Kekecewaan kita dan Pantai

Minggu, 8 Juli 2007. Nilna, Opie, dan Danil semangat menyantroni Pmails. Rencananya kita mau ke Pekan Budaya. Katanya, acara dimulai jam 9. Kita pun janjian hari sebelumnya ngumpul dulu di Pmails jam 8. Jam 8 lewat sedikit, (karena saya ngaret), kita pun berangkat menuju TKP (Tempat Kejadian Peliputan). Sampe disana ketemu Iqbal, lalu Fresti, kemudian Arif. Setelah satu jam berputar-putar di lokasi dan sempat-sempatnya makan mie, kita menuju suatu stand yang memajang nama “Pmails”. Dan apa yang kita dapatkan disana? Sebuah pemberitahuan bahwa acara dimulai pukul 15.00 bukan 09.00.

Kita langsung sms bang On. Berhubung anak Pmails kere semua, g’ da yang mau ngorbanin pulsa buat nelpon, maunya sms sajah. Maka sms pun diketik, lalu dikirim. Sedetik kemudian, hp-a beraksi bilang “Message Not Sent, Try Again Later!” dan itu berlanjut setiap kali di HP nilna. Opie ambil inisiatif sms Bang On, ga’ dibales. Sebelumnya, si Bang On
janji datang tapi g’ jadi mau pergi beralat (kawinan), “Teruskan Kerja,” katanya. Nilna coba sms lagi, kali ini ke Om KW, Om KW pun membalas isinya bahwa stand Pmails dibiarin kosong terkendala sesuatu dan nilna disuruh duduk saja disitu dulu. Anak2 lain yg juga lagi nunggu bereaksi lemas. “Disiplin sekali reporter Pmails, datang 6 jam lebih awal sebelum acara dimulai,” seru salah satu dari mereka. “Masa’ kita disuruh duduk saja,” seru yang lainnya. Sekitar 15 menit kita duduk2, akhirnya Danil berdiri, “Kita telpon Bang On ke Wartel,” cetusnya. Nilna, Opie, Iqbal, dan Fresti, juga Arif ngekor Danil cari wartel. Di telpon, Bang On bilang, “Ya udah, ke Padek saja dulu.” Jawaban yang membuat kita serempak menggerutu, “Kok nggak dari tadi saja nyuruh ke Padeknya.”Dan kita pun balik ke Padek dengan satu misi, “Ngenet”. Tapi, sebelum ke Padek kita sempat photo2 dolo.

dscn1330.jpg

Sesampainya di Padek, Nilna, Opie, dan Fresti langsung buka Internet, lihat grup Pmails dan Padang All Network. Dan kita bertiga perang reply di group. Dan akhirnya tidak jadi ngeliput Pembukaan Pekan Budaya.

Oh ya, sebelumnya sempat ada sedikit gempa bumi di lantai tiga, ruangan redaksi, tempat kami ngenet gratis. Ada sosok pemegang sapu yang datang tiba-tiba. Lengkapnya baca “Pecahkan Saja Gendang Telingamu”. Selain itu, kita juga Lapar Sangadh di ruang redaksi. Kantin kantor lagi nggak
buka karena ini hari minggu. Trus, Bang On yang ditunggu2 tak jua muncul. Satu lagi, seseorang yang membuat kita salah jadwal ke Pekan Budaya (nama dirahasiakan) datang dengan tampang tak berdosa. Anehnya, dia ngasi kita kue keju, mungkin dia tau kita kelaparan, sayang dia tak
sadar kalau sedari pagi kita mengutuk-ngutuk dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s