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk kepraktisan. Kan nggak lucu kalau lagi di angkot, kita baca Pmails, bentangan halamannya mencapai satu meter.
Di tahunnya yang kedua ini, Kak Maya kembali lagi ke Pmails. Ternyata Pmails tambah rame. Banyak reporter baru dan tentunya bakat-bakat baru di keredaksian. Misalnya Dedet Pratama Dinata, Arif Budiman, Fresti Aldi,Yosefintia Sinta, Yulisa Farma, Nilna Rahmi Isna, Maghriza Novita dan lain-lain. Kehadiran Kak Maya juga melengkapi keberadaan Trio Kwek Kwek di Pmails, yang sebelumnya cuma beranggotakan Om Kawe dan Bang On. Trio ini menjadi guru, tempat belajar bagi para reporter.
Di ultah Pmails yang kedua terucap do’a, semoga kami bisa memberi yang terbaik kepada kamu-kamu semua. Kami menerima kritik dan saran dengan hati terbuka. Mari, bersama Pmails, kita bangun budaya cinta baca di Sumatera Barat.n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s