Kata Tanpa Jeda

Dari Workshop Penulisan / Bengkel Sastra Dewan Kesenian Sumatera Barat di Kayutanam
oleh: Nilna Rahmi Isna

“Kita tidak menulis tentang bunga, tapi menulis bunga

Kita tidak menulis tentang luka, tapi menulis luka”

Sastra dalam dunianya adalah ilmu, bidang, hobi yang tak berkesudahan. Menulis sastra justru berbeda dengan menulis pada umumnya. Sastra berbicara sepotong kata tapi membeberkan semuanya secara seutuh-utuhnya. Sastra tidak mengenal siapa pengarangnya tapi menjunjung tinggi para pembacanya. Terserah, pembaca mau berkata apa. Penyair misalnya, bisa saja memberikan pembelaan terhadap puisi yang diciptakan berdasarkan imajinasi terliarnya. Tetapi, pembaca memiliki hak, menduduki tempat tertinggi jauh di atas para penyairnya. Bahkan penyair itu sendiri berada di bawah karya yang telah diciptakannya.

Di dunia sastra, terkenal kalimat, “Penyair telah mati apabila karya telah jadi.” Kita tak kan pernah tahu, kapan berada di atas dan kapan berada di bawah. Tapi kita mengetahui bahwa roda dunia berputar. Maka di dalam sastra, dunia akan diputarbalikkan.

Sekalipun ia Chairil Anwar, yang gambarnya terkenal dengan rokok disulut, penyair muda pun bisa melejit naik ke atas mengalahkan pendahulu-pendahulunya. Padahal, yang muda belajar dari mereka yang tua. Teks yang akan berbicara. Sekali lagi, bukan memandang penyairnya tapi memandang teks yang telah dilahirkannya. Sastra tidak bertarung lewat siapa namanya, siapa orangnya tapi apa karyanya. Seringkali kita abai dengan bakat. Begitu pula, seringkali kita abai karena merasa hebat. Penyair muda banyak yang lupa dengan karyanya. Atau mungkin sengaja melupakan bakatnya.

Hal demikian merupakan rangkuman dari Bengkel Sastra Dewan Kesenian yang digelar 26-29 Desember 2006, yang menghadirkan nara sumber sastrawan Gus tf Sakai, Agus Hernawan dan Iyut Fitra. Peserta bengkel terdiri dari 30 orang siswa SMA/Sederajat dan mahasiswa serta penyair angkatan termuda. Di bengkel mereka ditempa, dibina, diajak berdiskusi hangat di Aula Abdul Latif Institut Nasional Syafe’i Kayutanam, Pariaman.

Kegiatan bengkel selain mendorong ptraktik penciptaan puisi, juga ada diskusi karya, serta menyiasati trik menulis cerpen dan puisi secara lebih kreatif. Rasanya tak sia-sia, Sondri B.S selaku ketua panitia merasa berbangga. Karena, dalam acara itu banyak peserta berhasil melahirkan karya. Artinya, bengkel bermakna positif untuk merangsang minat dan kreativitas di bidang sastra.

Dalam penulisan puisi, misalnya, Agus Hernawan, menekankan, dalam berkarya kita harus sepenuh hati. Sebagaimana di rangkuman di atas, bahwa kita menulis bunga, bukan tentang bunga. Puisi menurut Agus, tidak menggurui pembaca. Puisi menjadikan pembacanya subjek.

Menurut Agus, perlu menyelaraskan antara gramatikal dan semantikal. Bunga dan luka misalnya, tak akan kita tuliskan sebagai kalimat subjek, Predikat, Objek dan Keterangan (S-P-O-K ). Tapi, Subjek, Predikat, Objek dan Keterangan (SPOK) menulis bunga dan luka.

“Kata-kata sama halnya dengan cat yang terserak, kata-kata yang tercecer. Kumpulkan! sapukan di kanvas dan jadilah sebuah lukisan yang bercerita lewat warna. Bosan dengan warna yang itu-itu saja, cari warna lain. Susun kata-kata! toreh ia di kertas dan jadilah sebuah sajak yang bercerita lewat kata. Bosan dengan kata yang itu-itu saja, cari kata lain. Maka, sebuah karya dapat diangkat, dipublikasikan, lalu disuguhkan pada pembaca. Selanjutnya, biarkan pembaca pada dunianya.

Selain itu, juga diadakan diskusi karya, mulai dari persoalan gramatika, kalimat, diksi dan sebagainya. Praktik menulis menggunakan komputer langsung di ruang labor komputer INS Kayutanam. Hasilnya, berupa puisi dan cerpen, yang kemudian didiskusikan perkelompok. Kelompok dalam bengkel dibagi tiga, dua puisi dan satu cerpen. (Nilna Rahmi Isna, SMAN 2 Padang)

One thought on “Kata Tanpa Jeda

  1. menarik laporannya. senang tahu di padang kegiatan seperti itu terus berlangsung. di jakarta, sepertinya kurang. moga-moga suatu saat bisa singgah ke sana.

    salam,
    Yo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s