Haru-Seru Ultah Pmails

Hari ini P’Mails 2 tahun. Tak ada nyala lilin, kecuali nyala hati yang berupaya tak padam. Semangat kalian sebagai pelajar, cahaya cerah P’Mails untuk pembelajaran. Terima kasih kalian telah berbuat terbaik untuk cinta kita pada dunia pendidikan. Kalian hebat dan berjasa. (Salam Pak Zaili, Pak Cici, Om KW, Bg On, dan kak Maya)

Agak terisak saya membacanya, jawaban singkat bang On untuk Opie atas pertanyaannya, “Ada acara apa untuk ulang tahun Pmails?”.

Hari itu tanggal 7 Agustus 2007, hari jadinya Pmails yang kedua. Malam sebelumnya, saya sibuk sms Danil, Opie, dan Emil. Jawaban mereka semua mengecewakan : tidak tahu. Di hari H, sms yang berdatangan kepada saya.

Dari Icha : Nilna, ada acr apa d padek? Skrg kan ultah pmails. Ada acr gak? Blz cpt.
Saya balas: Tidak ada. Tidak tahu.

Sepertinya hari itu adem ayem saja. Tidak ada kue, tidak ada nyanyian, tidak ada nyala lilin, kecuali nyala hati seperti yang Bang On bilang.

Di kamar, saya menyanyikan Happy Birthday buat Pmails. Sendirian.

Dua hari berikutnya, 9 Agustus 2007. Saya sumringah. Pada rapat mingguan itu diumumkan bahwa Pmails akan merayakan hari jadinya yang kedua di pantai Padang. Di tengah-tengah acara lomba malamang dan manggiliang lado yang diadakan oleh pemko Padang disponsori oleh Padang Ekspres.

Hasil rapat: Pmails ultah yang kedua di taman ria pantai Padang hari Sabtu tanggal 11 Agustus 2007 jam 2 siang. MC oleh Dedet dan Opie. Masing-masing reporter menuliskan pesan kesannya pada secarik kertas untuk dibacakan di depan seluruh redaksi Pmails dan orang-orang lain yang mungkin hadir pada acara itu, tidak usah menuliskan nama.

Acara pertama: MC oleh Dedet dan Opie
Acara kedua : Sambutan dari Om KW, selaku pemimpin redaksi
Acara ketiga : Sambutan dari Pak Cici, selaku pemimpin perusahaan
Acara keempat : Nyanyi ultah, tiup lilin, potong kue, makan kue, photo-photo.
Acara kelima : Baca pesan kesan oleh Fresti
Acara keenam : Photo-photo, ketawa-ketawa
Acara ketujuh : Pembacaan Doa oleh Eko
Acara kedelapan : Pulang

11 Agustus 2007 mungkin menjadi hari yang paling ditunggu-tunggu. Tanpa terasa Pmails sudah dua tahun. Sudah dua tahun pula saya berkecimpung disana. Banyak dukanya, lebih banyak lagi sukanya. Pengalaman, pengetahuan, teman, orangtua, belajar dari kesalahan, belajar lewat teguran, belajar memahami, belajar mengerti, bergaul dengan teman, bergaul dengan pimpinan, bergaul dengan relasi, berkomunikasi dengan pejabat, pintar menempati, berpandai-pandai dalam segala hal, belajar arif.

Jam 9 pagi, saya sudah nongkrong di pantai padang. Acara lomba malamang menarik perhatian saya. Jujur, meskipun orang minang saya tidak tahu cara membuat lamang. Saya tidak tahu kalau lamang dibakar. Saya kaget saat melihat asap dari kejauhan sebelum sampai ke lokasi lomba. Saya pikir ada kebakaran. Terbesit di pikiran saya, mungkin saya bukan orang minang.

Saya sms Om kw : Om dimana stand Pmails di lokasi malamang ini?
Om KW bilang : Tidak ada stand Pmails
Saya sms Bang On : Dimana tempatnya bang?
Bang On bilang : Langsung ke pantai

Saya manyun kemudian larut dengan lomba, dengan asap.

Belakangan saya tahu kalau Om KW dan Bang On sedang berada di taman budaya. Saya, tentu saja, memutuskan untuk datang ke tempat Om KW dan Bang On berada. Mata saya sudah cukup perih untuk menikmati lomba malamang dan asapnya.

Sekilas kejadian di Taman Budaya :
Ketemu Om KW, Bang On, Kak Jeni, dan Ajo Andre di meja yang sama – nonton lomba nasyid – ketemu Emil – ditinggal Om KW dan Bang On yang mau memastikan konsumsi – ngobrol dengan kak Jeni – Ngobrol dengan Papi, suaminya mami yang punya kantin di taman budaya – Didatangi Dedet-Fresti yang pacu cepat dengan motor Om KW-Bang On – Om KW bilang pindah ke dekat pentas acara – Sms Opie, ngumumin pindah lokasi acara.

Di lokasi acara, tepatnya di lapangan rumput di bawah pohon besar dekat pentas disamping wartel Renifa, teman-teman Pmails (yang sudah ditunggu selama satu jam) memulai perayaan ultah Pmails yang kedua. Seperti biasanya, Pmails yang tidak berbakat mengadakan acara ulang tahun ini, merayakan ultah yang kedua dengan cara sangat biasa. Tepuk-tepuk tangan, tiup lilin, potong kue, makan kue, ketawa-ketawa.

Om KW sempat menyampaikan sepatah dua patah kata, tapi sayang sekali, suara Om KW dikalahkan oleh suara musik yang berasal dari pentas utama malamang. Malangnya lagi, kekhusyukan ultah Pmails sedikit terganggu oleh anak-anak kecil nakal (kalau tidak salah mereka anak awak redaksi Padek) dan juga oleh ketidakpeduliannya para redaksi Padang Ekspres. Mereka agak cuek bebek dengan ultah Pmails –membiarkan kita kayak anak kucing kehilangan induk-. Tapi, tak apalah, yang penting anggota Pmails tetap ceria.

Entah karena alasan apa ( atau mungkin karena faktor-faktor yang disebutkan diatas tadi), Om KW mengomando para reporter Pmails untuk pindah tempat ke Taman Budaya.

Dan di Taman Budaya-lah kita semua bisa merayakan ultah Pmails dengan riang gembira.

p8112249.jpg p8112255.jpg p8112225.jpg p8112239.jpg

p8112246.jpg p8112247.jpg p8112267.jpg p8112280.jpg

 

Terima Kasih Om KW, Bang On, Kak Maya, dan semua teman-teman reporter.
Terima kasih juga buat Pak Zaili, Pak Cici, keluarga besar PADEK, keluarga besar Posmetro, dan keluarga besar Padang TV.

Terima kasih sebesar-besarnya untuk pembaca Pmails, baik yang setia maupun yang tidak setia.


Teman-teman yang rajin ya nulisnya di P’mails biar Padang Ekspres gak nyesel mendidik kita.

One thought on “Haru-Seru Ultah Pmails

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s