Biasakan Anak Membawa Bekal

rosmala-orangtua-laput.jpg

Ibu Rosmala

Barang-barang, terutama kebutuhan sekolah, yang harganya semakin menanjak naik akhir-akhir ini membuat para orangtua kewalahan mengatur keuangan keluarga. Tapi, tidak bagi keluarga yang satu ini.
Adalah Ibu Rosmala yang bertempat tinggal di Komplek Telago Permai Blok D/18 yang bisa memanej keuangan keluarganya tanpa direpotkan oleh keinginan sang anak untuk menambah uang jajan. Ibu rumah tangga yang memiliki tiga orang anak ini telah membiasakan anak-anaknya untuk membawa bekal dari rumah. Bekal yang disiapkan pun tidak sebatas nasi beserta lauknya tapi juga cemilan-cemilan kecil yang bisa dimakan oleh sang buah hati di kala senggang sebelum atau setelah sekolah.
Istri dari Bapak Amril ini pun berhasil mengajarkan anak-anaknya berhemat serta menabung sedari kecil. Sehingga, anak-anak beliau yang kini bersekolah di SMPN 8 Padang, SMA Adabiah Padang, serta baru saja tamat dari SMAN 10 Padang, bisa membeli barang-barang yang sesuai dengan hobi mereka.
Berikut petikan wawancara singkat reporter Pmails dengan Ibu Rosmala mengenai kebiasaan pelajar membawa bekal ke sekolah.
Apakah Ibu setuju jika anaknya membawa bekal ke sekolah untuk mengirit pengeluaran keluarga?
Setuju sekali. Selain bisa mengirit uang jajan, makanan yang dimakan anak jadi lebih terjamin dari segi kesehatan dan kebersihan. Gizinya terlengkapi. Porsi makanannya pun lebih cukup.
Ibu mau tidak membantu anak-anaknya menyiapkan bekal ke sekolah?
Mau sekali. Kebetulan Ibu punya anak tiga orang. Tiga-tiganya Ibu sipakan bekal untuk dibawa ke sekolah.
Jam berapa Ibu bangun untuk menyiapkan bekal mereka?
Jam setengah lima pagi, Ibu sudah siap di dapur untuk menyiapkan sarapan dan bekal buat anak-anak Ibu. Seluruh anak-anak, Ibu wajibkan sarapan pagi sebelum berangkat sekolah. Kalau mereka nggak mau sarapan, mereka akan menerima resiko sendiri bakal kelaparan di sekolah.
Apakah Ibu mau memaksa anak Ibu untuk membawa bekal ke sekolah? Kalau anak tidak mau, bagaimana?
Ibu nggak pernah memaksa anak-anak untuk membawa bekal. Kalau sekali-kali mau mencicip makanan di luar, akan Ibu izinkan. Tapi, selama ini anak Ibu nggak pernah menolak untuk membawa nasi ke sekolah.
Apakah sekolah anak Ibu menganjurkan para siswanya untuk membawa bekal ke sekolah?
Sebenarnya sih nggak terlalu dianjurkan oleh sekolah. Hanya saja, anak-anak Ibu lebih suka memakan makanan dari rumah. Mereka nggak hobi jajan. Katanya, jajanan di luar itu nggak sesuai dengan selera mereka. Nah, kalau di rumah kan bisa milih yang sesuai dengan selera dan porsi mereka.
Jadi, Ibu menyiapkan bekal sesuai dengan keinginan anak-anak Ibu?
Iya. Ibu menyiapkan makanan yang berbeda setiap harinya biar mereka nggak bosan. Bekal yang mereka bawa pun nggak hanya nasi tapi juga snack.
Apakah Ibu tetap memberikan uang jajan kepada anak-anak Ibu?
Ibu tetap memberikan uang jajan kepada mereka. Tapi, karena anak-anak Ibu dibekali makanan dari rumah, uang jajannya jadi tidak terpakai. Biasanya uang jajan itu cuma habis buat ongkos.
Kalau boleh tahu, berapa Ibu memberikan uang jajankepada anak-anak?
Untuk anak Ibu yang masih SMP, Ibu cuma memberi dia uang jajan Rp 3.000,00. Dia diantar jemput pergi-pulang sekolah. Ketika dia pulang, uang jajannya yang Rp 3.000 itu masih ada seperti sediakala. Sedangkan yang SMA, Ibu kasih Rp 10.000,00 karena kebutuhannya lebih banyak seperti uang fotokopi dan ongkos. Meskipun diberi uang lebih banyak, mereka tetap melebihkan uangnya dengan tidak jajan di sekolah.
Terus, uang jajan yang berlebih itu dikemanakan?
Nah, Ibu mengajarkan mereka untuk menabung. Jadi, mereka bisa membelanjakan uang jajan tersebut untuk keperluan yang lebih bermanfaat misalnya, untuk membeli buku, komik, atau novel. Anak-anak Ibu banyak yang hobi membaca. Mereka membeli buku dengan uang yang mereka kumpulkan sendiri.
Apakah anak-anak Ibu merasa dibatasi karena harus memakan makanan dari rumah?
Nggak, mereka malah senang karena tinggal menyuap. Mereka memang nggak suka jajan.
Apakah anak Ibu ada yang mengeluh karena malu membawa bekal dari rumah?
Alhamdulillah, belum ada anak Ibu yang minder bawa nasi ke sekolah. Mereka malah jadi panutan oleh teman-temannya. Anak-anak Ibu malah jadi trendseter untuk selalu bawa nasi ke sekolah. (Nilna Rahmi Isna)

Laporan Utama Pmails edisi 96

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s