Labor Jarang Dilirik. Kenapa?

Fungsi labor di sekolah sebagai salah satu penunjang proses belajar mengajar agaknya mendapat perhatian yang lebih dari siswa. Dari tinjauan Pmails, hampir semua sekolah di kota Padang didukung oleh fasilitas laboraturium yang terdiri dari labor fisika, kimia, biologi, bahasa dan komputer. Bahkan, di beberapa sekolah ada yang memiliki labor terbuka, seperti lahan pertanian dan tambak ikan. Keberadaan labor tersebut menjadi semakin penting tatkala pelajaran-pelajaran yang beraroma sains tidak mampu menjelaskan secara teoritis. Maka, digunakanlah labor untuk memaparkannya dalam bentuk nyata dan pembuktian. Disinilah fungsi labor yang diketahui siswa.
Sepertinya, banyak siswa yang tidak begitu peduli pada labor yang ada di sekolah-sekolah mereka. Sebagian besar perawatan labor diserahkan kepada petugas sekolah atau laboran. Selama ini labor hanya dipakai dalam proses belajar mengajar saja. Siswa hanya berani dan mau memasuki labor pada jam-jam pelajaran saja. Seakan-akan, hanya dalam jangka waktu itulah ruangan yang bernama labor diberi kesempatan hidup. Jarang sekali siswa yang mau mendekati labor pada jam-jam istirahat usai sekolah. Padahal, dengan adanya fasilitas sekolah tersebut, siswa dapat mengkajiulang atau bereksperimen menemukan hal-hal baru. Labor tidak hanya berfungsi untuk melaksanakan interupsi-interupsi dari guru tapi juga memberikan halaman yang luas kepada siswa untuk melakukan penelitian demi hasil karya ilmiahnya.
Akan tetapi, kurangnya kemauan siswa terhadap labor bukanlah faktor utama yang menyebabkan labor jarang dilirik. Kurangnya alat-alat dan kelengkapan labor juga mengakibatkan siswa malas mendekati labor. Bahkan para guru pun sering tergantung materi belajarnya karena kekurangan alat-alat dan bahan. Labor biologi misalnya, dalam suatu kasus guru terpaksa membatalkan praktek labor karena kerusakan beberapa mikroskop. Hal ini jelas mengganggu kelancaran proses belajar mengajar siswa. Karena hal ini pula, siswa yang awalnya berniat mengunjungi labor mengalihkan langkah ke tempat lain.
Selayaknyalah pihak sekolah memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan labor. Kelengkapan fasilitas dan perawatan labor yang maksimal akan mempercantik serta menghidupkan kembali fungsi labor yang sesungguhnya. Sehingga, siswa tertarik ke labor dan menelurkan karya-karya yang layak diancungi jempol. Guru pun bersemangat mengajak siswanya praktek ke labor. Dan tidak ada lagi alasan bagi para siswa untuk tidak melirik labor.(Nilna Rahmi Isna/SMAN 2 Padang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s