Hyperion, Si Satelit Busa

Hyperion, satelit Planet Saturnus yang paling besar ternyata hanya benda angkasa yang berbentuk seperti busa sabun mandi. Dari luar angkasa, satelit ini tampak berlubang-lubang sehingga sekilas mirip busa. Sebenarnya, menurut photo yang diambil satelit Cassini NASA, kesan ‘busa’ Hyperion itu ditimbulkan dari puluhan kawah yang tersebar permukaanya. Material hitam yang tampak pada sebagian dasar kawah Hyperion menunjukkan adanya aktivitas kimia Hydrokarbon, seperti yang ditemukan pada komet, meteorit, dan debu galaksi. Hyperion juga mengandung molekul organik yang terbuat dari hidrogen dan karbon. Molekul-molekul ini akan membentuk molekul baru apabila beku dalam es dan terekspos sinar ultraviolet. Dale juga mengatakan, tidak mungkin ada kehidupan baru di satelit tersebut, namun penemuan ini memberi informasi penting. Yakni, bahan kimia dasar seperti hidrogen dan karbon yang diperlukan untuk kehidupan tersebar luas di alam semesta. Material lain seperti karbondioksida juga ditemukan di Hyperion tapi dalam bentuk yang lebih kompleks, begitu juga dengan air beku.
“Saya yakin jenis karbondioksida yang kompleks dan air membeku ini merupakan kunci untuk memahami mengapa permukaan Hyperion seperti ‘busa”, ujar Dale Cruikshank, seorang ilmuwan planetarium pada National Geographic. Karbondioksida mungkin telah ada di bulan-bulan Saturnus sejak lama, terangnya, penggabungannya ke dalam air membeku dan material lain di permukaan membuat material ini menjadi lebih stabil.(Nationalgeographic/Nilna Rahmi Isna)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s