Cerpen

“Apa ini? Lomba cerpen?!”
Saya terlonjak setengah mampus. Kalimat (atau mungkin pertanyaan) itu tidak hanya terdengar keras tapi seperempat menyindir.
Dan Bang On, si empu kalimat itu, tertawa ngakak di ujung kalimatnya (atau mungkin pertanyaannya).
Untung saja, ngakaknya tidak berlarut-larut. Ia kemudian larut dengan puisi Dedet yang katanya “jelek”. Duh, Tega banget sih, si Bang On. Kata-katanya itu lho : meruntyhkan semangat dan kreativitas.
Saya saja tidak bernafsu lagi menyelesaikan cerpen yang saya buat dengan serius sedari tadi. Saya kehilangan ide malah.
“Bang On… Bang On….”
Tapi tak apalah. Siapa lagi yang menyadarkan kalau karya yang kita bikin itu “kurang memuaskan”, siapa lagi yang menyadarkan kita kalau “membuat cerpen itu tidak seperti membuat berita yang terkejar deadline.”
“Bang On.”

2 thoughts on “Cerpen

  1. Tapi rada aneh sih kak, tapi cara tiap2 orang dalam mengajarkan sesuatu itu berbeda. Yang penting, maksudnya baik kan?

  2. salam alaik.. sy nk tnya mcm ner nak organize page @ blog kita cnth nya mcm nak buh pengunjung n hiasan dlm blog.. sbb sy tgk blog anda nih menarik sgt…. kalau ada masa add sy kat YM : rabb_85

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s